Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Covid-19 dan Pertahanan Strategis

image-profil

Pengamat Pertahanan dan Keamanan

image-gnews
Kendaraan taktis bersiaga di pos penyekatan pembatasan mobilitas saat PPKM Darurat di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin, 5 Juli 2021. Aparat TNI dan Polisi melakukan penjagaan ketat dengan mensiagakan kendaraan taktis milik TNI dan Korps Brimob di pos penyekatan di Jalan Raya Lenteng Agung. TEMPO/M Taufan Rengganis
Kendaraan taktis bersiaga di pos penyekatan pembatasan mobilitas saat PPKM Darurat di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin, 5 Juli 2021. Aparat TNI dan Polisi melakukan penjagaan ketat dengan mensiagakan kendaraan taktis milik TNI dan Korps Brimob di pos penyekatan di Jalan Raya Lenteng Agung. TEMPO/M Taufan Rengganis
Iklan

Memasuki hari ke-12 penerapan PPKM Darurat, kasus Covid-19 di Indonesia belum melandai malah terus meroket. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga hari  Rabu, 14 Juli 2021, pukul 12.00 WIB, kasus baru Covid-19 bertambah 54.517 pasien. Angka tersebut memecahkan rekor sehari sebelumnya yang menembus 47.899 kasus. Tak terelakkan, berdasarkan data Worldometer, Indonesia langsung menjadi negara dengan pertambahan kasus tertinggi di seluruh dunia. Alhasil, hingga tanggal 14 Juli 2021, total konfirmasi positif di Indonesia menembus 2,67 juta.

Mengapa Indonesia mendadak mengalami ledakan kasus Covid-19, justru setelah proses vaksinasi berjalan relatif cukup baik? Bukankah kemunculan vaksin menjadi angin segar dan harapan baru bagi masyarakat untuk segera terbebas dari Covid-19.  Saya kira, narasi soal vaksin adalah salah satu penyebab yang berkontribusi atas tajamnya peningkatan kasus Covid-19.  Vaksinasi dipersepsi secara umum sebagai obat sekaligus antidot atas Covid-19. Walhasil, dengan mulai masifnya program vaksinasi dipersepsi sebagai masifnya program pengusiran Covid-19 di tanah air. Padahal, vaksin bukanlah obat untuk menangkal atau menyembuhkan, tapi untuk mempertinggi peluang bertahan tubuh saat berhadapan dengan penyebaran Covid-19. 

Dari data yang ada,  jumlah vaksinasi telah mencapai 31,5 juta dosis. Sementara, target vaksinasi nasional sebesar 181.554.465 (70% dari populasi masyarakat Indonesia). Pada Juni 2021, vaksinasi ditargetkan mencapai 700.000 dosis per hari, dan pada Juli 2021 diharapkan bisa mencapai 1 juta dosis per hari. Dengan demikian, jika semua terealisasi dengan baik, maka tahun ini dosis vaksin akan mencapai 70% dari populasi masyarakat Indonesia. 

Nah, jika data ini kemudian diinterpretasi dengan narasi yang kurang tepat tadi, maka pertama, praktis akan memperkuat persepsi publik bahwa Covid-19 akan segera hengkang dari tanah air. Kedua, masyarakat pelan-pelan akan mulai merasa bahwa berbagai bentuk restriksi bisa mulai diterabas, toh sudah semakin banyak orang yang divaksin alias sudah semakin sedikit potensi pembawa virus di tanah air. 

Selanjutnya masalah beban ekonomi masyarakat. Tak bisa dipungkiri bahwa berbagai kebijakan pembatasan mobilitas telah menggerogoti sendi-sendi perekonomian nasional dan kehidupan masyarakat. Beberapa aktifitas ekonomi di beberapa sektor bahkan berhenti, atau setidaknya menurun. Risikonya, lapangan pekerjaan berkurang, yang juga berarti bahwa pendapatan masyarakat juga menurun. 

Semua efek berantai tersebut sudah terbukti benar-benar merontokkan perekonomian nasional sampai ke angka minus. Sisi permintaan dan penawaran benar-benar tersungkur. Dan bagi masyarakat yang benar-benar terdampak, berdiam atau membatasi pergerakan bermakna sama dengan berhenti makan dan berhenti memberi nafkah keluarga. Masyarakat berada pada pilihan yang sangat sulit. Ibarat memakan buah simalakama. Jika dimakan, ibu meninggal. Tidak dimakan, bapak yang meninggal.

