Jangan Gegabah Turunkan Harga BBM

Oleh

Papan harga penjualan bahan bakar di SPBU Pertamina kawasan Kuningan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. Pertamina Dex turun harga dari semula Rp 11.700 menjadi Rp 10.200 per liter, dan Dexlite turun harga dari semula Rp 10.200 menjadi Rp 9.500 per liter. Tempo/Tony Hartawan

PEMERINTAH tak perlu buru-buru menurunkan harga bahan bakar minyak. Pasar minyak memang sedang ambruk akibat merosotnya permintaan di tengah pandemi Covid-19. Tapi bandul ekonomi global masih berayun tak tentu arah. Harga minyak mentah dan gasolin yang sekarang murah bisa berbalik dalam sekejap.

Permintaan terhadap minyak sebenarnya sudah melorot sejak Covid-19 memukul Cina, Januari lalu. Lambannya negara-negara penghasil minyak mencapai kesepakatan pemangkasan produksi membuat kondisi pasar makin runyam. Minyak terus membanjiri pasar, sementara permintaan terus merosot akibat pandemi. Inilah yang mengakibatkan minyak West Texas Intermediate di pasar berjangka New York Mercantile Exchange sempat diperdagangkan dengan harga minus, US$ -37 per barel, pada awal pekan lalu.

Dewan Perwakilan Rakyat mendesak Pertamina segera menurunkan harga BBM. Mereka berdalih masyarakat yang kini terkena dampak Covid-19 membutuhkan BBM murah. Namun pemerintahlah yang menentukan harga BBM tertentu, seperti Premium dan solar. Permintaan Dewan itu seolah-olah benar, tapi pasar bisa sangat liar. Arab Saudi dan Rusia telah bersepakat memangkas produksi pada Mei dan Juni mendatang. Jika hal itu juga diikuti Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC), produksi akan dicekik dan harga akan membal ke atas dalam sekejap.

Keterburu-buruan hanya akan menimbulkan komplikasi. Sebab, jika harga minyak dunia kembali melonjak, tak akan mudah bagi pemerintah untuk menaikkan lagi harga BBM. Inflasi bakal melonjak, daya beli masyarakat bisa turun, hingga akhirnya berpotensi memicu kegaduhan politik. Sebaliknya, jika harga tak dinaikkan, beban keuangan negara bakal membengkak-yang pada akhirnya akan ditanggung Pertamina.

Dalam jangka pendek, harga BBM memang belum layak diturunkan. Bahan bakar minyak di terminal penjualan Pertamina sekarang ini merupakan produk hasil pengadaan terdahulu, ketika harga masih relatif lebih tinggi. Terlebih nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah. Dibanding kurs awal tahun, rupiah telah melemah sekitar 19 persen. Jika harga BBM cepat-cepat diturunkan, Pertamina bukannya untung, malah bisa buntung.

Dampak Covid-19 terhadap Pertamina memang luar biasa. Pendapatan perseroan dari bisnis hulu hingga hilir sepanjang tahun ini diperkirakan tergerus 29-39 persen. Kondisi ini akan menambah beban Pertamina yang selama ini sudah berdarah-darah akibat berbagai kebijakan populis pemerintah, dari penugasan penjualan BBM satu harga hingga dibukanya kembali penyaluran Premium.

Perusahaan minyak negara ini sudah lama kerdil tak fleksibel merespons perubahan pasar. Lihat saja sekarang ini, kapasitas kilang dan tangki penampung minyak yang sudah lama tak bertambah telah mengganjal niat Pertamina untuk memborong minyak mentah dan gasolin ketika harga sedang rontok. Padahal, dengan harga pengadaan yang murah, perseroan berpeluang besar menangguk untung di masa mendatang.

Hambatan tersebut membuka persoalan lain yang lebih mendesak: meningkatkan kapasitas cadangan energi strategis nasional. Untuk menjalankannya, Pertamina harus dipastikan tetap sehat. Sebaliknya, Pertamina juga harus transparan menjalankan rencananya meminjam tangki dan menyewa tanker untuk menampung minyak impor. Selama ini, kita tahu, kerugian Pertamina juga disebabkan oleh para pemburu rente yang memanfaatkan beragam strategi bisnis perusahaan.






Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

1 hari lalu

Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

Penembakan gas air mata oleh polisi yang menyebabkan tragedi Kanjuruhan harus diusut.


Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

4 hari lalu

Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

Kejahatan, kekerasan, dan perbudakan di kapal penangkap ikan terus terjadi. Bagaimana cara mencegahnya?


Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

6 hari lalu

Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari


Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

9 hari lalu

Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

Kasus korupsi Lukas Enembe menyingkap kesalahan pemerintah pusat dan daerah. Salah urus, dana otonomi khusus gagal menyejahterakan warga Papua.


Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

15 hari lalu

Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

Kasus kejahatan seksual terhadap anak merajalela. Selain menegakkan aturan, kampanye dan edukasi perlu digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat.


Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

19 hari lalu

Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

Aksi Bjorka tentu membuat lalu lintas perbincangan publik menjadi riuh, dari ruang istana, universitas, hingga warung kopi. Bjorka berhasil memecah ombak berbagai isu kejahatan yang sedang terjadi di negara ini.


Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

22 hari lalu

Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

Cerita Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, Revolusi Kemerdekaan, dan Revolusi lainnya, berawal dari rasa bosan dan jijik rakyat kepada kekuasaan yang sudah mulai melupakan akarnya.


Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

22 hari lalu

Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

Aksi peretasan Bjorka memberi pesan kelemahan sistem teknologi dan informasi pemerintah Indonesia. Darurat perlindungan data pribadi.


Di Balik "Amplop Kiai"

27 hari lalu

Di Balik "Amplop Kiai"

Sudah bukan rahasia, konflik terbuka itu merupakan buntut dari pernyataan tentang "amplop kiai" yang disampaikan Sumo saat acara Pembekalan Politik Cerdas Berintegritas di KPK beberapa waktu lalu. Protes keras terhadap Ketua Umum yang juga Meneg PPN dan Kepala Bappenas itu sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir.


Sebuah Hari Esok untuk Nana

28 hari lalu

Sebuah Hari Esok untuk Nana

Film terbaru karya Kamila Andini yang diangkat dari satu bab biografi ibunda Jais Darga. Sebuah puisi yang tampil dengan lirih sekaligus menyala.