Mundurlah Terawan

Koran Tempo

Enak dibaca dan perlu.


Di tangan para tenaga kesehatan kini nasib Indonesia bergantung. Menghadapi wabah corona, mereka berjibaku siang-malam. Ini merupakan pertaruhan yang berat karena mereka juga berpotensi tertular. Untuk itu, mereka pantas diberi penghargaan serta mendapat dukungan penuh dari negara dan seluruh lapisan masyarakat.

Namun para "prajurit" di garis terdepan wabah ini justru berperang tanpa senjata yang memadai. Para dokter dan perawat itu nyatanya kekurangan alat pelindung diri, seperti baju hazmat, sarung tangan, dan masker N95, ketika memeriksa pasien yang terjangkit corona. Bahkan, di beberapa rumah sakit, mereka terpaksa memakai jas hujan dan baju bedah karena pakaian standar dalam penanganan wabah tak tersedia. Selain mahal, alat-alat pelindung diri itu langka di pasar.

Dampaknya sudah terlihat. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia mengumumkan setidaknya 23 tenaga kesehatan telah tertular virus corona. Bahkan, enam dokter yang menangani wabah ini meninggal, lima di antaranya karena Covid-19.

Banyaknya korban dari tenaga kesehatan ini menunjukkan betapa lambatnya pemerintah dalam menghadapi wabah. Ketika Cina mengumumkan kasus corona pertama pada akhir Desember tahun lalu, hingga Februari pemerintah Indonesia belum juga menerapkan kebijakan yang memadai untuk mencegah penularan. Ketika kasus pertama corona di Tanah Air diketahui pada 2 Maret lalu, Kementerian Kesehatan belum mengambil langkah-langkah yang signifikan untuk menghadapinya. Presiden Joko Widodo pun baru memutuskan penggunaan kit rapid test 17 hari kemudian.

Kini, rumah-rumah sakit telanjur kerepotan menghadapi pasien yang terus berdatangan dan pemerintah kelabakan untuk memasok alat kesehatan serta obat-obatan yang sudah langka di pasaran. Rumah-rumah sakit juga menghadapi kekurangan tenaga medis. Indonesia hanya punya sekitar seribu dokter paru dan 200 di antaranya berdinas di Jakarta. Idealnya, satu dokter paru merawat sepuluh pasien saja. Kini ada 579 pasien yang positif terjangkit corona. Maka, dokter paru pun harus bekerja lebih keras lagi. Bila para dokter itu dipaksa bekerja terus ketika jumlah kasus meningkat, hal tersebut justru akan membahayakan kesehatan mereka sendiri karena dapat mengalami kelelahan. Ini belum termasuk tenaga medis lainnya yang turut menangani wabah, dari peneliti di laboratorium hingga perawat.

Hal-hal semacam ini seharusnya dapat segera diantisipasi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Tapi, berdalih tak ingin membuat panik publik, dia justru terkesan mengabaikan penyakit itutetap bersalaman dan tak memakai masker dalam acara publik. Ia menyebutkan corona bisa sembuh dengan sendirinya. Betapapun itu mungkin benarkarena tubuh memilliki antibodipernyataan itu tak pantas dikeluarkan di tengah skeptisisme publik pada kinerja pemerintah.

Terawan sepantasnya mundur dari jabatannya. Jika tidak, Presiden Jokowi yang harus memecatnya. Kementerian Kesehatan selayaknya dipimpin oleh seorang profesional yang trengginas--ahli kesehatan masyarakat atau manajemen pelayanan publik.

Jokowi tak selayaknya ragu-ragu. Jika dilakukan untuk mengatasi kinerja Kementerian Kesehatan yang buruk, meski agak terlambat, pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberi sedikit harapan. Dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo yang lebih berpengalaman menghadapi situasi darurat, Gugus Tugas semestinya lebih trengginas dan tepat sasaran dalam bertindak. Doni dan kawan-kawan harus berusaha keras memenuhi harapan jutaan rakyat Indonesia itu.

 





Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

12 jam lalu

Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

Kejahatan, kekerasan, dan perbudakan di kapal penangkap ikan terus terjadi. Bagaimana cara mencegahnya?


Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

2 hari lalu

Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari


Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

4 hari lalu

Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

Kasus korupsi Lukas Enembe menyingkap kesalahan pemerintah pusat dan daerah. Salah urus, dana otonomi khusus gagal menyejahterakan warga Papua.


Dukung Anies Baswedan jadi Presiden 2024, Fahira Idris: Agar Indonesia juga Merasakan Lompatan Kemajuan

6 hari lalu

Dukung Anies Baswedan jadi Presiden 2024, Fahira Idris: Agar Indonesia juga Merasakan Lompatan Kemajuan

Fahira Idris meyakini Anies Baswedan bisa membawa Indonesia melakukan lompatan kemajuan.


Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

11 hari lalu

Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

Kasus kejahatan seksual terhadap anak merajalela. Selain menegakkan aturan, kampanye dan edukasi perlu digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat.


Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

15 hari lalu

Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

Aksi Bjorka tentu membuat lalu lintas perbincangan publik menjadi riuh, dari ruang istana, universitas, hingga warung kopi. Bjorka berhasil memecah ombak berbagai isu kejahatan yang sedang terjadi di negara ini.


Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

18 hari lalu

Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

Cerita Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, Revolusi Kemerdekaan, dan Revolusi lainnya, berawal dari rasa bosan dan jijik rakyat kepada kekuasaan yang sudah mulai melupakan akarnya.


Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

18 hari lalu

Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

Aksi peretasan Bjorka memberi pesan kelemahan sistem teknologi dan informasi pemerintah Indonesia. Darurat perlindungan data pribadi.


Di Balik "Amplop Kiai"

23 hari lalu

Di Balik "Amplop Kiai"

Sudah bukan rahasia, konflik terbuka itu merupakan buntut dari pernyataan tentang "amplop kiai" yang disampaikan Sumo saat acara Pembekalan Politik Cerdas Berintegritas di KPK beberapa waktu lalu. Protes keras terhadap Ketua Umum yang juga Meneg PPN dan Kepala Bappenas itu sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir.


Sebuah Hari Esok untuk Nana

24 hari lalu

Sebuah Hari Esok untuk Nana

Film terbaru karya Kamila Andini yang diangkat dari satu bab biografi ibunda Jais Darga. Sebuah puisi yang tampil dengan lirih sekaligus menyala.