Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lawan Misinformasi tanpa Centang Biru Twitter

image-profil

Dosen Jurnalistik UMN, PhD Candidate, the News Media Research Centre, University of Canberra

image-gnews
Iklan

TWITTER membuat kebijakan baru tentang tanda “centang biru”. Dalam sebuah keterangan resmi, Twitter meminta setiap individu dan perusahaan atau organisasi untuk mendaftarkan diri supaya mendapatkan atau bisa mempertahankan tanda “centang biru” tersebut.

Selain itu, Twitter juga mematok harga untuk pemberian tanda verifikasi. Dalam unggahan resminya, Twitter menyebut setiap individu bisa mendaftarkan diri ke Twitter Blue untuk mendapatkan atau mempertahankan tanda verifikasi berwarna biru. Harga yang harus dibayar adalah US$ 8 per bulan.

Sementara itu, perusahaan atau organisasi bisa mendaftar ke platform yang disebut oleh Twitter sebagai “verified organization”. Biaya berlangganannya lebih mahal, yaitu 1000 dolar AS per bulan. Alih-alih berwarna biru, “centang” yang akan diberikan kepada organisasi atau perusahaan akan berwarna emas.

Pada 20 April 2023, Twitter mulai menerapkan kebijakan tersebut. Tanda “centang biru” mulai hilang dari akun para pesohor di seluruh dunia. Akun sejumlah selebriti, atlet, politisi, dan perusahan di berbagai belahan dunia tidak lagi “terverifikasi”.

Para tokoh publik di Indonesia juga mengalami hal itu. Akun para politisi, akademisi, semiman, perusahaan, dan organisasi yang sebelumnya memiliki “centang biru”, menjadi polos-polos saja.

Mengenal “centang biru”

Setidaknya ada dua istilah dalam identifikasi akun di media sosial, yaitu display name dan verification badge. Display name adalah identitas, biasanya berupa nama, yang bisa dibuat dan diubah oleh pemilik akun kapan saja. Identitas ini bisa berupa nama orang, nama benda, nama merek, nama perusahaan, nama organisasi dan sebagainya.

Dalam kondisi terburuk, sebuah akun bisa saja membuat display name berupa nama tokoh tertentu beserta foto si tokoh, kemudian membuat cuitan yang tidak benar alias hoaks, mencemarkan nama baik, dan membuat kegaduhan di ruang publik.

Sementara itu, verification badge adalah tanda verifikasi yang diberikan oleh platform media sosial kepada pemilik akun karena memenuhi kriteria tertentu. Pemilik akun itu bisa seorang individu, merek, organisasi, atau perusahaan. “Centang biru” Twitter masuk dalam kategori verification badge.

Pada 2021, saya dan beberapa rekan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menulis buku berjudul Modul Literasi Digital untuk Perguruan Tinggi. Saat itu, kami mengutip kebijakan dari berbagai platform media sosial tentang penerapan verification badge.

Setiap media sosial memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Secara umum, Twitter dan Instagram membuat kriteria yang hampir sama dalam menyematkan tanda verifikasi kepada akun tertentu.

Kedua platform ini menjelaskan bahwa untuk mendapatkan lencana verifikasi, sebuah akun harus spesifik dan dioperasikan oleh manusia (unik dan otentik); harus memiliki deskripsi bio, foto profil, dan tercatat sebagai akun yang aktif; serta hanya untuk akun dari seseorang atau entitas bisnis yang terkenal dan sering dicari oleh masyarakat (notable).

Secara lebih khusus, Twitter memberikan informasi tambahan untuk istilah notable. Menurut Twitter, organisasi atau orang yang masuk kategori notable adalah lembaga pemerintah dan tokoh pemerintahan, perusahaan, merk dagang, organisasi, wartawan dan perusahaan pers, event olahraga, aktivis, dan influencer. Untuk setiap kategori tersebut, Twitter memberikan syarat yang lebih spesifik.

Ide dasar dari penyematan verification badge di Twitter dan berbagai media sosial ini sangat baik. Lencana verifikasi itu berguna untuk membantu publik yang mejadi konsumen informasi di media sosial.

