Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pulang Kampung

image-profil

Oleh

image-gnews
Suasana sepi di Stasiun Senen, Jakarta, Jumat, 24 April 2020. PT KAI memberhentikan sementara perjalanan kereta api jarak jauh dari tanggal 24-30 April dikarenakan pemerintah telah menetapkan larangan mudik guna memutus penyebaran Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat
Suasana sepi di Stasiun Senen, Jakarta, Jumat, 24 April 2020. PT KAI memberhentikan sementara perjalanan kereta api jarak jauh dari tanggal 24-30 April dikarenakan pemerintah telah menetapkan larangan mudik guna memutus penyebaran Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat
Iklan

Putu Setia
@mpujayaprema

Rasanya kita tak perlu meneruskan debat tentang apa beda pulang kampung dengan mudik. Tak perlu bertanya ke ahli bahasa, pun bertanya ke politikus. Fokus saja ke soal pemutusan penularan wabah virus corona atau Covid-19 lewat pergerakan orang.

Kita tahu virus ini adalah makhluk-kata makhluk pun bisa diperdebatkan-yang paling adil di muka bumi. Corona tak membedakan orang kaya dan miskin, wali kota dan menteri. Semua bisa diserang. Barangkali si corona tertawa terbahak-bahak jika kita sibuk mencari apa beda pulang kampung dengan mudik.

Bagi corona, yang penting adalah apa yang dilakukan saat orang pulang kampung dan mudik. Pulang kampung adalah pergerakan orang dari kota ke desa. Mudik adalah pergerakan orang menuju udik yang diartikan desa atau kampung. Apa yang beda? Pergerakan orang itu bisa lewat jalan darat, laut, dan udara. Kenapa kalau mudik dilarang membawa mobil sendiri, tak boleh lewat jalan tol, tak ada angkutan umum dan kereta api? Kenapa kalau pulang kampung bebas? Apakah corona bisa memilih yang mana ditulari, yang mudik apa yang pulang kampung?

Istilah pulang kampung dan mudik jangan-jangan untuk menutupi kelemahan pendataan pergerakan penduduk di negeri yang luas ini. Jadi, tak ada urusan dengan wabah corona. Banyak orang desa yang mengadu nasib ke kota, berdempet-dempet di rumah petak yang sewanya murah. Keluarga ditinggal di kampung. Mereka tidak pindah domisili dengan berganti kartu tanda penduduk. Mereka pulang secara berkala. Pergerakan itu disebut pulang kampung, seperti juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam sebuah acara talk show di televisi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lalu, ada orang desa yang merantau ke kota dengan keterampilan lebih dan bisa mendapatkan pekerjaan bagus. Mereka memboyong keluarganya, membangun rumah sendiri, dan anak-anak mereka bersekolah di kota. Data kependudukan mereka pun berpindah. Nah, mereka ini suatu saat, pada hari yang tepat seperti Lebaran, menengok kampung halamannya, bertemu keluarga dan bersilaturahmi. Mereka disebut mudik.

Saat ini, wabah corona sedang mengganas, kelompok yang mau mudik dilarang karena berjubelnya orang menyulitkan pengawasan. Ini bagus untuk memutus penyebaran virus. Tapi kenapa kelompok pulang kampung dibiarkan bebas? Kalau pulang kampung bersamaan, tentu berjubel juga, lalu apa bedanya dengan mudik? Risiko penyebaran virus sama saja, karena corona tidak pandang bulu.

Nah, jangan-jangan ada ketakutan lain di luar urusan virus, yakni sulit membantu penduduk yang terkena dampak ekonomi. Bahasa sederhananya, sulit menyalurkan bantuan sosial bagi penduduk "kelompok pulang kampung", karena identitas mereka tak tercatat di tempat mereka meraih rezeki.

Jika masalahnya di sini, wabah corona telah memberi pelajaran. Harus diciptakan sistem agar pekerja musiman yang sewaktu-waktu pulang kampung itu terdata di tempat mereka mencari nafkah. Buruh bangunan dari Garut, orang Tegal yang berjualan di kaki lima Jakarta, dan banyak contoh lain, harusnya terdata selama mereka berada di Ibu Kota. Kalau pendataan ini ada, lalu ada bencana di mana mereka secara ekonomi harus dibantu, pemerintah mudah menyalurkan bantuan sosial. Mereka pasti menurut untuk tidak pulang kampung, karena yakin tidak mati kelaparan. Jika ini bisa diatasi, pulang kampung dan mudik itu benar-benar sama artinya sebagaimana bunyi kamus bahasa Indonesia. Tak usah banyak debat. Kalau mudik dilarang, ya, pulang kampung pun dilarang, selama corona masih "menjalankan tugasnya" memberi pelajaran kepada umat manusia.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

24 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024