Di Bawah Kuasa Preman

Oleh

Sejumlah tersangka yang dihadirkan saat rilis kasus premanisme oleh kelompok John Kei di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 22 Juni 2020. Akibat penyerangan, seorang satpam terluka karena tertabrak dan seorang pengemudi ojek online menderita luka tembak di bagian jempol. TEMPO/Muhammad Hidayat

KEBERADAAN preman dalam berbagai aspek kehidupan di Indonesia adalah cermin bobroknya sistem hukum kita. Polisi yang tak selalu hadir membuka ruang bagi preman untuk main hakim sendiri. Hukum yang tak diterapkan adil membuat jasa mereka terus dicari. Penjara yang tidak membuat jera menjadikan preman makin merajalela.

Di banyak kota besar, jejaring preman bersaing dalam bisnis jasa pengamanan lahan sengketa, penyewaan lahan parkir liar, pengamanan tempat hiburan, hingga penagihan utang. Kelompok-kelompok tersebut menggunakan kekerasan buat menyelesaikan masalah dan saling terkam untuk menjadi jawara di dunia bawah tanah.

Kehadiran mereka seolah-olah sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari dan baru dipersoalkan kembali ketika ada kasus besar yang menarik perhatian. Di antaranya ketika kelompok John Kei—salah satu grup preman besar di Jakarta—menyerang kelompok Nus Kei, pamannya sendiri, di Tangerang dan Jakarta Barat pada Juni lalu. Tindak kekerasan yang diduga dipicu sengketa pembagian uang hasil penjualan tanah di Ambon itu merenggut satu nyawa.

Bentrokan antarpreman semacam itu tentu bukan yang pertama. Kasus ini menjadi menarik justru karena terus berulang. Keberanian kelompok preman untuk saling serang di siang bolong, di tengah permukiman warga, lagi-lagi menunjukkan ketidakberdayaan sistem hukum kita dalam mengendalikan para mafia lokal ini. Dibui berulang kali pun bukan hal yang menakutkan bagi preman, tapi justru menjadi ajang naik kelas dan pembuktian diri. Para gembong preman bahkan dapat hidup nyaman di penjara sembari tetap menjalankan bisnis dari balik terali besi.

Eksistensi preman di Indonesia memang bisa dilacak sejak zaman kolonial Belanda. Keberadaan preman memuncak pada era Orde Baru, ketika mereka kerap dimanfaatkan untuk melancarkan kepentingan politik penguasa, termasuk menggembosi lawan-lawan pemerintah. Setelah reformasi 1998, meski tidak lagi melekat pada kekuasaan, kelompok preman masih kerap mendapat proyek politik atau ekonomi yang cukup mendatangkan fulus. Mereka cukup efektif untuk memobilisasi massa menjelang pemilihan umum ataupun pemilihan kepala darah atau menggelar aksi unjuk rasa bayaran.

Zaman sekarang, para preman sudah punya bendera organisasi kemasyarakatan resmi, dengan afiliasi politik tertentu dan kedekatan dengan kelompok pengusaha. Mereka bisa hadir dalam acara formal, bahkan berjabatan tangan dengan pejabat publik.

Makin normalnya eksistensi preman dalam panggung publik kita menunjukkan makin berantakannya norma hukum di negeri ini. Soalnya, preman hanya bisa eksis sepanjang masih ada praktik ilegal di bidang sosial, politik, dan ekonomi. Jasa perlindungan yang mereka tawarkan akan selalu laku selama warga tak percaya terhadap penegakan hukum. Preman bisa disewa untuk merebut aset orang lain, menagih utang, atau menyerang pesaing. Sepanjang hukum dinilai tak adil atau jauh dari jangkauan, keberadaan preman akan selalu relevan.

