Berharap pada Solidaritas Warga

Koran Tempo

Enak dibaca dan perlu.

Seorang warga menjaga akses pintu masuk yang ditutup sebagai upaya pencegahan penularan virus Corona, di Perumahan Koperasi, Pasir Putih, Depok, Jawa Barat, Selasa, 31 Maret 2020. Beberapa daerah di Indonesia pun telah menutup beberapa jalan protokol untuk membatasi pergerakan kendaraan demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona. ANTARA/Asprilla Dwi Adha

Ketika pandemi Covid-19 makin mengganas seperti saat ini, satu-satunya harapan untuk selamat dari krisis ini adalah solidaritas bersama antarwarga. Inisiatif berbagai elemen masyarakat untuk menggalang dan menyalurkan bantuan kepada sesama bisa meringankan beban mereka yang rentan dan tengah berjuang di garis depan.

Tak hanya berupa bantuan materi, tanggung jawab sosial kita kepada satu sama lain juga bisa diwujudkan dengan menaati anjuran untuk menjaga jarak (physical distancing) dan menghindari kerumunan. Kontribusi yang sekilas terasa sederhana itu bisa berperan besar menekan laju penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

Kepedulian dan gotong royong di level akar rumput ini merupakan solusi yang jauh lebih efektif ketimbang menunggu realisasi janji-janji bantuan dan uluran tangan pemerintah semata. Wabah semasif ini butuh gerak bersama semua kalangan, bukan hanya satu-dua orang.

Prioritas pertama tentu adalah para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan di rumah-rumah sakit. Merekalah para pahlawan di masa darurat seperti sekarang. Banyak dari mereka sudah terinfeksi virus corona, bahkan meninggal dalam tugas. Kini sejumlah warga sudah mulai menggalang donasi untuk membeli alat pelindung diri (APD), seperti masker, baju hazmat, penutup mata, dan pelindung wajah, untuk tenaga medis kita. Beberapa warga yang lain berkeliling rumah sakit, mengantarkan konsumsi untuk mereka.

Prioritas berikutnya adalah kelompok masyarakat yang rentan kehilangan pendapatan, bahkan pekerjaan, akibat wabah Covid-19. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja informal, seperti buruh harian, tukang ojek online, dan sopir taksi, yang jadi korban pertama nyaris lumpuhnya aktivitas ekonomi di negeri ini. Kita juga sudah banyak melihat gerakan swadaya masyarakat untuk meringankan beban kelompok masyarakat ini.

Kepedulian kolektif semacam ini menjadi angin segar di tengah terus bertambahnya korban wabah virus corona. Sampai kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 1.528 dengan jumlah korban meninggal sampai 136 orang. Aksi-aksi solidaritas yang menembus sekat sosial, ekonomi, dan politik semacam ini harus digalakkan di seluruh Indonesia.

Jangan lagi ada peristiwa di mana pasien positif corona justru diusir dari lingkungan tempat tinggalnya. Kabar tentang keluarga tenaga medis dan tenaga kesehatan yang diberi stigma sebagai pembawa virus mematikan juga tak boleh lagi terdengar. Virus ini menyerang semua orang tanpa kecuali, tak peduli latar belakang dan status sosialnya. Tak boleh lagi ada pandangan yang ingin selamat sendiri dengan mendiskriminasi kelompok masyarakat yang lain.

Kisah-kisah inspiratif tentang sebuah rukun tetangga yang bersama-sama menyediakan makanan untuk satu keluarga yang terpaksa mengisolasi diri karena masuk kategori orang dalam pemantauan, harus lebih sering kita dengar. Juga cerita tentang warga yang memberi tip lebih atau mengirim makan siang untuk tukang ojek online. Di tengah masa-masa sulit seperti sekarang, solidaritas sosial semacam itu adalah satu-satunya harapan kita yang tersisa.






Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

1 hari lalu

Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

Penembakan gas air mata oleh polisi yang menyebabkan tragedi Kanjuruhan harus diusut.


Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

4 hari lalu

Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

Kejahatan, kekerasan, dan perbudakan di kapal penangkap ikan terus terjadi. Bagaimana cara mencegahnya?


Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

6 hari lalu

Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari


Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

9 hari lalu

Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

Kasus korupsi Lukas Enembe menyingkap kesalahan pemerintah pusat dan daerah. Salah urus, dana otonomi khusus gagal menyejahterakan warga Papua.


Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

15 hari lalu

Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

Kasus kejahatan seksual terhadap anak merajalela. Selain menegakkan aturan, kampanye dan edukasi perlu digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat.


Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

19 hari lalu

Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

Aksi Bjorka tentu membuat lalu lintas perbincangan publik menjadi riuh, dari ruang istana, universitas, hingga warung kopi. Bjorka berhasil memecah ombak berbagai isu kejahatan yang sedang terjadi di negara ini.


Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

22 hari lalu

Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

Cerita Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, Revolusi Kemerdekaan, dan Revolusi lainnya, berawal dari rasa bosan dan jijik rakyat kepada kekuasaan yang sudah mulai melupakan akarnya.


Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

22 hari lalu

Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

Aksi peretasan Bjorka memberi pesan kelemahan sistem teknologi dan informasi pemerintah Indonesia. Darurat perlindungan data pribadi.


Di Balik "Amplop Kiai"

27 hari lalu

Di Balik "Amplop Kiai"

Sudah bukan rahasia, konflik terbuka itu merupakan buntut dari pernyataan tentang "amplop kiai" yang disampaikan Sumo saat acara Pembekalan Politik Cerdas Berintegritas di KPK beberapa waktu lalu. Protes keras terhadap Ketua Umum yang juga Meneg PPN dan Kepala Bappenas itu sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir.


Sebuah Hari Esok untuk Nana

28 hari lalu

Sebuah Hari Esok untuk Nana

Film terbaru karya Kamila Andini yang diangkat dari satu bab biografi ibunda Jais Darga. Sebuah puisi yang tampil dengan lirih sekaligus menyala.