Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sembrono Berujung Petaka

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Sungai Sempor, Donokerto Turi Sleman tempat tragedi susur sungai yang menewaskan sejumlah siswa SMPN 1 Turi pada Jumat sore, 21 Februari 2020. Tempo/Pribadi Wicaksono
Sungai Sempor, Donokerto Turi Sleman tempat tragedi susur sungai yang menewaskan sejumlah siswa SMPN 1 Turi pada Jumat sore, 21 Februari 2020. Tempo/Pribadi Wicaksono
Iklan

Tragedi tewasnya 10 siswa SMP Negeri Turi 1, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pekan lalu seharusnya bisa dicegah jika pimpinan sekolah dan pembina Pramuka tidak sembrono menggelar kegiatan susur sungai pada saat musim hujan. Orang awam pun paham bahwa melakukan aktivitas di sungai ketika musim hujan sangat berbahaya karena banjir bandang bisa tiba-tiba menerjang.

Polisi saat ini memang sudah menetapkan seorang pembina Pramuka sebagai tersangka. Tapi kesalahan tidak bisa hanya ditimpakan kepada pembina atau pelaksana kegiatan Pramuka. Kepala SMP Negeri 1 Turi juga harus diusut dan dikenai sanksi. Sebab, tanpa izin kepala sekolah, kegiatan susur sungai itu tidak akan terlaksana.

Lebih dari itu, ada persoalan mendasar dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah kita. Pasalnya, ini bukan kasus pertama kegiatan ekstrakurikuler sekolah memakan korban jiwa. Bulan lalu, seorang siswa kelas IV SDN 1 Abung Jayo, Lampung Utara, tewas tenggelam saat mengikuti kegiatan berenang sekolahnya. Tahun lalu, 16 Februari 2019, tiga siswa kelas IX SMP Negeri 25 Kota Semarang juga tewas di kolam renang pada saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Kesalahan tentulah bukan pada kegiatan ekstrakurikulernya. Tak ada yang keliru dari berenang, naik gunung, Pramuka, atau susur sungai. Yang justru perlu dievaluasi adalah pelaksanaan dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Kegiatan ekstrakurikuler, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, seharusnya dilakukan hanya setelah aspek keamanan serta keselamatannya diperiksa dengan saksama.

Bukan hanya itu. Kegiatan ekstrakurikuler sejatinya merupakan kegiatan pilihan, bukan wajib, bagi siswa. Karena itu, pilihan kegiatan tambahan itu juga harus disesuaikan dengan minat dan bakat siswa. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Menengah perlu dievaluasi. Siswa yang mengikuti aktivitas ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minatnya akan jauh lebih siap mengantisipasi potensi bahaya dari kegiatan yang disukainya ketimbang siswa yang sekadar ikut-ikutan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tragedi di Turi juga menunjukkan minimnya pemahaman pihak sekolah dan pembina Pramuka soal urusan keselamatan yang sangat mendasar. Semua korban meninggal adalah siswa yang mengenakan rok panjang. Itu jelas bukan pakaian yang tepat untuk kegiatan di lapangan, terutama di sungai dengan aliran air yang deras. Ketika siswa menyeberang atau terkena air, rok panjang akan menahan air serta membuatnya terseret arus. Berbeda dengan celana panjang yang memberi ruang arus air langsung lewat di antara kaki.

Karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, juga dinas-dinas di daerah, harus menjadikan tragedi Turi sebagai titik balik untuk membenahi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Minimal, pembina ekstrakurikuler harus punya pengetahuan dan kemampuan dasar mengenai antisipasi bencana. Sebagai pendamping siswa, mereka harus tahu apa yang dapat membahayakan jiwa anak didiknya serta bagaimana mengantisipasinya. Syarat itu harus dituangkan dalam aturan atau keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tanpa itu, tragedi Turi bisa berulang.

Catatan:

Ini merupakan artikel tajuk koran tempo edisi 25 febuari 2020

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

23 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024