Platform media sosial, termasuk Twitter, mempermudah publik untuk membedakan informasi mana yang benar-benar berasal dari akun terverifikasi dan informasi palsu dari akun-akun yang menampilkan diri seperti akun asli.

Lalu, apa yang terjadi setelah Twitter “membersihkan” tanda verifikasi?

Gelombang misinformasi

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

The New York Times melaporkan, kebijakan baru Twitter tentang tanda verifikasi ini menuai sejumlah komentar. Sejumlah selebritas tidak terlalu peduli jika akun mereka di Twitter tidak lagi terverifikasi.

Beberapa tokoh yang lain tidak menentang kebijakan Twiter, namun juga tidak mau membayar. Artinya, akun tokoh-tokoh ini juga tidak akan dilengkapi dengan “centang biru”.

Hal ini juga terjadi di Indonesia. Akun sejumlah tokoh “dibiarkan” tanpa tanda verifikasi selama beberapa hari setelah penerapan kebijakan baru dari Twitter.

Tentu tidak semua tokoh publik atau organisasi seperti itu. Tokoh publik atau organisasi yang mau membayar untuk tetap mempertahankan tanda verifikasi tentu masih banyak.

Namun, tetap saja, hilangnya tanda verifikasi ini (meski sesaat) akan membuka celah bagi mereka yang berusaha meniru atau menampilkan akun palsu semirip mungkin dengan akun asli. Mereka akan menebarkan disinformasi demi meraup keuntungan.

Jika disinformasi ini terjadi secara luas dan disebarkan ulang sebagai gelombang misinformasi, maka yang rugi adalah masyarakat dan pemilik akun yang asli. Sudah ada banyak contoh penipuan semacam itu dan kita harus mewaspadainya.

Bahkan, para peniru dan penebar kabar bohong itu nekat membuat tanda verifikasi yang menyerupai verification badge asli yang dibuat oleh platform media sosial. Tidak lain dan tidak bukan, mereka melakukan ini untuk tampil semirip mungkin dengan akun yang asli.

Memang tanda verifikasi bukanlah jurus yang paling ampuh untuk menangkal misinformasi. Namun, bagi publik pada umumnya, tanda itu sangat membantu untuk membedakan antara informasi dari akun asli dan akun palsu.

Social media handle

Bagaimana pun juga, Twitter telah melakukan “pembersihan” tanda verifikasi. Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Jawabannya adalah literasi social media handle. Semua pihak, perlu untuk melakukan literasi itu sehingga masyarakat tetap terlindungi dari bahaya misinformasi.

Para figur publik dan organisasi bisa melakukan kampanye berulang untuk mengubah kebiasaan masyarakat, dari yang sebelumnya mengandalkan “centang biru” menjadi mengandalkan social media handle.

Social media handle adalah penanda yang unik dan hanya melekat pada sebuah akun. Untuk twitter, penanda ini disebut sebagai Twitter handle.

Sebagai contoh, akun resmi Presiden Joko Widodo memiliki handle dalam format URL https://twitter.com/jokowi. Hal ini sangat membantu mereka yang mengakses media sosial melalui komputer atau laptop karena URL terlihat di bagian atas browser internet.

Masyarakat yang tidak familiar dengan URL tidak perlu khawatir. Mereka bisa mencari handle dengan melihat kode di halaman awal sebuah akun. Untuk akun Presiden Joko Widodo, misalnya, handle muncul dalam kode format @jokowi yang terletak tepat di bawah display name “Joko Widodo”.

Jika display name bisa diubah kapan saja oleh dan sesuka hati pemilik akun tertentu, Twitter handle tidak bisa diubah. Artinya, seseorang bisa saja mencoba meniru akun presiden dengan membuat display name manjadi “Joko Widodo”. Namun, ia tidak akan bisa membuat Twitter handle @jokowi.

Oleh karena itu, membiasakan diri mencermati dan menghafal Twitter handle dari akun tertentu akan jauh lebih efektif dalam membentengi diri dari misinformasi, daripada terlalu mengandalkan sebuah "centang biru".

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024