Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jangan Remehkan Omicron

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Jarum suntik medis dan botol terlihat di depan teks Omicron (B.1.1.529): SARS-CoV-2 di latar belakang. (ANTARA/Pavlo Gonchar/SOPA Images via Reuters)
Jarum suntik medis dan botol terlihat di depan teks Omicron (B.1.1.529): SARS-CoV-2 di latar belakang. (ANTARA/Pavlo Gonchar/SOPA Images via Reuters)
Iklan

Editorial Tempo.co

---

PEMERINTAH dan masyarakat jangan sampai lengah dengan Covid-19 varian Omicron. Tiga kasus infeksi Omicron yang terjadi di Indonesia merupakan alarm supaya kita tetap waspada. Kolapsnya fasilitas kesehatan gara-gara varian Delta yang memicu lonjakan kasus sepanjang Mei-Juni 2021 lalu seharusnya menjadi pelajaran agar kejadian serupa jangan sampai terulang.

Kehadiran varian baru ini sekaligus menunjukkan bahwa pandemi belum berakhir. Riset menunjukkan kalau jenis virus tersebut terbentuk dari mutasi yang cukup banyak dan berbeda dari jenis Covid-19 sebelumnya. Memang, dari 15 ribu kasus varian Omicron di dunia, hanya satu pasien di Inggris yang meninggal dan gejala yang ditimbulkan terbilang ringan. Meski begitu, kita tidak boleh gegabah. Justru dengan ringannya gejala yang muncul, maka Omicron bisa "menyelinap" di mana saja tanpa isyarat.

Satu dari tiga kasus Covid-19 varian Omicron yang terjadi di Indonesia menunjukkan sudah ada penularan di dalam negeri. Infeksi itu terjadi di Wisma Atlet Kemayoran yang menerapkan protokol kesehatan ketat dan untungnya ketahuan dalam pengecekan kesehatan secara berkala. Sementara dua kasus lainnya terjadi pada pasien yang baru kembali dari Amerika Selatan dan Inggris.

Atas tiga kasus tadi, pemerintah harus lebih serius menerapkan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. Sudah selayaknya pemerintah menggencarkan pelacakan aktivitas untuk mencegah penularan yang lebih luas. Jika semula hanya menelisik delapan kontak langsung, tidak ada salahnya untuk menambah lagi penelusuran jumlah kontak erat sampai jejaknya benar-benar bersih. Pendek kata, investigasi lapangan dan penyelidikan epidemiologi harus lebih dimaksimalkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tak hanya berlaku bagi orang-orang yang pernah berinteraksi langsung dengan pasien, tes Covid-19 juga mesti diterapkan kepada masyarakat yang merasakan gejala umum infeksi virus corona, di antaranya demam, saturasi oksigen turun, hingga kehilangan kemampuan indra penciuman atau anosmia. Sebab, temuan satu kasus biasanya akan terus berlanjut pada kasus kedua, ketiga, dan seterusnya. Satu-satunya cara untuk memutus mata rantai penularan hanyalah dengan memperbanyak penelusuran dan pengetesan.

Jika dua dari tiga kasus varian Omicron di Indonesia tadi berasal dari luar negeri, maka sudah sepatutnya pemerintah memperketat aturan perjalanan lintas negara. Pemerintah memang sudah tidak menerima pendatang dari sembilan negara Afrika dan Hongkong karena Omicron, kecuali mereka delegasi G20. Namun langkah itu belum cukup. Tak ada salahnya pemerintah mempertimbangkan kembali untuk menambah daftar pelarangan kedatangan terhadap sejumlah negara yang sedang mengalami ledakan kasus Covid-19.

Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah karut-marut urusan karantina. Dalam membuat kebijakan, pemerintah seyogyanya tidak membuat aturan pilih kasih. Celah abu-abu seperti ini justru mudah diselewengkan sehingga memicu persekongkolan. Lebih jauh dari itu, diskresi atau pengecualian yang berlaku bagi pejabat publik malah menyalahi filosofi karantina menghadapi wabah. Kita seharusnya paham penyebaran virus tidak pernah pandang bulu, apalagi strata sosial.

Oleh karena itu, pemerintah jangan mencla-mencle dalam urusan kesehatan. Tingginya mobilitas selama libur Natal dan tahun baru justru membuat kita harus lebih waspada. Jangan sampai kerja keras menurunkan kasus dalam dua-tiga bulan terakhir buyar gara-gara kita memadang sebelah mata Covid-19 varian Omicron.

Baca juga:
Apakah Vaksin yang Ada Efektif Mencegah Keparahan Infeksi Varian Omicron?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

8 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

23 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

23 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

24 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

30 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

58 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024