Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Empat Cerita Ray di Tangan Sineas Masa Kini

image-profil

Oleh

image-gnews
Film RAY. Foto: Netflix
Film RAY. Foto: Netflix
Iklan

RAY

Kreasi: Sayantan Mukherjee
Sutradara: Srijit Mukherjee, Vasan Bala, dan Abhishek Chaubery
Skenario: Niren Bhatt dan Siraj Ahmed
Berdasarkan cerita-cerita pendek karya Satyadjit Ray
Pemain: Manoj Bajpayee, Ali Fazal, Harshvardhan Kapoor, and Kay Kay Menon

Ray diambil dari nama Satyadjit Ray.

Seorang maestro sinema India (1921-1992) yang dikenal dunia bukan saja karena The Apu Trilogy (Pather Panchali, Aparajito dan The World of Apu pada 1959) yang kemudian menerima berbagai penghargaan internasional. Ray mengaku terinspirasi film "Bycicle Thieves" (1948) karya sineas neorealis Italia Vittorio De Sicca. Setelah The Apu Trilogi dan puluhan karya sesudahnya, Ray kelak malah menjadi inspirasi begitu banyak sineas terkemuka termasuk seperti Martin Scorsese yang mengatakan, "karya (Ray) sejajar dengan para sineas kontemporer seperti Ingmar Bergman, Akira Kurosawa, dan Federico Fellini."

Adapun mini seri berjudul "Ray" yang berisi antologi empat film pendek yang baru ditayangkan di saluran digital Netflix diadaptasi dari beberapa cerita pendek karya Satyadjit Ray. Tentu saja Ray, seorang seniman multitalenta yang bukan saja seorang sutradara film, tetapi dia juga seorang eseis, editor majalah, ilustrator, komposer musik, dan penulis cerita. Keempat cerita yang diadaptasi menjadi film-film pendek ini ditulis di masa mudanya dan dimaksudkan untuk segmentasi 'young adult'. Karena itu, ketiga sutradara India masa kini. seperti Srijit Mukherjee, Vasan Bala, dan Abhishek Chaubery yang ditugaskan mengadaptasi empat cerpen Ray ini tampaknya tidak bertumpu pada karya klasik arthouse Satyadjit Ray, melainkan lebih memiliki refrensi pada film-film pendek Ray yang lucu, cerkas, urban tetapi masih tetap berbicara soal kesenjangan miskin dan kaya seperti film pendek "Two" (1964).

Empat film pendek itu adalah "Forget Me Not", yang disutradarai Srijit Mukherji; "Bahurupia" juga disutradarai Srijit Mukherji; "Spotlight" arahan Vasan Bala dan Hungama Hai Kyon Barpa yang disutradarai Abhishek Chaubery. Kedua film yang disutradarai Srijit Mukherji meski semula memberikan kesan sebuah drama urban, ternyata semakin cerita bergulir, film-film pendek ini sesungguhnya adalah film thriller. Paling tidak Mukherji membuat adaptasi cerita ini menjadi film yang lebih gelap.

Di dalam film "Forget Me Not", tokoh Ipsit Nair (Ali Fazal) adalah seorang pemilik perusahaan IT terkemuka yang dijuluki 'manusia komputer' karena dia memiliki ingatan yang kuat tentang apapun. Kemampuan photographic memory dan keberhasilan perusahannya yang tentu saja membuat dia arogan hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang perempuan yang mengaku pernah berhubungan intim dengannya di sebuah hotel. Perlahan-lahan Ipsit merasa kemampuan untuk mengingat seolah tergerus, sementara pekerjaan kacau dan tuntutan untuk bertanggung jawab atas tingkah laku di masa lalu mengejar-ngejarnya.

Film pendek ini jelas betul-betul diadaptasi dengan masa kini, sebuah periode yang tak dialami oleh penulisnya sendiri. Tetapi sutradara Mukherji bukan saja berhasil membuat cerita ini relevan dan 'masa kini', kita tetap melihat benang merah Ray yang selalu berpihak pada kaum marjinal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di dalam film pendek Bahurupia sang tokoh utama adalah lelaki berkacamata 'berpenampilan biasa' bernama Indrashish Shah (Kay Kay Menon). Seorang pegawai yang sering diabaikan di dalam kantornya, dibentak atasan, dibentak pemilik kos. Si lelaki berkacamata yang diam-diam mempunyai keahlian mendadani aktris-aktor –sebuah warisan yang diperoleh ibunya- kemudian memanfaatkan kemampuannya untuk berubah-ubah wajah.

Dengan dandanan, prostetik, dan wig, dia bisa berubah menjadi siapa saja sehingga orang-orang yang sembarangan menginjak harga dirinya bisa dia hajar bagai seekor ular yang diam-diam mematuk. Tetapi tentu saja Ray tak akan membiarkan cerita berhenti di sana, karena karma selalu terjadi. Segmen ini mungkin yang terbaik dan paling lengkap dari sisi cerita dan eksekusi, meski agak panjang.

Segmen "Spotlight" tentang seorang aktor terkenal Vikram Arora (Harshvardhan Kapoor) yang merasa jengkel karena perhatian dan sinar panggung masyarakat beralih pada seorang perempuan cantik bernama "Didi". Perempuan jelita itu dipercaya sebagai seorang figur 'sakti' yang dipuja khalayak. Ini satu-satunya segmen yang lucu dan manusiawi. Aktor Harshvardan Kapoor menampilkan seni peran yang bagus sebagai aktor arogan yang kemudian harga dirinya habis-habisan terkikis.

Keempat film pendek ini memperlihatkan Satyadjit Ray adalah seorang pendongeng hebat. Cerpen-cerpennya memperlihatkan dia pernah bereksperimen dengan berbagai genre: thriller, mistik, drama dengan berbagai tokoh yang ganjil. Para sutradara muda itu mengadaptasinya dengan India masa kini dengan baik dan relevan.

Bentuk antologi film pendek seperti ini mungkin salah satu format yang menarik dan tepat untuk beradaptasi di masa sulit seperti dua tahun terakhir. Selain kita berkenalan dengan karya klasik seniman besar seperti Ray, kita juga sekaligus bersentuhan dengan arah sutradara-sutradara India generasi masa kini.

LEILA S. CHUDORI

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

24 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024