The Adam Project: Perjalanan Adam ke Masa Lalu dan Masa Depan

Oleh

The Adam Project. Dok. Netflix.

THE ADAM PROJECT

Sutradara: Shawn Levy
Penulis: Jonathan Tropper, T.S Nowlin, Jennifer Flackett, Mark Levin
Pemain: Ryan Reynolds, Walker Scobell, Mark Ruffalo, Jennifer Garner, Catherine Keener, Zoe Saldaña

* * *

Dari tahun 2050, seorang pilot pesawat tempur mencuri sebuah mesin waktu untuk menembus ruang menuju tahun 2018. Namun sungguh celaka, pesawat mengalami kecelakaan dan telanjur bablas ke abad 2022. Sang Pilot bernama Adam Reed (Ryan Reynolds) yang mempunyai beberapa misi (salah satunya: bertemu kembali dengan isterinya Laura Shane yang diperankan Zoe Saldaña), terpaksa merombak strategi.

Dia harus mencari ayahnya, sang pencipta mesin waktu karena para penguasa di tahun 2050 akan menyalahgunakan mesin waktu untuk merombak timeline yang sudah terjadi. Ini bukan sekadar membuat segalanya kacau, tetapi juga akan merombak sejarah. Itulah sebabnya Adam merasakan urgensinya kembali ke tahun 2018.

Sementara dia terjebak di tahun 2022, bukan saja membuat Adam khawatir tak akan bisa menyelesaikan misi pentingnya yang dikejar waktu, tetapi ternyata bertemu dengan ‘dirinya sendiri’ yang masih berusia 12 tahun (diperankan dengan bagus oleh Walker Scobell). Pertemuan Adam dewasa dengan si Adam kecil menjadi bagian yang sangat menarik, bukan saja karena penampilan kedua aktor yang bersinar, namun juga adegan ini sebetulnya sebuah fantasi wajar yang kita alami dalam hidup nyata: bukankah tak jarang kita membayangkan bertemu dengan diri sendiri dalam versi masa kanak-kanak atau sebaliknya: versi tua renta di masa depan? Meski film ini mengkategorikan diri sebagai film fiksi ilmiah, tetapi drama di dalam film The Adam Project sebetulnya lebih banyak menekankan tentang keluarga dan rasa kehilangan.

Adam dewasa tak punya pilihan untuk tak mengajak si kecil Adam untuk bekerja sama. Perjalanan dan "persahabatan" di antara dua Adam inilah yang sebetulnya lebih menarik dijelajahi. Adam kecil adalah anak lelaki cerdas, cerewet, dan penuh rentetan pertanyaan (apakah aku akan sukses? Siapa pacarku? Kok kamu berotot, artinya aku akan berotot seperti kamu?). Sedangkan Adam dewasa, yang memang menjadi seorang pria berotot dan ganteng adalah lelaki yang sinis dan tampak betul sudah melalui banyak penderitaan sehingga ucapannya hampir selalu sarkastik dan menyebalkan.

Adam dewasa tak bisa berlama-lama protes dengan situasi. Dia harus segera menyelesaikan misinya. Adam dewasa tahu betul, dia tak boleh melanggar serangkaian peraturan mesin waktu: salah satunya adalah mencoba mengubah sesuatu yang sudah terjadi.

Tentu saja kembali ke 2022 bagi Adam dewasa berarti kembali pada lorong kenangan yang menyebalkan. Dia menyaksikan kembalinya Adam kecil (berarti dirinya) yang menjadi langganan perundungan di sekolah. Dia juga menyaksikan ibunya Ellie Reed (Jennifer Gardner) yang masih sangat berduka karena kematian suaminya, Louis Reed (Mark Ruffallo). Kunjungan ke tahun 2022 ternyata menjadi perjalanan masa lalu yang justru menjadi sangat personal bagi Adam.

Dalam banyak hal, penonton generasi boomers –atau generasi milenial dan Z yang gemar menyaksikan film klasik—pasti langsung mengaitkan film ini dengan film klasik "Back to the Future" (Robert Zemeckis, 1985), sebuah film komedi dengan konsep yang sama. Meski kita harus memaklumi teknologi di masanya, "Back to the Future" menjadi inspirasi di banyak film atau serial yang melibatkan mesin waktu, bahkan film "Ready Player One" karya Steven Spielberg (2018) menyebut film ini di dalam salah satu dialog tokohnya.

