Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

SDM Unggul dan HAM

image-profil

image-gnews
SDM Unggul dan HAM
SDM Unggul dan HAM
Iklan

Amiruddin al-Rahab
Komisioner Komnas HAM

Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah mencanangkan bahwa sumber daya manusia unggul adalah kebutuhan Indonesia pada masa depan. Kehendak Presiden itu bisa dimaknai jika SDM unggul itu gagal disiapkan, masa depan Indonesia akan suram.

Mengapa demikian? Sebab, dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat dan kompetisi antarbangsa yang begitu ketat sekarang ini, SDM yang kerdil, tertekan, serba takut, dan stres akan tergilas dalam kompetisi memperebutkan sumber daya dunia. SDM dengan karakter seperti itu tidak memiliki kepercayaan diri dalam berkompetisi dengan siapa pun dan dalam bidang apa pun.

Dalam perspektif hak asasi manusia, SDM unggul adalah keluaran dari upaya penyelenggaraan negara dan pemerintah untuk menghormati dan menghargai harkat dan martabat manusia. Dengan kata lain, hanya manusia-manusia yang hak asasinya terlindungi dan terpenuhi oleh aparat negara dan pejabat pemerintah yang akan mampu menjadi SDM unggul.

Karena itu, kabinet Jokowi jilid dua ini harus menjadikan norma-norma HAM penting dalam menjalankan semua programnya. Hal itu penting. Pertama, untuk memastikan adanya keberpihakan kepada mereka yang selama ini terpinggirkan dan tersisihkan dari sisi sasaran dan tujuan tiap-tiap program. Kedua, memastikan adanya ruang untuk menjangkau dan terjangkaunya program-program itu oleh rakyat di daerah-daerah yang terpencil, terluar, dan tertinggal. Ketiga, memastikan alokasi anggaran yang memadai untuk mempersempit kesenjangan yang ada antara daerah yang telah maju dan daerah-daerah yang masih tertinggal.

Tiga prinsip tersebut, dari kacamata HAM, merupakan upaya untuk memenuhi hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya. Ketentuan-ketentuan mengenai pemenuhan hak-hak sosial, ekonomi, dan budaya telah ada dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005. Sementara itu, kewajiban negara atau pemerintah dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak ini adalah negara harus aktif dan menggunakan segenap ketersediaan sumber daya negara.

Singkatnya, SDM unggul merupakan buah dari pelayanan publik dalam rangka pemenuhan hak-hak dasar manusia. Karena itu, memperbaiki pelayanan publik di seantero Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil, menjadi kewajiban negara dalam rangka memenuhi hak asasi manusia.

Di lain sisi, SDM unggul juga harus dimaknai sebagai SDM yang bebas dari tindakan-tindakan yang tak manusiawi, rasa takut, bebas dari ancaman tindakan-tindakan intoleransi, bebas dari penggusuran yang semena-mena, serta bebas dari perampasan lahan secara brutal.

Artinya, jika SDM Indonesia masih dalam perundungan tindakan yang tidak manusiawi, terus-menerus terancam oleh tindakan intoleransi dan kekerasan, kerap terancam oleh penggusuran serta mudah terjadinya perampasan lahan, SDM Indonesia tidak akan pernah bisa unggul. SDM yang hak-hak sipilnya terancam akan menjadi SDM yang tidak bisa berkembang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Karena itu, modal dasar untuk menciptakan SDM unggul, dari perspektif hak-hak sipil dan politik, adalah, pertama, SDM Indonesia harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan diri dan berpendapat. Negara harus bisa menjamin kebebasan berekspresi, berkeyakinan, dan berkumpul. Kedua, SDM Indonesia harus bebas dari ancaman kekerasan, baik dari aparatus negara maupun oleh kelompok-kelompok vigilante. Ketiga, jaminan hukum yang pasti pada hak atas perumahan yang layak serta kepemilikan lahan. Dengan demikian, SDM Indonesia akan bebas dari tekanan rasa takut.

Hanya SDM yang merasa hak-hak asasinya terjamin yang akan bisa menjadi kreatif, inovatif, dan produktif. SDM yang hak-hak asasinya terus-menerus tertekan atau terlanggar, sulit didorong menjadi kreatif dan produktif.

Karena itu, sebagaimana amanat Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya serta Undang-Undang Hak Sipil dan Politik, kondisi untuk SDM unggul harus dimaknai sebagai kondisi saat setiap warga negara Indonesia bisa menikmati hak-hak sipil dan politik serta hak-hak sosial, ekonomi, dan budaya.

Maka, SDM unggul bukan semata-mata ditempatkan dalam ruang rekayasa teknokratik dan birokratis, tapi ditujukan pada pemenuhan hak asasi manusia. Wacana SDM unggul juga tidak boleh menempatkan manusia sebagai makhluk ekonomi yang hanya dieksploitasi bagi kebutuhan industri.

Perspektif HAM untuk meneropong wacana SDM unggul sangat penting karena kita berhadapan dengan tantangan-tantangan baru, yaitu pertumbuhan populasi yang begitu besar, yang pada gilirannya akan menghadirkan barisan pencari kerja atau barisan penuntut hidup layak.

Selain itu, ada tantangan ekologis, yaitu mulai menurunnya daya dukung ekologi untuk jumlah penduduk yang terus membengkak. Hal itu tampak dari bencana alam yang terus sambung-menyambung, dari kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan yang sangat luas, hingga banjir di hampir semua wilayah padat populasi. Itu gejala keras dari rusaknya hutan dan lingkungan, sebagai tanda-tanda nyata dari perubahan iklim.

Tantangan lain adalah munculnya teknologi komunikasi berkarakter baru, yaitu memungkinkan semua pihak, selama tersambung dengan Internet dan telepon seluler, yang bisa menjadi pembuat wacana dan bisa menghimpun pendukung. Artinya, situasi kritis bisa mudah tercipta di tengah publik.

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

3 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

17 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

18 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

19 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

20 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

25 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

53 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024