Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pembatasan Sosial Minim Koordinasi

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas di Jalan Proklamasi, Jakarta, Rabu, 15 April 2020. Dalam pemeriksaan terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini masih terdapat beberapa pengendara yang belum mematuhi protokol yang telah ditetapkan. TEMPO/Muhammad Hidayat
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas di Jalan Proklamasi, Jakarta, Rabu, 15 April 2020. Dalam pemeriksaan terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini masih terdapat beberapa pengendara yang belum mematuhi protokol yang telah ditetapkan. TEMPO/Muhammad Hidayat
Iklan

Upaya meredam penyebaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi belum sepenuhnya menjadi solusi yang efektif. Setidaknya ini bisa dilihat dari aktivitas kegiatan sektor dunia usaha. Kerumunan karyawan pengguna moda transportasi kereta api masih terjadi setiap hari.

Padahal, merujuk ke status PSBB, sudah ada ketentuan ihwal perusahaan menerapkan kebjakan bekerja dari rumah untuk pegawainya. Pengecualian hanya berlaku bagi industri kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, serta penyedia kebutuhan sehari-hari.

Data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta menyebutkan baru 3.653 perusahaan dengan 1.013.572 tenaga kerja yang menerapkan kebijakan bekerja dari rumah. Jumlah ini masih sangat kecil jika dihitung dari data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta pada Agustus 2019 yang mencatat ada 4,84 juta pekerja di Ibu Kota.

Lemahnya koordinasi menjadi penyebab utama centang-perenang pengaturan pembatasan di sektor industri. Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta menyebutkan salah satu penyebab masih banyaknya karyawan masuk kerja adalah adanya lampu hijau dari Kementerian Perindustrian bagi 200 perusahaan yang tetap diizinkan beroperasi normal asalkan menerapkan protokol Covid-19. Dasarnya, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang PSBB memang membuka peluang kementerian dan lembaga untuk memberikan dispensasi.

Alasan Kementerian Perindustrian tentu saja bisa diterima. Asal pukul rata aturan bekerja dari rumah akan berdampak besar terhadap kelangsungan dunia usaha. Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) datang lebih cepat di tengah pandemi corona ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Urusan ini juga tidak cukup diselesaikan dengan rapat terbatas dan penerbitan surat edaran yang sifatnya imbauan. Pemerintah pusat dan daerah mesti bersama-sama turun ke perusahaan dan memastikan apakah pengusaha sudah melaksanakan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Sosialisasi ini bisa dengan melibatkan serikat pekerja di masing-masing sektor industri guna memastikan aturan itu dilaksanakan dengan baik.

Pengaturan sistem kerja industri di tengah pandemi juga harus diikuti dengan kebijakan transportasi publik. Contoh buruk, kondisi yang terjadi sekarang, yakni aturan bekerja dari rumah belum sepenuhnya dilaksanakan tapi pembatasan jam operasi transportasi publik sudah diterapkan, mesti buru-buru dievaluasi.

Tak ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir. Koordinasi terus-menerus antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku dunia usaha merumuskan kebijakan bekerja dari rumah menjadi sebuah keharusan yang tak terelakkan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

12 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

26 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

27 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

27 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

28 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

34 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

53 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024