COP26 Inggris: Perubahan Iklim Kian Nyata dan Serius

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste

Panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) seluas 41 meter x 40 meter terlihat dari atas di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, 16 Mei 2019. Penggunaan panel surya (solar cell) seluas 41 meter x 40 meter menghasilkan daya sebesar 220.000 watt per hari untuk memenuhi kebutuhan empat ribu santri dan ke depan dapat dioptimalkan untuk memproduksi daya lebih dari 1 juta watt. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Bertepatan dengan Hari Bumi, 22 April ini, kita mendapat kesempatan untuk merefleksikan kembali hubungan dengan alam. Bukti bahwa kita telah mengabaikan alam selama ini semakin nyata. Semua kegiatan ekonomi bergantung pada alam. Selama lebih dari seratus tahun, manusia secara dramatis meningkatkan emisi gas rumah kaca, mengurangi ruang alam liar yang selama ini tak tersentuh secara masif, serta meningkatkan konsumsi mereka secara luar biasa. Semua itu semakin mengancam keseimbangan alam.

Perubahan iklim menyebabkan bencana alam, kelaparan akibat musim kemarau yang berkepanjangan, kebakaran hutan, dan kehancuran terumbu karang karena meningkatnya suhu air laut. Naiknya permukaan air laut juga akan menyebabkan bencana banjir yang berulang dan lebih hebat. Semua tragedi ini dapat terus terulang dan menjadi semakin parah jika negara-negara di seluruh dunia tidak mengambil tindakan darurat untuk menjawab masalah yang diakibatkan oleh perubahan iklim.

Enam tahun lalu di Paris, pemimpin-pemimpin dunia dari 195 negara termasuk Inggris dan Indonesia berkomitmen dalam sebuah persetujuan bersejarah untuk mengatasi perubahan iklim. Mereka sepakat untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celsius bahkan untuk membatasi kenaikan suhu pada 1,5 derajat Celsius. Dunia telah mulai mengendalikan emisi, termasuk melalui penggunaan energi baru terbarukan. Namun kita perlu bergerak lebih cepat. Kita semua perlu berbagi tanggung jawab dan melakukan segala hal yang kita bisa untuk menjaga planet ini bersama-sama.

Pada November 2021 ini di Glasgow, Inggris akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB, COP26, dimana seluruh tokoh dan pemimpin dunia akan bertemu guna menyetujui aksi iklim yang lebih ambisius. Ajang ini merupakan kesempatan bagi kita untuk berjuang secara global dengan serius. COP26 akan menjadi konferensi tingkat tinggi terbesar yang pernah diadakan di Inggris—mengumpulkan kepala negara, para ahli iklim dan negosiator untuk menyetujui berbagai aksi yang terkoordinasi guna mengatasi perubahan iklim. Dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab ke Indonesia baru-baru ini, baik Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mau pun Presiden Joko Widodo menyampaikan dukungan mereka. Ini tentu saja sangat kami hargai.

COP26 untuk percepatan transisi energi

Sebagai tuan rumah COP26, Inggris bersama mitra utama Italia, mendapatkan mandat untuk mendorong kesuksesan diskusi yang efektif menuju net zero emission (emisi nol bersih). Kami berkomitmen untuk memimpin dengan teladan, dengan menunjukkan bahwa sangatlah mungkin untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan pada saat bersamaan mengatasi perubahan iklim. 

Pada 2019, Inggris merupakan negara pertama di Eropa yang menggunakan lebih banyak energi baru terbarukan dibanding energi fosil. Sejak tahun 1990, pertumbuhan ekonomi Inggris mencapai lebih dari 70 persen dan pada saat yang sama mengurangi emisi karbon sebanyak 42 persen, yang merupakan performa tertinggi di antara negara-negara G7. Inggris secara terus-menerus mengurangi penggunaan batu bara dan berhasil melewati 67 hari tanpa energi batu pada tahun 2020. Kontributor terbesar terhadap transisi energi bersih di Inggris adalah tenaga angin (bayu) – dan kini Inggris memiliki kapasitas pembangkit tenaga bayu lepas pantai (offshore wind) terbesar di dunia.

Kami berniat menggunakan posisi tuan rumah COP26 untuk menghasilkan kesepakatan antara berbagai negara guna menggunakan potensi energi bersih di sekitar kita—tenaga surya, bayu, panas bumi—dan untuk mempercepat transisi dari energi fosil menjadi energi bersih. Hal ini berarti kita harus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, sumber utama emisi karbon, termasuk pembangkit tenaga batu bara. Dan kita pasti bisa. Biaya sumber energi baru terbarukan terus menurun secara dramatis—misalnya harga tenaga surya telah berkurang sebanyak 82 persen sejak 2010 hingga 2019—yang membuat Badan Energi Internasional (International Energy Agency) berharap bahwa energi baru terbarukan akan dapat menggantikan batu bara sebagai sumber energi utama pada 2025.

Sebaliknya, Indonesia masih mengandalkan energi fosil dengan data dari PLN menyatakan bahwa 84 persen tenaga listrik yang dihasilkan didapat dari sumber energi fosil. Namun kini kita melihat langkah-langkah yang mendorong percepatan transisi energi dan kami menghargai komitmen Indonesia untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga fosil yang lama dengan pembangkit energi baru terbarukan, salah satu contohnya yaitu program penggantian diesel PLN, yang menandakan langkah yang signifikan dalam perjalanan transisi energinya. 

Selain diesel, terdapat potensi yang sama besarnya untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga batu bara yang tengah direncanakan Indonesia dalam rencana (pembangunan) sepuluh tahunnya. Tujuannya menghindari risiko konsentrasi karbon yang tinggi dan aset terlantar (stranded asset), serta dapat membuka potensi energi baru terbarukan Indonesia yang luar biasa besarnya, melebihi enam kali lipat dari total pasokan energi saat ini.

