Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Sejumlah warga menggelar aksi kepedulian dan doa bersama untuk para korban suporter Arema FC saat Tragedi Kanjuruhan di alun-alun kota Batu, Jawa Timur, 2 Oktober 2022. Korban berjatuhan saat polisi berupaya membubarkan penonton yang masuk ke lapangan dengan gas air mata pasca pertandingan. 
 Tempo/ Rizki Dwi Putra.
Sejumlah warga menggelar aksi kepedulian dan doa bersama untuk para korban suporter Arema FC saat Tragedi Kanjuruhan di alun-alun kota Batu, Jawa Timur, 2 Oktober 2022. Korban berjatuhan saat polisi berupaya membubarkan penonton yang masuk ke lapangan dengan gas air mata pasca pertandingan. Tempo/ Rizki Dwi Putra.
Iklan

Editorial Tempo.co

---

DI Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, kita tak hanya membaca statistik kematian, tapi tragedi kemanusiaan. Tindakan represif polisi menangani kerusuhan penonton pertandingan sepak bola membuat 174 penonton laga Arema Malang dan Persebaya Surabaya di seri BRI Liga 1 tewas. Tak hanya memakai kekerasan, polisi juga menembakkan gas air mata ke arah tribun yang disesaki 40.000 orang.

Melepaskan gas air mata ke arah penonton dalam stadion yang rusuh sangat terlarang. FIFA, asosiasi sepak bola internasional, menyatakan dengan jelas larangan itu dalam pasal 19 Regulasi Keamanan dan Pengamanan Stadion. Referensinya adalah tewasnya 328 penonton dalam pertandingan Argentina-Peru pada 24 Mei 1964.

Hingga kini korban tewas di Estadio Nacional Lima itu menjadi rekor terbanyak kematian suporter pertandingan sepak bola. Kematian ratusan penonton di ibu kota Peru itu juga terjadi karena mereka terinjak ketika rebutan keluar stadion menghindari cara represif polisi mencegah kerusuhan dengan gas air mata. Peringkat kedua, sebelum tragedi Kanjuruhan, terjadi di Accra Sports Stadium di Ghana pada 9 Mei 2001. 

Polisi Indonesia mungkin tak membaca tragedi-tragedi kematian penonton sepak bola atau tak peduli bahwa sepak bola—sebagai olah raga paling digemari di dunia—punya aturan ketat dalam menangani kerumunan penonton. Pertandingan Arema dan Persebaya disebut juga Super Derby Jawa Timur karena kedua kesebelasan adalah “musuh bebuyutan”. 

Maka polisi seharusnya sudah mengantisipasi sejak awal pertandingan genting ini. Apalagi selama 23 tahun Arema tak pernah kalah jika main di kandang sendiri. Kekalahan Arema 2-3 atas Persebaya dalam pertandingan 1 Oktober 2022 malam itu membuat penonton tak puas.

Itulah yang terjadi di Kanjuruhan. Alih-alih siap menangani penonton kecewa yang menginvasi lapangan setelah pertandingan usai, polisi masuk ke dalam stadion dengan menyamakan suporter sebagai perusuh demonstrasi. Dari sini, kita patut cemas bahwa kultur kekerasan di polisi kita telah begitu melekat. Mereka menyamakan segala jenis kerumunan sehingga penanganannya pun sama, yakni membubarkan massa dengan gas air mata—meski sasaran kemarahan penonton, yaitu pemain Persebaya, sudah tak ada di lapangan

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Nico Afinta mengonfirmasi minimnya pengetahuan polisi menangani pertandingan sepak bola. Nico mengatakan pemakaian gas air mata sesuai prosedur mencegah penonton berbuat anarki. Ia bahkan dengan enteng menjelaskan penyebab kematian penonton, yakni sesak napas dan terinjak karena berebut keluar stadion akibat panik melihat tembakan polisi.

Tragedi ini harus diusut. Jika melihat petinggi polisi seperti Nico Afinta saja berpandangan keliru soal gas air mata, Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit harus membentuk tim penyelidik independen mengusut kematian ini. Pernyataan Presiden Joko Widodo sudah benar ketika ia memerintahkan menghentikan sementara Liga 1 selama pengusutan ini berlangsung.

Tim independen tak hanya harus memeriksa tindakan kekerasan polisi dan tentara serta tak mengantisipasi pertandingan dua kesebelasan dengan suporter fanatik. Ofisial Liga 1 juga harus diperiksa karena mereka menolak permintaan panitia pertandingan memajukan waktu pertandingan lebih siang dengan alasan keamanan hanya karena hak siar. Panitia juga harus diusut karena mencetak tiket melebihi kapasitas aman stadion.

Tak hanya memastikan penyebab jatuhnya korban jiwa, tim independen mesti menghasilkan rekomendasi standar prosedur operasi bagi penyelenggara Liga 1. Pertandingan di Kanjuruhan ini baru berlangsung 11 putaran dari 34 hingga 2023. Rekomendasi ini penting untuk mencegah kejadian serupa dalam pertandingan-pertandingan bergengsi dua klub sepak bola.

Sebelum tragedi Kanjuruhan, ada daftar panjang kematian penonton akibat penanganan polisi dan panitia yang keliru mengelola pertandingan. Juni lalu dua pendukung Persib tewas terjatuh saat berdesakan menonton pertandingan klub kesayangannya melawan Persebaya dalam Piala Presiden 2022 di Gelora Bandung Lautan Api. Dari 15 ribu batas aman penonton, stadion berkapasitas 38 ribu itu penuh sesak.

Tanpa evaluasi menyeluruh seluruh ofisial hingga pengurus PSSI, penanganan salah mengelola pertandingan sepak bola seperti di Kanjuruhan akan terus terulang. Sepak bola yang seharusnya mempersatukan kegembiraan berakhir menjadi tragedi kemanusiaan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

8 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

23 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

24 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

30 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

58 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024