Kritiklah Daku Kau Kubokong

Koran Tempo

Enak dibaca dan perlu.

Ravio Patra, Diretas Sebelum Ditangkap

SIAPA PUN pelakunya, peretasan terhadap sejumlah aktivis dengan maksud untuk membungkam kritik merupakan sikap anti-demokrasi.

Peretasan terhadap akun aplikasi percakapan milik Ravio Patra hanyalah satu contoh. Pekan lalu, seseorang membajak akun WhatsApp peneliti kebijakan publik itu, lalu mengirim pesan berantai berisi ajakan untuk menjarah. Hari itu juga, polisi meringkus Ravio. Sulit untuk tak mengaitkan peristiwa itu dengan sejumlah tulisan Ravio yang mengkritik benturan kepentingan Staf Khusus Presiden dan buruknya pengelolaan data Covid-19. Sempat tak dapat dihubungi penasihat hukumnya, sehari kemudian Ravio dibebaskan polisi dengan status saksi.

Dalam dua pekan terakhir, belasan aktivis pro-demokrasi juga menjadi korban serangan cyber beraroma politik. Mereka di antaranya adalah peneliti SAFENet, Damar Juniarto; Koordinator Jaringan Advokasi Tambang, Merah Johansyah Ismail; Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Fajar Adi Nugroho; dan juru bicara Gejayan Memanggil, Syahdan Husein. Sulit mempercayai pembobolan serentak ini dilakukan tanpa sengaja terhadap mereka yang konsisten mengkritik pemerintah, termasuk menolak Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja alias omnibus law.

Modus serupa pernah terjadi pada September tahun lalu. Ketika itu, nomor telepon seluler dan akun media sosial puluhan aktivis serta akademikus penolak revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi dibajak. Puluhan akun tak dikenal masuk grup-grup percakapan yang dibikin para pegiat antikorupsi untuk mengkoordinasikan perlawanan.

Muncul wasangka: peretasan itu dilakukan aparat negara. Polisi hingga kini belum membuka siapa pembajak akun WhatsApp Ravio. Pelaku peretasan akun aktivis lainnya juga gelap gulita. Jika benar tak terlibat, aparat semestinya sigap mencari pelaku agar tak dituding melakukan atau mengotaki serangan itu.

Jika pembokongan dilakukan aparat, ini merupakan perbuatan pengecut. Lazimnya, aksi anonim dilakukan oleh mereka yang lemah dan tanpa kekuasaan. Sedangkan negara, dengan wewenang yang besar, tak perlu main bokong. Seseorang yang menghasut orang lain untuk menjarah tentu dapat dihukum. Tapi membajak akun, lalu menangkap pemilik akun atas dasar pesan palsu, merupakan perbuatan kampungan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika selayaknya mengungkap perbuatan berbahaya itu. Kementerian, misalnya, dapat mendesak penyedia jasa layanan Internet dan pengelola aplikasi untuk mengidentifikasi sumber teror. Itu bukan hal yang mustahil. Pada November 2019, penyelidikan internal WhatsApp mengungkap dugaan keterlibatan NOS Group, perusahaan asal Israel, yang menyediakan spyware untuk meretas sedikitnya 1.400 telepon seluler di empat benua. Meski tak diungkapkan secara detail, pemesan perangkat lunak untuk mencuri informasi itu, di antaranya, berasal dari Indonesia.

Divisi Profesi dan Pengamanan Polri harus bertindak jika ada anggota kepolisian yang terlibat. Kepala Polri juga tak perlu ragu menegakkan aturan jika perbuatan tercela itu dilakukan lembaga lain. Bila Polri tak bergigi, Presiden harus memastikan tak ada organisasi penegak hukum yang bermain di luar koordinasi. Presiden mesti memerintahkan pengusutan kasus ini bila ia tak mau dituduh mengambil manfaat atas kriminalisasi warga sipil yang kritis terhadap kebijakan pemerintah.






Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

2 hari lalu

Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

Penembakan gas air mata oleh polisi yang menyebabkan tragedi Kanjuruhan harus diusut.


Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

5 hari lalu

Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

Kejahatan, kekerasan, dan perbudakan di kapal penangkap ikan terus terjadi. Bagaimana cara mencegahnya?


Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

6 hari lalu

Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari


Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

9 hari lalu

Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

Kasus korupsi Lukas Enembe menyingkap kesalahan pemerintah pusat dan daerah. Salah urus, dana otonomi khusus gagal menyejahterakan warga Papua.


Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

15 hari lalu

Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

Kasus kejahatan seksual terhadap anak merajalela. Selain menegakkan aturan, kampanye dan edukasi perlu digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat.


Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

19 hari lalu

Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

Aksi Bjorka tentu membuat lalu lintas perbincangan publik menjadi riuh, dari ruang istana, universitas, hingga warung kopi. Bjorka berhasil memecah ombak berbagai isu kejahatan yang sedang terjadi di negara ini.


Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

22 hari lalu

Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

Cerita Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, Revolusi Kemerdekaan, dan Revolusi lainnya, berawal dari rasa bosan dan jijik rakyat kepada kekuasaan yang sudah mulai melupakan akarnya.


Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

22 hari lalu

Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

Aksi peretasan Bjorka memberi pesan kelemahan sistem teknologi dan informasi pemerintah Indonesia. Darurat perlindungan data pribadi.


Di Balik "Amplop Kiai"

27 hari lalu

Di Balik "Amplop Kiai"

Sudah bukan rahasia, konflik terbuka itu merupakan buntut dari pernyataan tentang "amplop kiai" yang disampaikan Sumo saat acara Pembekalan Politik Cerdas Berintegritas di KPK beberapa waktu lalu. Protes keras terhadap Ketua Umum yang juga Meneg PPN dan Kepala Bappenas itu sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir.


Sebuah Hari Esok untuk Nana

29 hari lalu

Sebuah Hari Esok untuk Nana

Film terbaru karya Kamila Andini yang diangkat dari satu bab biografi ibunda Jais Darga. Sebuah puisi yang tampil dengan lirih sekaligus menyala.