Langkah tersebut akan membantu Indonesia mencapai target 23 persen energi baru terbarukan dalam bauran energi utamanya pada tahun 2025, meningkatkan capaian energi baru terbarukan saat ini yang masih berada pada angka 11 persen. Meskipun hanya empat tahun waktu yang tersedia, Indonesia perlu mengambil langkah pada tingkat regulasi dan kebijakan untuk mencapai target yang diinginkan serta menarik lebih banyak investasi, terutama investasi dari pihak swasta di sektor ini.

Inggris dengan bangga mendukung perjalanan transisi Indonesia menuju masa depan energi rendah karbon yang berkelanjutan melalui program kemitraan Mentari (UK-Indonesia Low Carbon Energy Partnership).  Program ini memanfaatkan keahlian domestik maupun internasional untuk meningkatkan investasi dalam sektor energi baru terbarukan, khususnya di wilayah timur Indonesia guna membantu meningkatkan akses terhadap energi yang diperlukan bagi perkembangan ekonomi. Inggris juga memfasilitasi Dialog Mitra Energi Baru Terbarukan Indonesia (Friends of Indonesia Renewable Energy (FIRE) Dialogue) yang menjadi landasan antara komunitas internasional dan Indonesia untuk bekerja sama dalam mendukung percepatan transisi. Dalam tahun aksi iklim ini, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara adidaya energi dan pemimpin global dalam proses transisi meninggalkan bahan bakar fosil.

Energi baru terbarukan dapat memberikan dorongan bagi Indonesia untuk upaya pemulihan dari Covid-19 dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif melalui akses terhadap energi yang universal, terjangkau dan dapat diandalkan. Laporan LCDI (Low Carbon Development Initiative) dari Bappenas menunjukkan bahwa pertumbuhan tercepat yang dapat dicapai Indonesia adalah dengan membuat pilihan yang dapat mengurangi emisi karbondioksida—membangun perekonomian yang lebih sehat dalam jangka panjang. Saat ini, Indonesia baru memanfaatkan 2 persen dari potensi energi baru terbarukannya—sehingga potensi untuk melakukan perubahan yang cepat dan efisien sangatlah besar.

Kami menghargai pernyataan Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi Adaptasi Iklim 2021 pada bulan Januari, ketika beliau menggarisbawahi pentingnya komitmen global yang lebih kuat dalam mengatasi perubahan iklim, dan menghimbau seluruh bangsa untuk mengambil langkah luar biasa dalam memerangi perubahan iklim, termasuk dalam memenuhi Nationally Determined Contributions (NDC) dalam pengurangan emisi. Hal ini juga diikuti oleh inisiatif berharga dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya dalam merestorasi 600.000 hektar hutan bakau di seluruh Indonesia. Kami sangat berharap Indonesia dapat menetapkan target NDC yang ambisius dan strategi jangka panjang menjelang COP26.

Aksi gabungan kedua negara kita akan didorong dan didukung oleh proses multilateral. Dengan memenuhi dan mengimplementasikan Perjanjian Paris, kita dapat menunjukkan bahwa dunia mampu bekerja sama untuk memecahkan masalah yang sangat mendesak. Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang mampu membuat perbedaan besar pada dunia untuk dapat mencapai target yang ditetapkan di Paris atau tidak. Inggris selalu siap sedia mendukung upaya Indonesia dalam beradaptasi menuju perekonomian yang lebih bersih dan hijau dan lebih makmur.






Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

8 jam lalu

Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

Penembakan gas air mata oleh polisi yang menyebabkan tragedi Kanjuruhan harus diusut.


Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

3 hari lalu

Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

Kejahatan, kekerasan, dan perbudakan di kapal penangkap ikan terus terjadi. Bagaimana cara mencegahnya?


Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

4 hari lalu

Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari


Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

7 hari lalu

Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

Kasus korupsi Lukas Enembe menyingkap kesalahan pemerintah pusat dan daerah. Salah urus, dana otonomi khusus gagal menyejahterakan warga Papua.


Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

14 hari lalu

Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

Kasus kejahatan seksual terhadap anak merajalela. Selain menegakkan aturan, kampanye dan edukasi perlu digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat.


Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

18 hari lalu

Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

Aksi Bjorka tentu membuat lalu lintas perbincangan publik menjadi riuh, dari ruang istana, universitas, hingga warung kopi. Bjorka berhasil memecah ombak berbagai isu kejahatan yang sedang terjadi di negara ini.


Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

21 hari lalu

Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

Cerita Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, Revolusi Kemerdekaan, dan Revolusi lainnya, berawal dari rasa bosan dan jijik rakyat kepada kekuasaan yang sudah mulai melupakan akarnya.


Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

21 hari lalu

Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

Aksi peretasan Bjorka memberi pesan kelemahan sistem teknologi dan informasi pemerintah Indonesia. Darurat perlindungan data pribadi.


Di Balik "Amplop Kiai"

26 hari lalu

Di Balik "Amplop Kiai"

Sudah bukan rahasia, konflik terbuka itu merupakan buntut dari pernyataan tentang "amplop kiai" yang disampaikan Sumo saat acara Pembekalan Politik Cerdas Berintegritas di KPK beberapa waktu lalu. Protes keras terhadap Ketua Umum yang juga Meneg PPN dan Kepala Bappenas itu sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir.


Sebuah Hari Esok untuk Nana

27 hari lalu

Sebuah Hari Esok untuk Nana

Film terbaru karya Kamila Andini yang diangkat dari satu bab biografi ibunda Jais Darga. Sebuah puisi yang tampil dengan lirih sekaligus menyala.