Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Inflasi Naik, Hati-hati Stagflasi

image-profil

Wealth Management Head, Bank OCBC NISP

image-gnews
Ilustrasi Inflasi. kemenkeu.co.id
Ilustrasi Inflasi. kemenkeu.co.id
Iklan

Musim rilis laporan keuangan (earnings report) di Amerika Serikat (AS) merupakan saat paling aktif bagi para pelaku pasar saham. Laporan keuangan kuartal ketiga ini sering kali menjadi tolok ukur kinerja tahun berjalan, dan menjadi acuan bagi kinerja emiten di tahun mendatang. Kinerja emiten yang positif akan menjadi katalis bagi pergerakan pasar saham. Di AS, lebih dari 80 persen emiten yang terdaftar pada indeks S&P 500 melaporkan kinerja di atas ekspektasi, yang menunjukkan bahwa pemulihan bisnis masih berlanjut. 

Pada awal November, bank sentral AS, Federal Reserve, akhirnya memutuskan untuk melakukan tapering atau pengurangan pembelian aset sebanyak US$ 15 miliar per bulan mulai akhir November 2021. Namun, Fed juga mengungkapkan bahwa arah kebijakan ekonomi selanjutnya tetap akan mengikuti perkembangan data ekonomi, terutama data ketenagakerjaan. Menaikkan tingkat suku bunga untuk menahan inflasi dapat berdampak pada pertumbuhan bisnis dan sektor ketenagakerjaan. Sementara itu, inflasi Oktober terlihat meningkat 0,9 persen secara bulanan, atau 6,2 persen year-on-year. Lonjakan inflasi tertinggi dalam hampir tiga dekade ini didorong oleh kenaikan harga energi dan kelangkaan persediaan akibat musim dingin. Hal ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS untuk 10 tahun atau US Treasury ke 1,5 persen mengantisipasi peluang kenaikan suku bunga yang lebih cepat, setidaknya pada paruh kedua di 2022.

Di sisi lain, perdebatan panjang yang terjadi di kongres Amerika antara Partai Demokrat dan Partai Republik terkait dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Infrastruktur Amerika Serikat akhirnya mencapai kata sepakat. RUU yang nilainya mencapai US$ 1 triliun akan mengatur tentang peningkatan belanja infrastruktur untuk jalan raya dan infrastruktur pendukung lainnya. Setelah ditandatangani oleh Presiden Joe Biden, maka RUU akan sah menjadi undang-undang. Serangkaian peristiwa ini berhasil menghantar indeks saham Wall Street mencatatkan penguatan selama sembilan hari berturut-turut hingga menyentuh all-time high. 

Akan tetapi, kenaikan inflasi tidak hanya terjadi di AS. Cina merilis kenaikan inflasi sebesar 1,5 persen y-o-y pada Oktober, sementara inflasi dari sisi produsen mencatatkan kenaikan 13,5 persen secara tahunan, yang merupakan level tertinggi dalam 26 tahun terakhir, akibat kenaikan biaya energi pada produksi. Kenaikan inflasi pada sisi produsen dapat mendorong terjadinya inflasi pada sisi konsumen, atau disebut sebagai cost push inflation. Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi Cina, indikasi lonjakan inflasi ini meningkatkan kekhawatiran terjadinya stagflasi. 

Di tengah perlambatan fundamental ekonomi dan lonjakan kasus Covid-19, pasar saham Cina dan Hong Kong masih dibayangi oleh awan kelabu. Paska krisis likuiditas yang dialami oleh perusahaan pengembang properti Evergrande, sejumlah pengembang lainnya seperti Fantasia Holding, Sinic Holding, Modern Land, dan Kaisa Group mulai mengalami hal serupa. Aturan The Three Red Line yang ditetapkan oleh pemerintah Cina telah membuat sejumlah perusahaan pengembang ini kesulitan mendapatkan akses pada pendanaan. Meskipun terjadi tekanan pada sektor properti, namun tidak pada sektor teknologi. Indeks teknologi Hong Kong, Hang Seng Tech Index mencatatkan kenaikan sebesar 11 persen pada Oktober 2021. Hal ini diakibatkan oleh aksi bargain hunting investor, mengingat valuasi pasar saham Cina yang lebih menarik.

