Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jangan Mudik di Musim Wabah

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Sejumlah perantau masih terlihat menumpang bus AKAP untuk keluar dari kota Jakarta. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Sejumlah perantau masih terlihat menumpang bus AKAP untuk keluar dari kota Jakarta. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Iklan

Pemerintah tak perlu ragu-ragu untuk segera mengeluarkan larangan mudik Lebaran. Pelarangan tersebut mendesak demi mencegah ledakan pandemi virus corona, yang jumlah penderitanya terus meningkat dan menimbulkan kekhawatiran.

Sejauh ini, pemerintah baru sebatas mengimbau agar masyarakat tak mudik saat Idul Fitri, yang akan jatuh pada 23-24 Mei 2020. Adapun kebijakan pelarangan masih dalam kajian dan akan dibahas dalam rapat lintas kementerian dan lembaga hari ini.

Pemerintah semestinya belajar dari pengalaman beberapa bulan sebelumnya. Kita sebenarnya memiliki waktu sekitar dua bulan sebelum Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) datang ke negeri ini. Akhir Desember 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyalakan alarm bahaya. Alih-alih segera bersiap, kala itu para petinggi negeri ini terkesan menganggap remeh. Kelambanan pemerintah dalam mengantisipasi pandemi akhirnya membawa Indonesia ke keadaan seperti sekarang.

Ketika pasien positif virus corona pertama ditemukan, pada 2 Maret 2020, pemerintah masih terkesan menutupi skala pandemi yang terjadi. Ketika jumlah pengidap Covid-19 terus bertambah, kita baru gelagapan. Semua serba kurang, dari ketersediaan infrastruktur medis, protokol pencegahan, hingga prosedur penanganan pasien.

Kegagapan pemerintah masih terasa hingga kini. Kebijakan social distancing yang didengungkan pemerintah masih banyak dilanggar. Pertambahan jumlah penderita Covid-19 kemudian sulit direm. Hingga 29 Maret 2020, jumlah pasien positif corona mencapai 1.285 orang, dengan 114 kasus kematian dan hanya 64 orang yang sembuh.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mudik Lebaran bisa memperburuk keadaan karena berpotensi menimbulkan ledakan jumlah penderita baru. Menurut data Kementerian Perhubungan, tahun lalu jumlah pemudik mencapai 23 juta orang. Mereka mayoritas berasal dari Jakarta, yang kini menjadi episenter penyebaran corona. Kalau perantau masih diizinkan pulang kampung, mereka akan sulit untuk dituntut menerapkan social distancing. Tradisi tahunan mudik selalu kental diwarnai antrean, kemacetan, kerumunan, juga interaksi sosial yang intens.

Karena pemerintah pusat lamban mengambil keputusan, sejumlah daerah berinisiatif menutup sebagian wilayah mereka dari pendatang. Ada juga yang menerapkan kebijakan isolasi 14 hari buat setiap orang baru yang memasuki wilayah mereka. Seharusnya, pembatasan pergerakan penduduk antarwilayah dilakukan secara terkomando oleh pemerintah pusat. Pelarangan oleh masing-masing daerah malah rawan memicu masalah lain, seperti gesekan sosial.

Dalam kondisi normal, mudik atau bepergian lintas wilayah merupakan hak warga negara. Tapi hukum juga menempatkan keselamatan umum pada posisi lebih tinggi dari hak individu. Apalagi, saat ini mudik bisa mengancam keselamatan bersama. Karenanya, pemerintah perlu bertindak cepat dan berani. Bila wabah belum mereda, selain melarang mudik, pemerintah perlu membatasi aktivitas lain yang melibatkan banyak orang di satu tempat, seperti pelaksanaan salat Idul Fitri.

Pada saat yang sama, masyarakat juga perlu berperan. Komitmen dan kesediaan bersama untuk mengurangi intensitas perjumpaan dengan orang lain harus dipegang teguh. Salah satunya dengan berkorban untuk tak mudik demi kebaikan bersama. Untuk Lebaran kali ini saja.

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

12 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

26 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

27 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

27 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

28 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

34 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

53 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024