Di Balik Dinding Vatikan

Leila S. Chudori

Jurnalis.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film Two Popes yang ditayangkan melalui Netflix diperankan Anthony Hopkins sebagai Paus Benedict dan Jonathan Pryce sebagai seorang kardinal

    Film Two Popes yang ditayangkan melalui Netflix diperankan Anthony Hopkins sebagai Paus Benedict dan Jonathan Pryce sebagai seorang kardinal

    Ada apa di balik dinding tinggi Vatikan itu?

    Tak ada yang sepenuhnya mengetahui. Sutradara Fernando Meirelles (City of God, Constant Gardener) mengarahkan film “The Two Popes” sebagai sebuah pernyataan: para paus (dan mantan paus) yang agung adalah manusia, yang mempunyai perbedaan gaya, perbedaan selera (dari soal musik hingga keseharian); memiliki berbagai emosi, yang terlibat dalam debat teologi sekaligus, tetapi juga memiliki kegemaran kecil-kecil seperti menyaksikan sepak bola sembari makan sepotong pizza.

    Film ini dimulai pada saat Kardinal Jorge Bergoglio (Jonathan Pryce) menghadap Paus Benedict XVI (Anthony Hopkins) di rumah musim panas. Sembari berjalan di kebunnya yang asri dan luas itu, Sang Paus mengajak Kardinal Bergoglio untuk berbincang, sementara Kardinal meladeni obrolan kecil sang Paus dan mencoba mencari cara agar bisa menyerahkan surat pengunduran dirinya. Paus Benedict tampak menyadari keinginan sang Kardinal dan sengaja mengabaikan hasrat itu, karena Paus mempunyai sebuah rencana. Rencana ini kelak bukan hanya mengejutkan Bergoglio, tetapi seluruh dunia.

    Pada tanggal 11 Februari tujuh tahun silam, Paus Benedict akhirnya membacakan pidato pengunduran dirinya dalam bahasa Latin dengan menyebut akibat “menurunnya daya pikiran dan tubuh” karena usia lanjut. Seorang Paus lazimnya tidak pensiun dan tidak mengundurkan diri. Masa jabatan biasanya dipegang hingga akhir hayatnya. Sebelumnya, Paus yang terakhir mengundurkan diri adalah Paus Gregory XII di tahun 1415.

    Paus berikutnya yang terpilih adalah Kardinal Bergoglio yang kemudian kita kenal sebagai Paus Francis yang dikenal sebagai sosok progresif, membumi dan sangat sederhana.

    Kita tak pernah diberi penjelasan mengapa sesungguhnya Paus Benedict memutuskan untuk mengundurkan diri. Kita hanya tahu beliau  menempuh masa pensiunnya di Mater Ecclesiae Monastery untuk sesekali muncul di hadapan publik jika memang terasa perlu. Melalui berbagai berita, disebutkan bahwa di masa lalu, saat Paus Benedict masih dikenal sebagai Kardinal Ratzinger, sebuah skandal pecah, yaitu Pastur Peter Hullerman yang melecehkan begitu banyak anak-anak lelaki. Konon adalah Kardinal Ratzinger yang memindahkan Hullerman ke paroki lain, di mana sang pastur tetap saja meneruskan serangkaian pelecehan itu.

    Bagian ini tidak terlalu dijelajahi oleh sutradara Meirelles, karena tampaknya ia lebih tertarik untuk menyorot Paus baru yang progresif itu: Paus Francis. Paus Francis adalah antitesa dari segala atribut Paus Benedict. Paus Francis bukan saja progresif dan terbuka pada hal-hal yang secara tradisional dijauhi oleh Paus sebelumnya, tetapi dia sangat membumi, gemar berbincang dengan rakyat jelata, tidak suka dilayani seperti seorang tuan dan dengan santai belanja jajanan di pinggir jalan. Dia juga senang dansa tango dan seperti warga Argentina umumnya, dia penggemar fanatik sepak bola. Dengan kata lain, Paus Francis memperlihatkan dia adalah bagian dari umatnya.

    Tetapi sutradara Fernando Meirelles juga ingin memperlihatkan masa lalu Paus Francis atau Bergoglio (Juan Minujìn) dengan rinci. Bergoglio adalah seorang pemuda yang baru belakangan menyadari bahwa ia terpanggil untuk mengabdi sehingga dia meninggalkan tunangannya; seorang pastur yang pada pemerintahan diktator-militer Argentina hanya bisa diam menyaksikan bagaimana kolega dan kawan-kawannya ditahan dan disiksa. Bagi Bergoglio ini adalah ‘masa kelam’ dan ‘dosa’ yang selalu membebani pundaknya karena dia merasa tak menggunakan segala daya untuk membantu dan membela kawan-kawannya. Sutradara Fernando Meirelles memperlihatkan proses pertaubatan Bergoglio sebagai manusia, sebagai seorang hamba Tuhan dengan rinci, dalam dan menyentuh.

    Itulah sebabnya Jonathan Pryce yang memerankan Paus Francis tampak menjadi tokoh yang lebih lengkap karena penjelajahan karakter yang lebih dalam dan luas.

    Tetapi tentu saja kedua aktor itu: Anthony Hopkins sebagai Paus Benedict dan Jonathan Pryce menampilkan penampilan master yang luar biasa: kompak, saling memberi ruang dan sama-sama berdialog tak hanya melalui kata-kata, tetapi sorot mata dan gerak tubuh yang samar-samar.

    Penutup film ini mungkin sesuatu yang menarik –entah fakta atau pak sutradara menggunakan lisensi kreatifnya—di mana kedua paus menyaksikan pertandingan bola: Argentina lawan Jerman. Adegan yang pas dan jenaka.

    THE TWO POPES

    Sutradara: Fernando Meirelles

    Skenario: Anthony McCarten

    Pemain: Anthony Hopkins, Jonathan Pryce 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.