Lonjakan inflasi yang diakibatkan oleh kelangkaan gas alam yang melanda sebagian belahan dunia, memicu kenaikan sumber energi lain seperti batubara. Indonesia sebagai salah satu negara produsen batubara terbesar di dunia, mengalami peningkatan ekspor yang signifikan. Surplus neraca perdagangan tercatat sebesar $4,37 miliar pada September 2021. Selain itu pelonggaran aktivitas ekonomi di tengah landainya penambahan kasus harian Covid-19 dan kenaikan laju vaksinasi, mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level tertinggi sepanjang masa di kisaran 6.700. Membaiknya prospek ekonomi Indonesia mendorong investor asing untuk kembali masuk ke pasar saham Indonesia dan memborong saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chips stocks.

Berbeda dengan negara lain yang berkutat dengan lonjakan inflasi, inflasi di Indonesia justru tercatat masih rendah di 1,66 persen y-o-y. Selain itu, sentimen tapering AS yang lebih dovish turut mendorong kestabilan imbal hasil obligasi pemerintah di kisaran 6 persen. Dukungan Bank Indonesia dalam proses pemulihan ekonomi, melalui skema burden sharing, serta suplai obligasi yang terbatas, berhasil menjaga kestabilan pasar obligasi. Imbal hasil riil atau real yield yang masih tinggi diatas obligasi negara lain, dapat menjadi peredam dari dampak kenaikan imbal hasil US Treasury. Untuk imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun diperkirakan masih akan stabil di kisaran 6-6,3 persen hingga akhir tahun. 

Keputusan tapering terlihat menekan pergerakan mata uang Garuda. Walaupun sempat menguat di bawah Rp 14.100 di pertengahan Oktober, rupiah sempat melemah ke level Rp 14.313 terhadap dolar AS saat tapering diumumkan sebelum kembali di kisaran Rp 14.200-14.300. Cadangan devisa di akhir Oktober sebesar US$ 145,5 miliar, dan pendapatan bruto negara yang masih tercatat surplus 3,51 persen secara tahunan (y-o-y). Hal tersebut diharapkan memberikan stabilitas pada nilai tukar rupiah di kisaran Rp 14.150-14.450 hingga akhir tahun.

Meskipun demikian, di tengah optimisme pasar, investor pun perlu mewaspadai adanya koreksi yang terjadi saat sentimen negatif kembali bermunculan di pasar. Ada dua strategi yang dapat diterapkan saat berinvestasi adalah dengan melakukan diversifikasi dan dollar cost averaging. Dengan diversifikasi, memungkinkan kita untuk membagi alokasi portfolio investasi berdasarkan profil risiko atau risk appetite ke beberapa jenis aset seperti deposito, obligasi maupun reksa dana saham. Sementara, dollar cost averaging atau akumulasi bertahap saat terjadi koreksi, akan membantu menurunkan rata-rata harga beli dari investasi kita. Kedua strategi ini dapat membantu kita, sebagai investor, untuk meminimalisasi risiko kerugian yang muncul akibat sentimen negatif tersebut. 

Membuat keputusan investasi di tengah pandemi tentunya tidak mudah, apalagi jika mulai berinvestasi dengan cara tradisional, dengan kita perlu datang mengunjungi bank terdekat atau membutuhkan proses tatap muka secara langsung. Namun dengan kemajuan teknologi, hal ini semakin dipermudah. Memulai investasi pun bisa dilakukan sambil rebahan dengan adanya pembelian investasi secara online. Tentunya, investor juga perlu memilih bank dengan reputasi dan kredibilitas yang baik, yang juga diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pertimbangkan untuk berinvestasi melalui bank yang dapat menyediakan layanan investasi terintegrasi dengan transaksi keuangan harian untuk memudahkan transaksi pembelian investasi yang dipilih.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

14 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

15 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

16 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

22 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

41 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

50 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024