Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Salah Urus Asabri

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Gedung Asabri. TEMPO/Muhammad Hidayat
Gedung Asabri. TEMPO/Muhammad Hidayat
Iklan

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam audit investasi di Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) harus ditindaklanjuti. Amat tak patut dana milik para prajurit, yang siap mati demi negeri, diurus secara gegabah. Terlebih lagi, ada indikasi bahwa dana tersebut diduga sengaja diselewengkan.

BPK menemukan kejanggalan itu dalam audit pengelolaan investasi Asabri tahun buku 2015 dan semester I tahun 2016. Seluruhnya ada 15 temuan, termasuk potensi kerugian negara dalam jumlah jumbo. Ini disebabkan oleh pembelian saham yang tidak likuid oleh Asabri. Menurut taksiran Ombudsman RI, yang juga melakukan pemeriksaan terhadap Asabri, kerugian akibat salah beli saham itu mencapai lebih dari Rp 10 triliun.

BPK tidak menelisik motif Asabri dalam menempatkan dananya pada saham kelas dua atau kerap disebut saham gorengan itu. Namun, jelas sekali, ada aturan main yang ditabrak Asabri. Aturan yang dilanggar adalah ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mengatur kriteria saham yang boleh dikoleksi perusahaan asuransi dan dana pensiun. Dalam aturan OJK itu disebutkan bahwa perusahaan seperti Asabri hanya boleh mengoleksi saham yang memenuhi syarat investment grade atau layak investasi, yakni saham-saham papan atas (blue chip) yang likuid dan kuat fundamentalnya. Namun, seperti yang ditemukan Ombudsman, hanya 12 persen saham yang dikoleksi Asabri masuk kategori layak investasi dan 88 persen sisanya masuk kategori saham kelas dua.

Akibatnya, Asabri merugi karena rontoknya harga portofolio saham kelas dua yang mereka koleksi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sepanjang 2019 saja, penurunan harga saham portofolio Asabri mencapai lebih dari 90 persen. Jelas sekali kegiatan investasi yang dilakukan Asabri tidak memenuhi unsur kehati-hatian dan melanggar asas tata kelola perusahaan yang baik.

Bahwa aksi salah beli saham di Asabri itu diduga kesengajaan juga terindikasi dari sejumlah kemiripan dengan kasus Jiwasraya, yang sudah ditangani Kejaksaan Agung. Seperti halnya Asabri, alih-alih membeli saham papan atas atau blue chip, Jiwasraya malah mengoleksi saham lapis kedua. Nah, ternyata manajer investasi kedua perusahaan itu juga sama, demikian pula dengan saham kelas dua yang dibeli.

Diduga modus yang dilakukan keduanya juga sama. Mula-mula harga saham gorengan itu dikerek ke level yang tidak wajar. Ketika berada di puncak harga, saham itu dibeli Asabri dan Jiwasraya. Setelah perusahaan pelat merah itu memasukkan dana, harga saham itu perlahan berguguran. Karena itu, seperti skandal Jiwasraya, kasus Asabri ini harus diusut secara hukum.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tentu saja OJK, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam mengawasi Asabri, harus segera membenahi kegagalannya dalam mencegah praktik salah urus itu. Sebab, ada indikasi bahwa kasus ini terjadi karena OJK kurang becus bekerja. Indikasinya adalah kasus Asabri dan skandal Jiwasraya sebenarnya terdeteksi berbarengan, sejak 2014. Jika saja OJK bekerja dengan benar dan hasil deteksi dini pada lima tahun lalu itu ditindaklanjuti, dana Asabri dan Jiwasraya tidak akan bocor hingga triliunan rupiah.

Bagi Asabri, kasus ini hendaknya menjadi momentum untuk berbenah. Sudah saatnya Asabri dikendalikan oleh profesional yang mumpuni, tanpa menimbang dikotomi sipil dan militer.

Catatan:

Ini merupakan artikel tajuk koran tempo edisi 16 Januari 2020

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

11 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

25 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

26 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

26 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

27 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

33 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024