Pada tahun 2020 lalu,  pertumbuhan ekonomi secara tahunan tercatat minus 2,2 persen. Dari kuartal II sampai kuartal IV,  angka pertumbuhan mencatatkan angka minus berturut-turut,  yang berarti sinyal resesi sudah berbunyi.  Tak hanya sampai di situ,  kuartal pertama tahun ini,  ternyata raihan angka pertumbuhan juga masih buruk dan jauh dari harapan,  yakni masih merah dengan mencatatkan minus 0,74 persen.  Tapi sayangnya,  pemerintah nampaknya masih terlihat santai saja dengan raihan-raihan tersebut.  

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sementara di sisi lain,  pemerintah memang sedari awal cenderung memperlakukan Covid-19 sebagai masalah kesehatan dan ekonomi semata,  sehingga reaksi kebijakan yang muncul terbatas kepada kedua sektor tersebut.  Padahal,  setelah melihat lonjakan demi lonjakan kasus yang ada,, penyebaran Covid-19 sudah masuk kategori hidup dan mati masyarakat Indonesia. 

Artinya, reaksi yang diharapkan dari pihak pemerintah adalah reaksi strategis untuk membangun benteng pertahanan dan keamanan nasional layaknya didatangi musuh. Tak bisa dipungkiri,  reaksi institusi pertahanan dan keamanan, TNI dan Kepolisian,  terbukti jauh lebih efektif dalam mempercepat proses vaksinasi masyarakat,  ketimbang hanya bergantung kepada birokrasi sipil.  Kedua institusi ini pun memiliki hirarki yang menyebar luas sampai ke kecamatan dan desa-desa, dengan bobot keseganan publik yang juga cukup tinggi. 

Dalam disiplin hubungan internasional, agenda kesehatan merupakan salah satu agenda keamanan baru sebagai bagian dari perluasan agenda keamanan. Keamanan, tidak hanya berupa ancaman serangan militer terhadap suatu negara yang disebut dengan keamanan militer atau keamanan tradisional (military/traditional security). Dengan kata lain, keamanan juga dapat mengancam keselamatan manusia sebagai individu, kelompok, dan masyarakat dari berbagai sumber keamanan nonmiliter (non-military/non-traditional security) seperti bencana alam, kelangkaan sumber daya air dan energi, penyakit menular, dan sebagainya. 

Barry Buzan, Ole Waever, dan Jaap de Wilde dari Mazhab Copenhagen (Copenhagen School) menggariskan proponen perluasan agenda keamanan ini sejak akhir dasawarsa 1990-an. Perluasan yang dimaksud adalah terkait dengan obyek rujukan (referent object) yang terancam keamanannya. Pendeknya, isu keamanan bukan lagi tentang negara saja (state security), tetapi juga keamanan insani (human security).

Ke depan, dengan status darurat Covid-19 saat ini, pemerintah semestinya mulai memikirkan perluasan pendekatan tersebut dengan menjadikan isu pandemik sebagai isu pertahanan strategis nasional. Apalagi, melibatkan kedua institusi pertahanan dan keamanan secara aktif, terutama TNI,  dalam mengimplementasikan kebijakan vaksinasi dan PPKM, bahkan patroli keliling yang wajib dilakukan oleh anggota TNI dan Polri, misalnya,  akan jauh efektif dalam mendapatkan hasil yang lebih maksimal dan durasi waktu yang lebih pendek. Sebenarnya,  inilah kunci China dalam membersihkan Kota Wuhan di awal tahun lalu. Militer bergerak cepat dalam membendung pergerakan manusia, mengunci lokasi-lokasi yang diasumsikan berstatus bahaya, dan menjaganya sampai proses pembersihan selesai.  

Meskipun Indonesia tidak memberlakukan status Locked Down, Wuhan memberikan pelajaran kepada kita bahwa mereaksi penyebaran Covid 19-dengan pendekatan pertahanan strategis ternyata jauh lebih efektif dalam merealisasikan berbagai kebijakan mitigasi penyebaran Covid 19,  karena institusi pertahanan dan keamanan memang bekerja lebih efektif dan efisien di satu sisi dan masih memiliki gengsi yang sangat dipandang oleh publik di sisi lain.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024