Jangan Terlena Penurunan Jumlah Pasien Corona

Koran Tempo

Enak dibaca dan perlu.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengungkapkan kasus meninggal dunia akibat virus corona tipe baru di Indonesia paling banyak berada pada rentang usia 30-59 tahun. ANTARA

Tren perlambatan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir tentu melegakan. Tapi kita harus tetap kritis. Angka penurunan memang sempat terjadi. Namun pakar epidemiologi menduga penurunan itu karena efek pelaksanaan pemeriksaan yang terbatas.

Hal itu bisa dilihat dari masih meningkatnya jumlah PDP (pasien dalam pengawasan). Jika angka PDP meningkat, ada kemungkinan penurunan jumlah pasien baru itu disebabkan oleh minimnya jumlah orang yang diperiksa. Kalau yang dites semakin sedikit, kasus yang terkonfirmasi juga turun.

Di sini akurasi data menjadi penting. Data kasus positif, jumlah pasien, korban meninggal, dan data lain yang ada kaitannya dengan penanganan pandemi ini harus benar-benar akurat. Salah satu caranya adalah melakukan pemeriksaan semasif mungkin.

Besar atau kecilnya penambahan kasus harian sangat dipengaruhi jumlah pemeriksaan yang dilakukan. Dengan masih sedikitnya pemeriksaan, penambahan jumlah kasus harian di DKI Jakarta yang mengalami perlambatan saat ini belum merepresentasikan skala penularan di masyarakat.

Kita perlu mendorong pemerintah terus memperluas dan mempercepat penapisan Covid-19. Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah uji penapisan terendah dibanding total populasi. Menurut Worldometers.info, Indonesia saat ini memiliki rasio pengujian 291 per 1 juta penduduk. Sebagai perbandingan, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Singapura masing-masing memiliki rasio pengujian 17.277, 11.869, dan 20.815 tes Covid-19 per 1 juta penduduk.

Rendahnya jumlah penapisan dapat mempengaruhi akurasi gambaran besar pandemi Covid-19 di Tanah Air. Dengan memiliki data akurat orang yang positif terinfeksi, termasuk persebaran kasus, pencegahan penularan dapat lebih efektif dan tepat sasaran.

Di sisi lain, klaim bahwa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) efektif menekan laju penyebaran virus corona tidak bisa ditelan mentah-mentah. Secara teori, pembatasan sosial memang bisa menekan transmisi penularan virus. Namun hal itu belum sepenuhnya terjadi di Jakarta, episenter dan daerah pertama yang menjalankan PSBB.

Salah satu indikator keberhasilan pembatasan sosial adalah berkurangnya transportasi. Untuk indikator ini belum bisa disebut maksimal karena masih 70 persen pembatasan transportasi yang harus diperbaiki di Jakarta. Di luar faktor transportasi, efektivitas PSBB juga belum optimal. Saat ini baru 60 persen keluarga yang "tetap di rumah", sedangkan sisanya masih keluyuran.

Karena itu, perlambatan jumlah pasien Covid-19 di Jakarta jangan membuat kita terlena. Ini baru indikator awal yang seharusnya memompa kita lebih berdisiplin menerapkan PSBB. Perang melawan Covid-19 belum selesai. Apalagi perang itu semakin luas ke daerah. Semua provinsi di Indonesia telah terpapar virus corona. Jumlah orang yang terkonfirmasi positif secara nasional terus meningkat.

Pemerintah menargetkan jumlah pasien positif corona di Indonesia turun drastis pada Juni mendatang. Sehingga pada Juli mendatang wabah Covid-19 berakhir dan masyarakat di seluruh Tanah Air bisa beraktivitas secara normal. Namun, kalau kita tidak berdisiplin dalam memerangi Covid-19 hingga ke daerah-daerah, target itu bisa tak tercapai. Kalaupun angka penurunan di Ibu Kota terjadi, Indonesia bukan hanya Jakarta.






Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

2 hari lalu

Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

Penembakan gas air mata oleh polisi yang menyebabkan tragedi Kanjuruhan harus diusut.


Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

5 hari lalu

Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

Kejahatan, kekerasan, dan perbudakan di kapal penangkap ikan terus terjadi. Bagaimana cara mencegahnya?


Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

6 hari lalu

Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari


Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

9 hari lalu

Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

Kasus korupsi Lukas Enembe menyingkap kesalahan pemerintah pusat dan daerah. Salah urus, dana otonomi khusus gagal menyejahterakan warga Papua.


Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

15 hari lalu

Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

Kasus kejahatan seksual terhadap anak merajalela. Selain menegakkan aturan, kampanye dan edukasi perlu digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat.


Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

19 hari lalu

Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

Aksi Bjorka tentu membuat lalu lintas perbincangan publik menjadi riuh, dari ruang istana, universitas, hingga warung kopi. Bjorka berhasil memecah ombak berbagai isu kejahatan yang sedang terjadi di negara ini.


Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

22 hari lalu

Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

Cerita Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, Revolusi Kemerdekaan, dan Revolusi lainnya, berawal dari rasa bosan dan jijik rakyat kepada kekuasaan yang sudah mulai melupakan akarnya.


Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

22 hari lalu

Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

Aksi peretasan Bjorka memberi pesan kelemahan sistem teknologi dan informasi pemerintah Indonesia. Darurat perlindungan data pribadi.


Di Balik "Amplop Kiai"

27 hari lalu

Di Balik "Amplop Kiai"

Sudah bukan rahasia, konflik terbuka itu merupakan buntut dari pernyataan tentang "amplop kiai" yang disampaikan Sumo saat acara Pembekalan Politik Cerdas Berintegritas di KPK beberapa waktu lalu. Protes keras terhadap Ketua Umum yang juga Meneg PPN dan Kepala Bappenas itu sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir.


Sebuah Hari Esok untuk Nana

29 hari lalu

Sebuah Hari Esok untuk Nana

Film terbaru karya Kamila Andini yang diangkat dari satu bab biografi ibunda Jais Darga. Sebuah puisi yang tampil dengan lirih sekaligus menyala.