Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bahaya Kasus Jiwasraya

Oleh

image-gnews
Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan
Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan
Iklan

Penyelesaian kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan menjadi pertaruhan besar bagi kredibilitas industri jasa keuangan di negeri ini. Bermuara di pasar modal, dugaan terjadinya tindak pidana pada pengelolaan dana investasi berbalut asuransi Jiwasraya bisa menggerus kepercayaan investor terhadap sektor finansial. Padahal sektor ini sekarang amat dibutuhkan untuk menopang perekonomian dalam negeri.

Jiwasraya memang benar-benar ironi tersendiri di industri keuangan. Sewindu terakhir, perusahaan milik negara ini menyabet belasan penghargaan sebagai perusahaan asuransi dengan kinerja keuangan terbaik saban tahun.JS Saving Plan, produk simpanan dengan manfaat perlindungan atas kecelakaan yang diluncurkan pada 2013, laris manis. Pada masa jayanya, produk ini berhasil mendongkrak aset dan laba perseroan.

Baru lima tahun kemudian, akibat kegagalan membayar klaim jatuh tempo, terungkap bahwa duit Jiwasraya hanya gemuk di buku, tapi kempis di kantong. Hingga akhir 2019, kas perusahaan tak sanggup membayar tunggakan klaim sebesar Rp 12,4 triliun.

Pada Oktober 2018 itu, gelembung Jiwasraya yang berisi dana triliunan rupiah yang terus diputar ke saham dan reksa dana berisiko tinggi akhirnya meletus. Keuntungan investasi di neraca Jiwasraya ternyata tak berarti uang tunai masuk ke kas perusahaan. Apalagi manajemen lama ditengarai bekerja sama dengan manajer investasi untuk terus menggoreng saham. Tujuannya agar nilai aset investasi di laporan keuangan Jiwasraya tampak mengkilap. Kejaksaan Agung juga mencurigai adanya fraudkecurangan untuk menguntungkan pribadi dan pihak laindalam pengelolaan investasi tersebut.

Kasus ini bikin miris karena dugaan tindak kriminal itu justru terjadi di industri keuangan, sebuah sektor industri yang telah diatursedemikian rigid untuk mencegah terulangnya krisis finansial pada 1998. Pengawasannya juga diperketat sejak lahirnya Otoritas Jasa Keuangan, lembaga independen yang mengambil peran pengawasan lembaga keuangan dari tangan Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan. Namun semua gagal mencegah terjadinya kerugian yang kini dialami nasabah Jiwasrayajuga kemungkinan kerugian negara.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Porsi kesalahan terbesar harus ditimpakan pada OJK. Lembaga ini gagal mengendus dan membongkar lebih dini dugaan praktik lancung di Jiwasraya. Padahal, sejak 2016, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan telah membeberkan sederet kejanggalan pada pengelolaan investasi Jiwasraya tahun buku 2014-2015. Maka sudah tepat langkah BPK yang memperluas cakupan audit investigasi kasus Jiwasraya ini ke masalah pengawasan di tubuh OJK.

Agar tuntas, pengusutan kasus ini harus diarahkan ke upaya menagih pertanggungjawaban semua pihak yang terlibat. Mereka tentu tak bisa hanya dibidik dengan pasal korupsi, tapi juga dengan pidana pasar modal.

Jika penyidikan kelak gagal, kepercayaan masyarakat, yang menjadi sendi utama industri jasa keuangan, bisa hilang. Ini risiko yang tidak kecil. Di tengah gejolak ekonomi global saat ini, pasar finansial merupakan tumpuan pemerintah untuk menambal defisit transaksi berjalan.

Tentu pemerintah tak boleh asal-asalan menyiapkan skema penyelamatan Jiwasraya. Tuntutan sejumlah pihak agar negara menalangi (bail out) kerugian perseroan sepantasnya ditolak. Pemegang polis harus mengerti bahwa jaminan pengembalian investasi mereka di JS Saving Plan merupakan tanggung jawab perseroan. Negara bisa merugi lebih besar jika opsi itu dijalankan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

30 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

58 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.