Itulah yang menyuburkan bisnis premanisme selama bertahun-tahun. Para jagoan bisa berganti, tapi esensi mereka tak memudar. Hercules dan kelompoknya, misalnya, menguasai Pasar Tanah Abang pada awal 1990-an sebelum disingkirkan kelompok Muhammad Yusuf Muhi alias Ucu Kambing pada 1996. Hercules lalu bergeser ke wilayah Jakarta Barat. Adapun John Kei menguasai sejumlah kawasan gelap di Ibu Kota.

Kunci untuk mengakhiri kejayaan preman ada pada penegakan hukum. Sistem peradilan kita tak boleh membiarkan preman mengambil alih tugas menjamin keamanan masyarakat. Hanya dengan cara itu, negara bisa menang melawan preman.






Training of Trainers (ToT) Segmen Kelompok Masyarakat di Kota Banda Aceh

2 hari lalu

Training of Trainers (ToT) Segmen Kelompok Masyarakat di Kota Banda Aceh

Mempersiapkan para calon trainers yang diharapkan dapat mengedukasi serta mengajak masyarakat mengenal dan memahami literasi digital


Mengapa Penggunaan MyPertamina untuk Menekan Subsidi BBM Diragukan

3 hari lalu

Mengapa Penggunaan MyPertamina untuk Menekan Subsidi BBM Diragukan

Efektivitas aplikasi MyPertamina dalam menekan subsidi masih diragukan. Penggunaan MyPertamina menimbulkan pertanyaan karena Pertamina sebelumnya sudah mengembangkan teknologi digital untuk mendeteksi kendaraan layak subsidi.


Gandeng Bawaslu Kota, MAFINDO dan KOMINFO Gelar Kelas Kebal Hoaks di Yogyakarta

3 hari lalu

Gandeng Bawaslu Kota, MAFINDO dan KOMINFO Gelar Kelas Kebal Hoaks di Yogyakarta

Kelas Kebal Hoaks yang diadakan MAFINDO berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama SiberKreasi dalam gerakan Makin Cakap Digital.


8 hari lalu

Jadwal Malaysia Open 2022 akan berlanjut Rabu, 29 Juni, dengan menghadirkan partai sisa babak pertama. Ada enam wakil Indonesia yang akan berlaga.


Hadapi Perubaan Iklim, Indonesia Siapkan Karbon Biru

8 hari lalu

Hadapi Perubaan Iklim, Indonesia Siapkan Karbon Biru

KKP jabarkan tiga strategi dalam menerapkan karbon biru.


Obi-Wan Kenobi, Munguak Kisah Sang Guru

9 hari lalu

Obi-Wan Kenobi, Munguak Kisah Sang Guru

Kisah Jedi terkemuka Obi-Wan Kenobi diangkat menjadi mini-seri. Mengungkap apa yang terjadi selama di persembunyian saat diburu pasukan Darth Vader.


Reaksi Kebablasan Promosi Holywings

10 hari lalu

Reaksi Kebablasan Promosi Holywings

Ketika protes itu diwujudkan dengan cara menggeruduk kafe Holywings, bahkan melakukan penyegelan, ini adalah tindakan yang tidak patut dan melanggar hak asasi.


10 hari lalu

Tak ada perubahan dalam posisi tiga besar klasemen MotoGP setelah balapan di Belanda. Quartararo yang gagal finis tetap ada di puncak.


Samudra Hartanto, Mantan Desainer Louis Vuitton Populerkan Batik di Paris

12 hari lalu

Samudra Hartanto, Mantan Desainer Louis Vuitton Populerkan Batik di Paris

Ia bertujuan agar batik menjadi lebih dekat dengan masyarakat Paris dan dapat digunakan sehari-hari.


Mentan Bawa Pertanian Cetak Tiga Kategori Rekor MURI

13 hari lalu

Mentan Bawa Pertanian Cetak Tiga Kategori Rekor MURI

Rekor untuk kesuksesan Gerakan IP400, penyelenggaran webinar sebanyak 478 episode, dan luasan lahan yang ditanam IP400 mencapai 10 ribu ha.