Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Akar Masalah Tersingkirnya Peneliti Eijkman Setelah BRIN Terbentuk

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Ilustrasi penelitian di Lembaga Biologi Molekular Eijkman. Sumber: dokumen Lembaga Eijkman
Ilustrasi penelitian di Lembaga Biologi Molekular Eijkman. Sumber: dokumen Lembaga Eijkman
Iklan

Editorial Tempo.co

---

TATA kelola riset pemerintah amburadul pasca-pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Ini merupakan petunjuk yang terang bahwa keputusan menjadikan BRIN sebagai sebagai sebuah lembaga riset raksasa yang menangani semua riset pemerintah merupakan langkah yang tidak strategis dan tidak efektif.

Agar semua penelitian secara teknis langsung dikendalikan oleh BRIN, semua lembaga riset milik pemerintah dibubarkan dan ditarik ke dalam BRIN. Reorganisasi ini mengakibatkan banyak penelitian dan fungsi penting lain pada lembaga-lembaga yang dibubarkan tersebut terhenti. Misalnya, beberapa pekerjaan pengawasan dan riset terkait Covid-19 oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman kini terancam terhenti karena BRIN menghentikan kontrak dari 113 pekerja honorer dan pegawai pemerintah non-pegawai negeri (PPNP) di lembaga yang baru dibubarkan itu. Sebanyak 71 staf yang diberhentikan itu berstatus peneliti.

Sejumlah peneliti di Kapal Baruna Jaya milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi juga diberhentikan dengan dalih perampingan organisasi. Proyek prototipe strategis seperti pesawat nirawak Elang Hitam di BPPT pun terancam mandek karena perisetnya tercerai-berai, sementara panduan kerja setelah reorganisasi belum jelas.

BRIN memang menawarkan solusi bagi para peneliti dengan skema alih status menjadi aparatur sipil negara. Periset dapat mengikuti seleksi penerimaan aparatur sipil negara atau melanjutkan studi. Peneliti juga bisa memilih untuk menjadi operator laboratorium di Cibinong, Jawa Barat. Tapi jalan keluar itu terlambat dipersiapkan. Seharusnya kebijakan tersebut sudah dirumuskan sejak pembentukan BRIN melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Lambannya reorganisasi BRIN tak lepas dari politisasi lembaga riset tersebut. Selama lebih dari setahun sejak undang-undang disahkan, BRIN berjalan tanpa struktur organisasi yang jelas. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang aktif mengawal pengesahan Undang-Undang Sisnas Iptek bersikeras mendorong Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Dewan Pengarah BRIN.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Struktur organisasi BRIN yang baru membuat fokus dan prioritas riset menjadi kabur. Dengan dalih menyelaraskan penelitian dengan ideologi negara, BRIN menarik seluruh proses pengkajian dan riset ke lembaga otonom itu. Terbaru, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia diminta mengintegrasikan penelitian dan kajiannya ke BRIN. Permintaan ini jelas menyalahi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menyatakan Komnas HAM sebagai lembaga independen yang juga menjalankan fungsi penelitian.

Sebagai lembaga yang membantu Presiden menyelenggarakan pemerintahan di bidang riset dan inovasi, BRIN seharusnya menjadi regulator dan perumus strategi riset dan inovasi nasional, bukan malah menjadi lembaga riset baru. Secara teknis lembaga-lembaga riset yang ada sebenarnya masing-masing sudah berjalan. Semestinya mereka dapat diatur, diarahkan, dipayungi, tanpa perlu dibubarkan. Karena yang paling dibutuhkan sekarang adalah ekosistem yang mendukung penelitian dan inovasi, arah yang jelas dan terpadu, sistem pendanaan riset yang efektif, hingga strategi hilirisasi, bukan satu lembaga riset super.

Pemerintah dan BRIN mesti segera menyelesaikan carut-marut reorganisasi ini. Jangan sampai kekacauan tersebut menghambat tujuan untuk membangun ekosistem riset yang mendukung pengembangan perekonomian yang berbasis pengetahuan.

Sedangkan untuk jangka pendek, jika tidak segera diselesaikan, kekacauan ini dapat menghambat banyak riset strategis yang tengah berjalan, terutama penelitian yang didesain khusus untuk merespons pandemi Covid-19 seperti pengembangan vaksin Merah Putih. Jangan sampai riset untuk mewujudkan kemandirian vaksin terkatung-katung hanya karena tata kelola kelembagaan BRIN yang berantakan.

Baca juga: Dampak Eijkman Bergabung ke BRIN, 71 Staf Peneliti Diberhentikan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

20 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

47 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024