Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kritik

image-profil

Oleh

image-gnews
Iklan

Putu Setia
@mpujayaprema

Bagi sebagian rakyat, ada dua kewaspadaan yang bersifat nasional yang harus diperhitungkan hari-hari ini. Yang pertama tentu Covid-19, virus yang tak kelihatan wujudnya. Yang kedua, penyampaian kritik. Ini juga tak jelas apa kriterianya sehingga berurusan dengan polisi.

Coba ikuti kisah Ismail Ahmad. Warga Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, ini tak pernah menyangka bakal dipanggil polisi. Gara-ga­ranya dia mengunggah guyonan Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid. “Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng," itu guyonan Gus Dur yang sangat populer dan dikutip Ismail di akun Facebook-nya. Aki­batnya, Ismail dipanggil ke kantor polisi, diperiksa, dan diberkas. Ujungnya dia harus meminta maaf di sebuah konferensi pers setelah mengakui “tak senga­ja” menemukan kutipan Gus Dur itu.

Lalu ini kisah Bintang Emon. Komika muda berwajah polos ini mengunggah video sindiran terhadap tuntutan jaksa yang cuma setahun untuk penyi­ram air keras ke wajah Novel Baswedan. Emon mem­parodikan alasan jaksa memberi tuntutan ren­dah. Penyiram air keras itu “tak sengaja” menjadi­kan wajah Novel sebagai sasaran.

Emon diserang para buzzer. Bahkan kader Partai So­­lidaritas Indonesia, Charlie Wijaya, berniat melaporkan Emon ke Kementerian Komunikasi dan In­formatika. Syukurlah pengaduan tak berlanjut, apa­lagi laporan ke kantor polisi. Bahkan Charlie meminta maaf setelah Ketua PSI Tsamara menyebut tak mengenal Charlie. Toh, Emon harus direpotkan dengan berbagai serangan, antara lain menggunakan narkoba.

Kenapa polisi merasa tersindir? Pangkal masalah­nya memang berkaitan dengan polisi. Novel Baswe­dan, penyidik senior KPK itu, adalah mantan polisi. Kedua penyiram air keras, kalau benar mereka, ang­gota kepolisian aktif. Pembela tersangka juga polisi. Dan polisi bertahun-tahun direpotkan oleh kasus ini yang berujung tuntutan setahun dari jaksa.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Padahal pernah ada kasus penyiraman air keras di Mojokerto dengan korban pemandu lagu. Pelaku dihukum 12 tahun penjara. Itu jadi pembanding kenapa kasus Novel rada aneh. Tapi kenapa Ismail dan Emon yang jadi sasaran? Banyak orang, termasuk pakar pidana, yang mengkritik tajam tuntutan jaksa itu. Bahkan, dalam kasus Ismail, banyak yang mengutip guyonan Gus Dur. Putri-putri Gus Dur sampai heran: “Kalau saya mengunggah itu, diperik­sa pula enggak ya?”

Kritik di hari-hari ini serba tak jelas, sejauh mana pantas dilaporkan ke polisi. Dan siapa pula yang pantas melaporkannya. Farid Gaban, wartawan senior, mengkritik Menteri Koperasi Teten Masduki yang mengadakan kerja sama dengan toko ­online Blibli. “Rakyat bantu rakyat; penguasa bantu peng­usaha. Gimana nih Kang Teten Masduki? How long can you go?” Farid menulis di akun Twitter-nya. Lalu politikus Partai Solidaritas Indonesia, Mu­­an­nas Alaidid, melaporkan Farid ke Polda Metro Jaya. Farid dianggap menghina Menteri Koperasi, sementara Teten sendiri diam saja.

Adian Napitupulu mengkritik keras kebijakan Menteri BUMN. Sempat muncul isu Menteri Erick Thohir melaporkan Adian Napitupulu. Ternyata ini hoaks yang langsung dibantah Kepala Bagian Hu­­mas dan Protokol Kementerian BUMN. Apa yang benar? Adian, kader PDI Perjuangan itu, cuma dipang­gil Presiden Jokowi.

Mewaspadai “virus kritik” ini jadi sulit. Ter­gantung siapa yang mengkritik dan ke mana sasar­an kritik. Seberapa lama “pandemi kritik” ini? Entah. Mungkin perlu cuci tangan setelah menulis di media sosial. Lalu jaga jarak. Bukan saja jaga jarak dengan media sosial, tapi juga dengan pengua­sa.

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

23 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

50 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024