Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kemampuan Meningkatkan Produksi Minyak Nasional

image-profil

image-gnews
Iklan

Haposan Napitupulu
Mantan Deputi BP Migas

Hasil produksi minyak dan gas (migas) nasional diharapkan tidak hanya menjadi sumber penerimaan negara, tapi juga motor penggerak ekonomi nasional. Kebutuhan bahan bakar minyak domestik saat ini mencapai sekitar 1,78 juta barel per hari, sementara kapasitas kilang dalam negeri hanya sekitar 800 ribu barel per hari dan produksi minyak nasional 745 ribu barel per hari dengan nilai penurunan sekitar 3,8 persen per tahun.

Menurunnya produksi minyak nasional disebabkan oleh lebih rendahnya volume penemuan cadangan baru dibandingkan dengan volume yang diproduksi atau dikuras dari reservoir. Lapangan-lapangan penghasil minyak utama didominasi lapangan tua berumur di atas 25 tahun, seperti lapangan Minas, yang usianya lebih dari 75 tahun. Semakin tua lapangan minyak, semakin tinggi biaya produksinya dan berakibat meningkatnya cost recovery yang akan mengurangi penerimaan negara. Menurunnya produksi minyak akan meningkatkan volume impor dan memperlebar kesenjangan antara permintaan dan penawaran, yang berujung pada peningkatan defisit transaksi berjalan.

Namun, sebelum pandemi Covid-19 pun, iklim investasi hulu migas sudah tidak menarik. Meskipun potensi sumber daya migas masih cukup besar, lapangan yang mudah dan menguntungkan semakin terbatas. Upaya menemukan cadangan migas baru menjadi lebih sulit, menantang, dan berisiko serta membutuhkan teknologi dan investasi yang tinggi. Peluang menemukan cadangan migas yang ekonomis harus didukung dengan kegiatan eksplorasi secara masif, khususnya di daerah perbatasan yang berisiko dan berbiaya.

Kemampuan untuk melakukan kegiatan eksplorasi di blok-blok migas sulit ini hanya dimiliki perusahaan multinasional sekelas ExxonMobil, Chevron, Shell, dan lainnya. Perusahaan-perusahaan multinasional ini akan berbondong-bondong datang berinvestasi jika kondisi lingkungan usaha cukup bagus, insentifnya menarik, dan tidak birokratis.

Kegiatan eksplorasi secara masif oleh perusahaan multinasional terakhir dilakukan pada 2008-2013 di lepas pantai Papua. Biaya termahalnya mencapai lebih dari US$ 240 juta per sumur di Sumur Lengkuas-1, yang dibor oleh Murphy Oil. Sumur-sumur eksplorasi lainnya rata-rata berbiaya di atas US$ 100 juta per sumur. Mereka mampu melakukan eksplorasi dengan biaya tinggi karena umumnya mengalokasikan sekitar 20 persen dari laba ditahan untuk membiayai eksplorasi di area dengan risiko tinggi/ganjaran tinggi, seperti penemuan lapangan gas raksasa akhir-akhir ini di Mozambik dan Guyana.

Sudah saatnya kita mengundang perusahaan-perusahaan hulu migas multinasional yang memiliki pengalaman, teknologi, dan modal besar. Mereka akan mampu melakukan eksekusi hingga pengeboran secara masif di area-area perbatasan ataupun konvensional dengan konsep dan teknologi baru. Ada beberapa hal yang harus kita lalukan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pertama, menyiapkan hasil kajian geologi, geofisika, reservoir, dan produksi (GGR&P) secara komprehensif dari cekungan-cekungan lokasi blok eksplorasi yang ditawarkan. Ini untuk memudahkan para investor menilai prospek potensi cadangan migas di suatu cekungan dan mempercepat investor untuk memulai pelaksanaan kewajiban komitmen eksplorasi.

Kedua, meskipun pemerintah telah menyederhanakan proses perizinan, situasi di lapangan mungkin belum cukup nyaman bagi para investor. Untuk itu, penyederhanaan perizinan masih perlu dilakukan secara berkesinambungan karena isu-isu birokrasi yang dikeluhkan oleh investor akan menyebabkan ketidakpastian usaha bagi mereka.

Ketiga, menjaga kepastian hukum dan melaksanakan kontrak yang telah disepakati secara konsisten. Investor biasanya telah mengkaji berbagai aturan, termasuk syarat-syarat fiskal, sehingga ketidakkonsistenan terhadap pelaksanaan kontrak akan mengubah strategi dan perhitungan keekonomian. Terganggunya iklim investasi oleh timbulnya peraturan-peraturan baru yang tidak diduga oleh para investor dapat menyebabkan investor hengkang.

Keempat, "urun rembug" di kantor-kantor perusahaan migas multinasional di Amerika Serikat dan Eropa, seperti yang dilakukan Pertamina pada era Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1971. Langkah ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan mengenai iklim investasi hulu migas yang diharapkan para investor.

Bila hal itu dilakukan, butuh waktu paling sedikit 5-6 tahun bagi mereka untuk melakukan studi hingga eksplorasi. Jika berhasil menemukan cadangan minyak, mereka butuh waktu paling sedikit 5-7 tahun untuk mengembangkannya hingga berproduksi. Seandainya pemerintah mulai mengundang mereka pada 2021, produksi minyak paling cepat terealisasi pada 2031-2034.

Perhitungan di atas adalah skenario mempertahankan produksi minyak sebesar 745 ribu barel per hari. Pernyataan-pernyataan pemerintah, yang menyebutkan target produksi 1 juta barel per hari dengan penjelasan yang kualitatif tanpa memberikan informasi "jumlah kerja" yang akan dilakukan, hanya akan membingungkan para praktisi migas. Maka, sudah selayaknya kita memberikan target pencapaian yang realistis sehingga di kemudian hari, ketika sudah tidak menjabat lagi, khususnya pada 2030, kita akan diingat oleh generasi penerus kita.

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

4 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

17 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

18 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

19 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

20 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

25 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

53 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024