Paris, Jazz dan Sekelompok Pemimpi

Oleh

Andre Holland dan Amandla Stenberg dalam The Eddy (2020)

Kali ini, Paris adalah segala yang diutarakan Malcom McLaren: “Jazz is Paris and Paris is jazz”. Tak ada Menara Eiffel, tak ada turis yang berkerumun di Louvre apalagi Champ Elysees. Dengan gaya dokumenter, kamera Eric Gautier bergerak menyorot sebuah pub jazz di 13th arrondissement,Paris milik seorang musisi jazz legendaris Elliot Udo (André Holland) dan Farid (Tahar Rahim). Pada episode pertama, kita diperkenalkan pada sosok Elliot, bukan saja sebagai pimpinan band jazz yang idealis –sangat menekankan kemurnian bunyi— tetapi sebuah sosok yang didera berbagai persoalan. Bukan saja dia sudah lama tak bermain instrumen musik apapun di depan publik karena didera sebuah tragedi, tapi selalu saja menekankan kemurnian jazz sembari tetap mencipta komposisi . Sambil memimpin band dan sesekali mengurus pub, Elliot menyembunyikan masalah pribadi yang menyangkut anak gadisnya; perceraian dengan isterinya hingga persoalan keuangan yang menggerogot kelangsungan hidup mereka. Itu semua terus menerus mencabik-cabik perhatiannya terutama setelah terjadinya kematian di dalam pub sehingga mereka semua diperiksa polisi.
Bagi yang sudah menyaksikan trailer mini seri yang terdiri dari delapan episode ini, apalagi dengan nama sutradara “La la Land” sebagai salah satu sutradara dari seluruh tim, maka yang terbayang adalah sebuah cerita yang menyenangkan dengan musik jazz, asap rokok, Paris dan anggur yang berlimpah. Tetapi tidak. Protagonis serial ini, Elliot Gudo, sejak awal adalah seorang lelaki penuh tragedi. Kehilangan besar dalam hidupnya membuat dia membuat pelbagai keputusan kacau dalam hidupnya, termasuk bagaimana dia menangani puteri remajanya Julie (Amandla Stenberg) yang lebih suka menyerahkan kekacauan hidupnya pada seks, narkoba dan mengacaukan segala yang perlahan dibangun bapaknya dan kelompok band yang berada di tubir perpecahan.

Setiap episode diberi sub judul dengan nama-nama tokoh dalam serial ini, misalnya “Elliot”, “Julie”, “Maya” dan seterusnya. Setiap episode akan memfokuskan pada nama-nama tokoh tersebut sekaligus mendorong plot utama: bagaimana mempertahankan kehidupan musik (sekaligus keluarga dan cinta); bagaimana mereka keluar dari lilitan utang; teror para preman dan sekaligus meniupkan ruh pada jazz yang mereka cintai itu. Semua digambarkan dengan gaya Cinéma Vérité, sebuah realita dalam realita tanpa kosmestik dan kekenesan Paris. Ini adalah orang-orang Paris yang berbeda, migran kulit putih bercampur baur dengan kulit berwarna. Bahasa Prancis bercampur bahasa Inggris dan bahasa Arab. Semua perbedaan itu tak ada arti karena yang menyatukan mereka adalah musik jazz dan cinta

Dari sisi ide dan sinematografi, serial ini adalah karya yang serius dan magnetik. Siapa yang tak akan tersedot dengan kisah dengan setting Paris, jazz dan cinta? Tetapi problem terbesar dari serial ini justru karakter tokoh-tokohnya, terutama Julie dan Elliot. Tentu saja kita paham Elliot ,sang komponis legendaris itu –seperti para maestro umumnya –adalah seorang lelaki ambisius yang sangat memikirkan dirinya sendiri. Kita juga mengenalnya sebagai seorang bapak yang mengalami tragedi keluarga yang mendalam, yang sukar disembuhkan oleh apapun. Tetapi perlakuan jalan cerita dan bangunan karakter Elliot tak kunjung membuat kita bersimpati, apalagi menyayanginya.

