Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lubang Jarum Krisis Corona

Oleh

image-gnews
Kepanikan dan Irasionalitas Ekonomi Corona
Kepanikan dan Irasionalitas Ekonomi Corona
Iklan

HARI-hari ini adalah periode paling krusial dalam penanganan wabah Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Tanpa keputusan yang tepat dan penanganan yang paripurna, ledakan krisis multidimensi bakal sulit dicegah.

Sejumlah pakar di Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung menghitung puncak wabah Covid-19 di Indonesia bisa terjadi pada pertengahan April mendatang. Sampai akhir Mei, diperkirakan ada 60 ribu kasus positif corona dengan 2.000 kasus baru muncul setiap hari.

Meski sebagian besar kasus Covid-19 itu bisa disembuhkan, berdasarkan data jumlah pasien positif corona dan angka kematiannya per akhir pekan lalu di Jakarta, akan ada sedikitnya delapan persen pasien terjangkit virus corona yang butuh penanganan intensif di ruang-ruang isolasi rumah sakit.

Tanpa penambahan drastis tenaga dan peralatan medis, rumah sakit makin kewalahan. Ketidaksiapan terjadi merata di seluruh negeri. Kekurangan alat pelindung diri yang krusial agar penyedia pelayanan kesehatan tidak menjadi korban di garis depan sungguh memprihatinkan. Ini indikasi Kementerian Kesehatan tidak menjalankan fungsinya secara optimal.

Karena itu, upaya mencegah skenario terburuk wabah Covid-19 harus menjadi prioritas kita semua. Ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab setiap warga negara.

Kebijakan untuk menjaga jarak (social distancing), misalnya, hanya bisa efektif jika semua warga berpartisipasi dan menjaga diri dari perilaku berisiko. Mengandalkan polisi dan perangkat pemerintah lain untuk mengawasi dan menegakkan aturan bakal percuma mengingat luasnya wilayah dan banyaknya penduduk kita.

Situasi krisis semacam ini kerap memunculkan karakter sebenarnya dari sebuah bangsa. Ketika dihadapkan pada tantangan yang luar biasa, kemampuan kita untuk menemukan solusi bersama tengah diuji. Namun, syaratnya, warga harus mendapat informasi yang tepat dan akurat. Transparansi dan kejujuran pemerintah merupakan faktor kunci. Pemahaman terhadap masalah dan peran masing-masing akan mendorong rakyat bahu-membahu dan saling menolong.

Solidaritas sosial semacam itulah yang benar-benar dibutuhkan saat ini. Kita tak bisa berharap pada satu-dua orang saja untuk memimpin negeri ini keluar dari masalah. Keberadaan juru selamat serba bisa semacam itu hanya utopia. Kolektivitas kemauan dan kemampuan warga negaralah yang bisa menyelamatkan negeri ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Solidaritas juga perlu digalang sampai ke mancanegara. Dukungan internasional tak selalu harus berbentuk uang atau barang, tapi juga bisa berupa tenaga kesehatan atau bahkan sekadar informasi. Negara-negara yang sudah berhasil mengurangi tingkat penularan Covid-19 bisa diminta berbagi pengalaman. Strategi dan taktik mereka bisa dipelajari.

Pemerintah tak perlu malu mengundang lembaga asing demi kemaslahatan warga sendiri. Kondisi kita yang pontang-panting menghadapi wabah tak perlu ditutup-tutupi. Tentu, kita juga harus siap berbagi data, terutama soal pola penyebaran dan mutasi virus ini di Indonesia, agar vaksin Covid-19 bisa segera ditemukan dan digunakan bersama.

Menggalang solidaritas internasional adalah langkah penting karena semua negara di dunia mengalami krisis. Wabah dengan skala kerusakan sedahsyat ini hanya terjadi sekali dalam 100 tahun. Sudah saatnya sikap saling curiga dan saling intip kelemahan diganti dengan semangat kolaborasi. Apalagi kegagalan satu negara mengatasi penularan virus corona akan menjadi kegagalan seluruh dunia.

Jalan untuk keluar dari wabah global ini bukannya tak tersedia. Para ahli sudah memetakan masalah dan menawarkan solusi. Yang dibutuhkan saat ini adalah kesediaan para pengambil kebijakan untuk mengesampingkan kepentingan politik elektoral dan mengedepankan kepentingan publik. Para pemimpin harus mulai mengambil keputusan dengan dasar bukti ilmiah yang kuat, bukan kepentingan ekonomi sesaat dari segelintir kroni di sekitarnya.

Pada masa wabah seperti sekarang, pertimbangan kesehatan masyarakat harus menjadi patokan utama. Keputusan karantina wilayah (lockdown), misalnya, harus memperhitungkan dampak ekonomi bagi warga dengan penghasilan menengah ke bawah. Juga mungkin-tidaknya karantina diberlakukan untuk wilayah dengan banyak akses keluar-masuk seperti Jakarta. Namun, jika keputusan itu bisa mencegah skenario terburuk penularan wabah, semua pihak harus mengupayakan implementasinya.

Waktu kian menipis. Tak sampai dua pekan sebelum proyeksi puncak ledakan penularan Covid-19 benar-benar terjadi. Apa yang kita lakukan hari-hari ini, baik sebagai individu maupun sebagai komunitas, akan menentukan bisa-tidaknya keluar dari lubang jarum wabah ini.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

26 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

34 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

53 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.