Inovasi di Kampus Kita

Koran Tempo

Enak dibaca dan perlu.

Dua mahasiswi melintas di dekat gedung fakultas kedokteran Universitas Udayana (UNUD) yang sepi aktivitas di Denpasar, Bali, Senin, 16 Maret 2020. Pemprov Bali menetapkan status siaga darurat wabah COVID-19 dan mengeluarkan edaran untuk mengurangi kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti instansi pemerintah, sekolah dan perguruan tinggi yang diberlakukan pada 16-30 Maret dan akan dievaluasi kembali. ANTARA

Perguruan tinggi semestinya menjadi pusat usaha dalam mengatasi wabah Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat-dua dari Tridharma Perguruan Tinggi-sudah selayaknya dikerahkan guna melawan wabah mematikan ini. Sejak wabah "resmi" masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020, sejumlah perguruan tinggi memang telah mengembangkan berbagai inovasi. Sederet temuan aplikatif dihasilkan. Beberapa karya mereka tidak kalah inovatif dibanding karya kampus-kampus di luar negeri. Di bidang sains, penelitian bervariasi, dari uji virus, perburuan bahan penangkal alami, hingga pengejaran vaksin. Di bidang sains terapan, ada robot perawat pasien Covid-19 buatan Universitas Airlangga, Surabaya, hingga mesin bantu pernapasan jinjing murah meriah buatan Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, dan Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Berbagai inovasi itu menunjukkan universitas bisa merespons cepat situasi darurat yang terjadi. Padahal kampus selama ini jauh dari kondisi ideal. Sebagian terkungkung dalam tradisi birokratis. Situasi inilah yang kemudian menjadi alasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem mencetuskan konsep "Kampus Merdeka", dengan tujuan mendekatkan bangku kuliah dengan dunia kerja. Melihat situasi saat ini, pemerintah semestinya tak melupakan pengembangan perguruan tinggi sebagai pusat riset dan ilmu pengetahuan. Menurut data Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, pada 2019, jumlah publikasi internasional hasil riset dan inovasi Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara. Begitu pula dalam hal jumlah paten. Jumlah peneliti juga terus bertambah, dari sekitar 2.000 peneliti pada 2018 menjadi 20.800 orang pada tahun berikutnya. Pemerintah semestinya memberi dukungan fasilitas dan infrastruktur. Yang tak kalah penting, pemerintah juga harus menyediakan dana yang memadai agar penelitian itu tak hanya besar dalam kuantitas, melainkan juga unggul dalam kualitas. Sayangnya, anggaran riset yang diberikan tak sampai 0,25 persen dari produk domestik bruto. Bandingkan dengan anggaran riset Vietnam yang besarnya 0,44 persen dari PDB, Thailand 0,78 persen, dan Malaysia 1,3 persen. Yang juga penting adalah memberi dukungan dan insentif agar hasil riset dan inovasi itu bisa memberi manfaat bagi peneliti. Dengan begitu, peneliti diharapkan bisa hidup layak. Sudah menjadi rahasia umum, di Indonesia peneliti merupakan profesi "kering" sehingga tak banyak yang berminat menggelutinya. Pemerintah juga seharusnya menjadikan hasil riset dan inovasi sebagai rujukan dalam merumuskan kebijakan. Sejauh ini, hal itu jauh panggang dari api. Hal ini seperti yang ditunjukkan oleh hasil kajian Doing Research Assessment oleh Centre for Innovation Policy and Governance pada 2019. Kajian terhadap responden dari kalangan peneliti, pengelola riset, serta pembuat kebijakan di pusat dan daerah itu menunjukkan pembuatan kebijakan di Indonesia tak didukung oleh riset kuat. Pandemi global corona sudah selayaknya menjadi momentum buat memperkuat tradisi ilmiah di perguruan tinggi kita. Kampus bukan sekadar tempat untuk menyiapkan mahasiswa ke dunia kerja. Benar, jumlah alumnus yang kelak akan memasuki dunia penelitian relatif kecil dibanding mereka yang memilih profesi lain. Namun mereka pun perlu mendapat sokongan agar kelak kita tidak lagi tergagap-gagap ketika menghadapi wabah besar seperti corona.






Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

8 jam lalu

Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

Penembakan gas air mata oleh polisi yang menyebabkan tragedi Kanjuruhan harus diusut.


Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

3 hari lalu

Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

Kejahatan, kekerasan, dan perbudakan di kapal penangkap ikan terus terjadi. Bagaimana cara mencegahnya?


Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

4 hari lalu

Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari


Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

7 hari lalu

Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

Kasus korupsi Lukas Enembe menyingkap kesalahan pemerintah pusat dan daerah. Salah urus, dana otonomi khusus gagal menyejahterakan warga Papua.


Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

14 hari lalu

Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

Kasus kejahatan seksual terhadap anak merajalela. Selain menegakkan aturan, kampanye dan edukasi perlu digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat.


Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

18 hari lalu

Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

Aksi Bjorka tentu membuat lalu lintas perbincangan publik menjadi riuh, dari ruang istana, universitas, hingga warung kopi. Bjorka berhasil memecah ombak berbagai isu kejahatan yang sedang terjadi di negara ini.


Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

21 hari lalu

Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

Cerita Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, Revolusi Kemerdekaan, dan Revolusi lainnya, berawal dari rasa bosan dan jijik rakyat kepada kekuasaan yang sudah mulai melupakan akarnya.


Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

21 hari lalu

Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

Aksi peretasan Bjorka memberi pesan kelemahan sistem teknologi dan informasi pemerintah Indonesia. Darurat perlindungan data pribadi.


Di Balik "Amplop Kiai"

26 hari lalu

Di Balik "Amplop Kiai"

Sudah bukan rahasia, konflik terbuka itu merupakan buntut dari pernyataan tentang "amplop kiai" yang disampaikan Sumo saat acara Pembekalan Politik Cerdas Berintegritas di KPK beberapa waktu lalu. Protes keras terhadap Ketua Umum yang juga Meneg PPN dan Kepala Bappenas itu sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir.


Sebuah Hari Esok untuk Nana

27 hari lalu

Sebuah Hari Esok untuk Nana

Film terbaru karya Kamila Andini yang diangkat dari satu bab biografi ibunda Jais Darga. Sebuah puisi yang tampil dengan lirih sekaligus menyala.