Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mencari Pemimpin Pelawan Corona

Oleh

image-gnews
Petugas kepolisian menggunakan alat pelindung diri (APD) menyemprotkan disinfektan di mobil ambulance yang membawa jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk dimakamkan di Medan, Senin, 30 Maret 2020. ANTARA/Septianda Perdana
Petugas kepolisian menggunakan alat pelindung diri (APD) menyemprotkan disinfektan di mobil ambulance yang membawa jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk dimakamkan di Medan, Senin, 30 Maret 2020. ANTARA/Septianda Perdana
Iklan

SIKAP gamang pemerintah pusat bakal membuat Indonesia makin terpuruk. Saat ini, wabah penyakit virus corona 2019 atau Covid-19 sudah menyebar ke 28 provinsi dengan lebih dari seribu orang terinfeksi dengan tingkat kematian dua kali lipat rata-rata global. Kegagapan pemerintah pusat itu membuat beberapa kepala daerah ketakutan sehingga bergerak tanpa panduan untuk menyelamatkan penduduknya.

Setidaknya lima kepala daerah mengambil langkah tegas. Wali Kota Surakarta sejak 16 Maret lalu meliburkan sekolah, meniadakan acara olahraga dan seni, serta menutup tempat wisata. Gubernur Bali mengimbau penduduk masuk rumah setelah hari raya Nyepi. Adapun Gubernur Maluku dan Gubernur Papua resmi menutup jalur transportasi udara dan laut selama 14 hari. Yang paling baru, Wali Kota Tegal menutup jalan-jalan di kota itu mulai 30 Maret hingga 30 Juli nanti.

Instruksi Presiden Joko Widodo untuk menjaga jarak sosial alias social distancing dengan cara bekerja, belajar, dan beribadah di rumah tak selalu dituruti publik. Banyak bisnis yang tak menerapkan kerja dari rumah, masyarakat masih senang berkerumun, dan rumah ibadah tetap menggelar kegiatan berjemaah. Tak aneh bila perpindahan orang antarwilayah kian tinggi karena ingin liburan atau sengaja menghindari episentrum wabah. Walhasil, laju penularan kini melonjak menjadi tiga digit per hari.

Polemik soal mengkarantina wilayah atau tidak (seraya menerapkan kebijakan jaga jarak) saat ini tidak lagi relevan. Negara yang menutup wilayahnya, ambillah contoh Italia, terbukti tidak berhasil membendung penyebaran Covid-19. Adapun Cina dan Taiwan terbukti sukses. Korea Selatan, yang tidak mengkarantinawilayah, berhasil menurunkan angka penambahan pasien corona. Sebaliknya, banyak negara yang tak menerapkan karantina kini termehek-mehek menahan laju penambahan warga yang terpapar.

Yang dibutuhkan saat ini adalah kepemimpinan yang kuat, yakni pemimpin yang asertif, dapat menggelorakan solidaritas sosial, dan dipercaya publik. Hal yang terakhir hanya dapat dicapai jika pemerintah bersikap terbuka-termasuk perihal kondisi masyarakat yang terpapar dan jumlah korban.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jokowi harus cepat mengambil keputusan. Kelambanan Presiden dalam memutuskan penggunaan tes cepat massal (mass rapid test) tidak boleh terulang. Ia harus merombak anggaran belanja agar lebih banyak dana yang bisa dipakai untuk memerangi Covid-19, memobilisasi sebanyak mungkin sumber daya untuk memperkuat sistem dan fasilitas kesehatan, serta menginisiasi solidaritas publik.

Tak asal cepat, ia selayaknya memikirkan masak-masak setiap kebijakan yang akan diambil. Pernyataannya tentang para pengojek online yang boleh tidak membayar cicilan kendaraan bermotor, sekadar contoh, mungkin terdengar populis. Namun, jika diterapkan, kebijakan itu akan memukul perusahaan keuangan penyedia kredit-dan akhirnyamengganggu kinerja perbankan. Rencana menyalurkan bantuan tunai langsung kepada masyarakat kelas bawah yang terpukul corona hendaknya juga disertai persiapan yang matang perihal ketersediaan data calon penerima dan cara distribusinya.

Tanpa itu semua, Indonesia akan terus centang-perenang menghadapi pandemi. Salah-salah kita malah terpuruk pada krisis multidimensi.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

17 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

25 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

53 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.