Film The Adam Project, meski menggunakan teknologi abad 21 yang sudah jauh lebih canggih dan ceritanyapun masuk ke area pertarungan kekuasaan dan politik –yang menjadi alasan besar Adam untuk kembali ke masa lalu—tetap menyederhanakan penyelesaian plot. Tetapi para penulis skenario yang jumlahnya empat orang itu tampak menekankan konsistensi bahwa mereka yang wara-wiri pada dimensi dan watu tertentu tetap harus menemukan nasib yang sudah digariskan.

Artinya, siapapun yang meninggal atau sakit di masa tertentu tak boleh diutak-atik nasibnya. Itu sebabnya akhir dari film ini sangat mengharukan, terlepas sepanjang film ada beberapa lubang pada plot. Adam besar maupun Adam kecil sudah berjanji akan mematuhi peraturan itu, sehingga kita menyaksikan dengan sedih: setelah misi tercapai, tak bisa lagi bertemu dengan orang-orang yang mereka cintai yang sempat "hidup kembali" dalam rangka membantu mereka untuk menghentikan penguasa rakus yang ingin merebut mesin waktu.

Film ini sangat cocok disaksikan pada akhir pekan: ringan, renyah seperti berondong jagung, penuh humor, dan keharuan.

LEILA S. CHUDORI

Baca juga:
8 Tayangan Anak dan Keluarga Terbaru Netflix Mei 2022, Termasuk The Boss Baby






Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

13 jam lalu

Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

Kejahatan, kekerasan, dan perbudakan di kapal penangkap ikan terus terjadi. Bagaimana cara mencegahnya?


Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

2 hari lalu

Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari


Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

4 hari lalu

Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

Kasus korupsi Lukas Enembe menyingkap kesalahan pemerintah pusat dan daerah. Salah urus, dana otonomi khusus gagal menyejahterakan warga Papua.


Dukung Anies Baswedan jadi Presiden 2024, Fahira Idris: Agar Indonesia juga Merasakan Lompatan Kemajuan

6 hari lalu

Dukung Anies Baswedan jadi Presiden 2024, Fahira Idris: Agar Indonesia juga Merasakan Lompatan Kemajuan

Fahira Idris meyakini Anies Baswedan bisa membawa Indonesia melakukan lompatan kemajuan.


Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

11 hari lalu

Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

Kasus kejahatan seksual terhadap anak merajalela. Selain menegakkan aturan, kampanye dan edukasi perlu digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat.


Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

15 hari lalu

Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

Aksi Bjorka tentu membuat lalu lintas perbincangan publik menjadi riuh, dari ruang istana, universitas, hingga warung kopi. Bjorka berhasil memecah ombak berbagai isu kejahatan yang sedang terjadi di negara ini.


Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

18 hari lalu

Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

Cerita Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, Revolusi Kemerdekaan, dan Revolusi lainnya, berawal dari rasa bosan dan jijik rakyat kepada kekuasaan yang sudah mulai melupakan akarnya.


Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

18 hari lalu

Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

Aksi peretasan Bjorka memberi pesan kelemahan sistem teknologi dan informasi pemerintah Indonesia. Darurat perlindungan data pribadi.


Di Balik "Amplop Kiai"

23 hari lalu

Di Balik "Amplop Kiai"

Sudah bukan rahasia, konflik terbuka itu merupakan buntut dari pernyataan tentang "amplop kiai" yang disampaikan Sumo saat acara Pembekalan Politik Cerdas Berintegritas di KPK beberapa waktu lalu. Protes keras terhadap Ketua Umum yang juga Meneg PPN dan Kepala Bappenas itu sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir.


Sebuah Hari Esok untuk Nana

24 hari lalu

Sebuah Hari Esok untuk Nana

Film terbaru karya Kamila Andini yang diangkat dari satu bab biografi ibunda Jais Darga. Sebuah puisi yang tampil dengan lirih sekaligus menyala.