Tokoh Julie lebih menjengkelkan lagi. Dia digambarkan sebagai remaja perempuan tak terkendali. Bahwa dia anak yang terluka karena merasa ditolak ibunya dan tak diperhatikan ayahnya, lantas lari kesana kemari mencari seks dan narkoba, adalah sebuah jalan keluar yang klise. Tapi persoalannya bukan jalan keluar klise itu, melainkan karena tokoh Julie tak sedikitpun menampilkan sesuatu yang menarik. Sulit untuk bersimpati pada Julie karena pada akhirnya sepanjang delapan episode dia lebih tampak seperti anak orang kaya yang manja dan bodoh.

Kelemahan dan cacat dalam karakter adalah sesuatu yang manusiawi, tetapi karakterisasi Julie sedemikian menyebalkan sehingga sangat sulit untuk meneruskan tontonan seandainya tak ada tokoh-tokoh lain yang memberikan janji jalan cerita yang lebih menarik. Hal lain adalah, untuk apa memperkenalkan Julie dan alat musik klarinet pada episode awal jika pada akhirnya taka da lanjutan nasib klarinet dan bakat musiknya itu? Julie satu-satunya tokoh yang tak berkembang dan tak diperlakukan dengan serius oleh para pencipta cerita.

Musik dalam serial ini adalah salah satu yang diaransemen dengan serius dan menjadi daya tarik utama. Memang serial ini ternyata bukan sebuah karya musical fantasy seperti halnya “La La Land” atau bahkan drama musik seperti “Whiplash” (keduanya adalah karya Damien Chazelle sebelumnya yang membuat namanya melejit), namun membuat cerita yang realis tak berarti harus menyajikan problem demi problem yang tak kunjung selesai. Para tokoh dan penonton membutuhkan jeda, waktu bernapas dan sedikit keriaan.

Dan keriaan itulah yang tak kunjung muncul kecuali ketika pada menit-menit terakhir serial ini.

THE EDDY
Sutradara: Damien Chazelle, Houda Benyamina, Laila Marrakhchi, Alan Poul,
Skenario: Jack Thorne, Rachel Del-Lahay, Rebecca Lenkiewicz, Hamid Hlioua
Musik: Glen Ballard
Pemain: André Holland, Amandla Stenberg, Joanna Kulig, Tahar Rahim, Leïla Bekhti, Randy Kerber






Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

2 hari lalu

Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

Penembakan gas air mata oleh polisi yang menyebabkan tragedi Kanjuruhan harus diusut.


Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

5 hari lalu

Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

Kejahatan, kekerasan, dan perbudakan di kapal penangkap ikan terus terjadi. Bagaimana cara mencegahnya?


Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

6 hari lalu

Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari


Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

9 hari lalu

Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

Kasus korupsi Lukas Enembe menyingkap kesalahan pemerintah pusat dan daerah. Salah urus, dana otonomi khusus gagal menyejahterakan warga Papua.


Dukung Anies Baswedan jadi Presiden 2024, Fahira Idris: Agar Indonesia juga Merasakan Lompatan Kemajuan

11 hari lalu

Dukung Anies Baswedan jadi Presiden 2024, Fahira Idris: Agar Indonesia juga Merasakan Lompatan Kemajuan

Fahira Idris meyakini Anies Baswedan bisa membawa Indonesia melakukan lompatan kemajuan.


Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

15 hari lalu

Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

Kasus kejahatan seksual terhadap anak merajalela. Selain menegakkan aturan, kampanye dan edukasi perlu digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat.


Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

19 hari lalu

Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

Aksi Bjorka tentu membuat lalu lintas perbincangan publik menjadi riuh, dari ruang istana, universitas, hingga warung kopi. Bjorka berhasil memecah ombak berbagai isu kejahatan yang sedang terjadi di negara ini.


Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

22 hari lalu

Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

Cerita Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, Revolusi Kemerdekaan, dan Revolusi lainnya, berawal dari rasa bosan dan jijik rakyat kepada kekuasaan yang sudah mulai melupakan akarnya.


Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

22 hari lalu

Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

Aksi peretasan Bjorka memberi pesan kelemahan sistem teknologi dan informasi pemerintah Indonesia. Darurat perlindungan data pribadi.


Di Balik "Amplop Kiai"

27 hari lalu

Di Balik "Amplop Kiai"

Sudah bukan rahasia, konflik terbuka itu merupakan buntut dari pernyataan tentang "amplop kiai" yang disampaikan Sumo saat acara Pembekalan Politik Cerdas Berintegritas di KPK beberapa waktu lalu. Protes keras terhadap Ketua Umum yang juga Meneg PPN dan Kepala Bappenas itu sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir.