Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bandel

image-profil

Oleh

image-gnews
Iklan

Putu Setia
@mpujayaprema

Euforia new normal terjadi di seluruh pelosok negeri. Pusat-pusat perdagangan, dari mal sampai pasar tradisional, mulai dibuka. Pengelola tempat wisata juga berancang-ancang untuk membuka usahanya. Termasuk di daerah dengan kasus positif Covid-19 masih tinggi.

Sejumlah orang gembira ekonomi segera menggeliat. Tapi sejumlah lain cemas. Angka penambahan positif Covid-19 justru semakin naik. Euforia yang muncul tidak disertai dengan protokol kesehatan. Orang mulai ke luar rumah untuk sesuatu yang tak perlu amat. Tidak pula memakai masker. Banyak kerumunan yang mengabaikan jaga jarak. Mereka pantas diberi predikat dengan satu kata: bandel.

Pernahkah kita bertanya kenapa mereka bandel? Barangkali mereka mendapatkan informasi yang salah, yang kemudian dianggap benar karena kesalahan itu lama tak direvisi. Atau menafsirkan istilah dengan cara mereka sendiri, dengan wawasan khas masyarakat pedesaan yang sederhana. Misal, istilah berdamai atau hidup berdampingan dengan corona. Untuk apa ketat dengan protokol kesehatan kalau virus sudah bisa diajak berdampingan?

Penggunaan masker, misalnya. Di awal-awal pandemi corona, ada pejabat yang menyebutkan masker hanya digunakan oleh orang yang sakit. Atau oleh petugas medis. Orang sehat tak perlu pakai masker. Pesan itu tertanam di benak masyarakat, meski kemudian direvisi, semua orang harus memakai masker. Bahkan ada denda jika tak memakai masker di luar rumah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Awalnya dianjurkan pakai sarung tangan agar terlindung dari sentuhan yang diduga sudah dipenuhi virus karena disentuh banyak orang. Belakangan diminta jangan pakai sarung tangan. Justru di sarung tangan itu virus berkumpul dan kemudian menularkan sang pemakai dan orang yang kontak dengan pemakai sarung tangan. Sarung tangan hanya dipakai petugas medis, dan itu pun sekali pakai langsung dibuang.

Yang lebih serius, ada pernyataan seorang dokter yang dikutip dan disiarkan selebritas-karena itu jadi viral-bahwa virus corona tak akan menular lewat jenazah. Alasannya, virus hanya bisa hidup jika manusia sebagai inangnya juga hidup. Kalau inangnya mati, virus itu ya mati. Tanpa ada penjelasan seberapa lama tenggang waktu virus itu mati jika inangnya mati, masyarakat langsung menangkap pesan bahwa jenazah tak akan menularkan virus. Maka, orang pun minta agar jenazah Covid-19 dimakamkan secara wajar, sebagaimana jenazah orang yang meninggal karena sakit lainnya. Heboh terjadi ketika ada pemaksaan mengambil jenazah korban Covid-19. Mereka yang bandel memaksa mengambil jenazah itu, sampai diproses pidana oleh polisi.

Cobalah kita memposisikan diri sebagai masyarakat kelas bawah. Menolak rapid test itu ada alasannya. Ini bukan urusan bandel. Kalau hasilnya positif, karantina menanti. Padahal, banyak berita yang beredar-dan ini dibenarkan pemerintah-rapid test sering tak akurat. Ada sebuah kampung di Bali yang penduduknya semua dikarantina karena setelah di-rapid test hasilnya positif. Hebohnya bukan main. Dua hari kemudian datang kabar, ternyata alat rapid test-nya eror. Setelah diganti alat baru, hasilnya semua negatif. Kabar ini menyebar tapi minim penjelasan dari pemerintah kenapa alat penting itu ternyata bisa tak akurat.

Sistem komunikasi harus diperbaiki. Hindari penjelasan simpang siur, apalagi kebijakan yang saling bertentangan. Imbauan jaga jarak terus dikumandangkan tapi pembatasan penumpang angkutan umum dicabut. Ini kan aneh bin ajaib. Disiplin masyarakat perlu ditertibkan, tapi pemerintah juga jangan bandel, koordinasi harus baik.

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

17 jam lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

14 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

15 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

15 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

16 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

22 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

41 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

50 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024