Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menteri Nadiem Jangan Semena-mena

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 Januari 2023. Rapat tersebut membahas evaluasi program kerja dan anggaran tahun 2022, serta persiapan pelaksanaan program kerja tahun 2023. TEMPO/M Taufan Rengganis
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 Januari 2023. Rapat tersebut membahas evaluasi program kerja dan anggaran tahun 2022, serta persiapan pelaksanaan program kerja tahun 2023. TEMPO/M Taufan Rengganis
Iklan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi seharusnya tidak cawe-cawe urusan internal kampus. Apalagi sampai berujung pemecatan tanpa alasan yang jelas, seperti yang dialami oleh dua orang Guru Besar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Pada 26 Juni lalu Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengeluarkan keputusan yang mencabut gelar guru besar dari Hasan Fauzi, yang juga Wakil Ketua Majelis Amanat (WMA) UNS dan Tri Atmojo Kusmayadi, Sekretaris. Keduanya kini menempati posisi pelaksana teknis, pangkat terendah dalam kepegawaian di kampus. Pencopotan tersebut terkait dengan kisruh pemilihan rektor UNS oleh WMA. 

WMA UNS menggelar sidang pleno pemilihan rektor untuk periode 2023-2028 pada November 2022 lalu. Hasilnya, Sajidan terpilih. Dia meraih 12 suara, mengalahkan Hartono yang dapat 11 suara, dan I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani dengan 2 suara. Hartono, pesaing berat Sajidan, disebut-sebut sebagai jagoan pemerintah pusat.

Tapi kemudian muncul banyak protes yang menuding Hasan dan Tri Atmojo telah berlaku curang memenangkan Sajidan. Buntutnya, Nadiem membatalkan penetapan Sajidan sebagai rektor definitif dan membekukan WMA. Untuk mengisi posisi rektor yang terancam kosong, Nadiem memperpanjang masa jabatan rektor lama. 

Dalam surat keputusan pemberian sanksi, kedua guru besar disebut telah menyalahgunakan wewenang saat menyelenggarakan pemilihan rektor. Tapi sampai sekarang tak jelas betul apa bentuk penyalagunaan wewenang yang dituduhkan kepada mereka. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Hasan mengklaim pemilihan rektor sudah berjalan sesuai aturan. Dia malah bertanya-tanya, apakah mereka dijatuhi sanksi karena berkirim surat kepada Nadiem, mempersoalkan pembatalan pengukuhan rektor UNS pilihan WMA? Jika hanya lantaran surat protes, keputusan Nadien menjatuhkan hukuman yang sedemikian keji, jelas mengada-ada. Apalagi pemilihan rektor memang masih dalam ranah kewenangan Hasan dan Tri Atmonjo sebagai MWA. 

Martabat perguruan tinggi memang perlu dijaga. Tapi bukan dengan tindakan semena-mena, dan harus konsisten. Yang sering kita saksikan Kementerian Pendidikan malah bungkam dalam kasus-kasus yang jauh lebih penting. Dugaan plagiarisme tesis doktoral Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rohman di Universitas Gadjah Mada, misalnya, berujung tanpa sanksi. Kementerian Pendidikan seperti sengaja menutup mata.

Yang terbaru, rencana Universitas Negeri Makassar memberikan gelar guru besar untuk politikus Golkar Nurdin Halid pada Senin, 17 Juli 2023 mendatang. Belum terdengar ada langkah displiner dari Kementerian. Padahal, jelas hal tersebut merusak martabat kampus dan melanggar aturan karena gelar guru besar hanya boleh diberikan pada dosen, sedangkan Nurdin bukan.

Pemilihan rektor sebaiknya menjadi bagian dari otonomi dan demokrasi kampus. Kalau ada masalah pemerintah mestinya sebatas membatu mencarikan penyelesaian terbaik, bukan malah ikut campur dan sewenang-wenang memecat guru besar.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

4 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

17 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

18 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

19 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

20 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

26 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

54 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024