Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pelestarian Situ untuk Meredam Banjir

image-profil

image-gnews
Pelestarian Situ untuk Meredam Banjir
Pelestarian Situ untuk Meredam Banjir
Iklan

Nirwono Joga
Pusat Studi Perkotaan

Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya belakangan ini mengingatkan kembali akan pentingnya situ, danau, embung, dan waduk untuk menampung air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah secara alami (ekodrainase). Ini sekaligus juga untuk meredam banjir secara signifikan.

Sempadan situ dan sejenisnya adalah luasan lahan yang mengelilingi dan berjarak tertentu dari tepi badan air yang berfungsi sebagai kawasan pelindung situ tersebut. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau, jarak sempadannya sejauh 50 meter, yang dihitung dari muka air tertinggi, dan bebas bangunan. Fungsi utamanya meliputi pelepasan air tanah pada mata air, pengaliran air, pengendali banjir, penampungan air, irigasi pertanian, pariwisata air, serta habitat biota air.

Menurut data Kementerian Agraria dan Tata Ruang (2017), jumlah situ dan sejenisnya di Jakarta dan sekitarnya sebanyak 182. Mereka tersebar di Jakarta Utara (1 buah), Jakarta Pusat (2), Jakarta Selatan (5), Jakarta Timur (8), Kota Bogor (4), Kabupaten Bogor (82), Kota Depok (26), Kota Tangerang (5), Kota Tangerang Selatan (9), Kabupaten Tangerang (24), Kota Bekasi (2), dan Kabupaten Bekasi (14).

Untuk perlindungan dan optimalisasi fungsi situ dan sejenisnya, perlu dilakukan pengendalian pemanfaatan ruang dan pendaftaran tanah kawasan tersebut sehingga perkembangan situ dapat dikendalikan oleh pemerintah. Pembagian tugasnya, Kementerian Pekerjaan Umum menentukan klaim atas batas tanah. Kementerian Agraria menyusun instrumen pengendalian pemanfaatan ruang dan percepatan legalisasi aset situ. Adapun Kementerian Dalam Negeri mengawal pemerintah daerah dalam penetapan batas serta legalisasi situ dan sejenisnya.

Tantangannya adalah menyamakan persepsi bahwa situ tersebut bisa disertifikatkan. Untuk itu, perlu dasar hukum proses pendaftaran situ yang tidak ada nilai perolehannya dan format formulir pendaftaran tanah khusus untuk situ.

Situ yang akan didaftar adalah kekayaan negara yang perolehannya tidak melalui pembebasan/jual-beli. Situ adalah kewenangan pusat yang tercatat sebagai barang milik negara/daerah serta data clear and clean atas lokasi yang akan disertifikatkan. Data Peta Komputerisasi Kegiatan Pertanahan juga berisi informasi mengenai kepemilikan lahan/bidang di sekitar situ yang ada kemungkinan masuk dalam badan situ.

Ada beberapa situ yang telah dimiliki pihak lain, seperti Situ Pondok Cina Universitas Indonesia (UI) milik Kementerian Pendidikan Tinggi UI, serta Situ Telaga Saat dan Situ Telaga Warna milik Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Perhutani. Informasi mengenai hak kepemilikan ataupun hak pakai pada lokasi yang diajukan sertifikasi seharusnya dapat diperoleh setelah dilakukan pendaftaran sertifikasi saat pendaftaran dana pendapatan negara bukan pajak yang harus dibayarkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Untuk itu, perlu ada surat edaran dan petunjuk teknis yang spesifik mengatur prosedur untuk sertifikasi situ. Formulir tersebut harus berbeda dari formulir pendaftaran sertifikasi untuk tanah umum atau lahan yang dibebaskan, seperti embung atau waduk. Prosedur administrasinya khusus dan berbeda dari sertifikat pribadi bukan kekayaan negara sehingga memudahkan dalam proses pendaftarannya.

Pemerintah perlu memberikan solusi cepat terhadap penolakan dan gugatan dari masyarakat yang berdampak hukum, seperti kasus bekas Situ Gunung Putri, Kabupaten Bogor; dan bekas Situ Antap, Kota Tangerang Selatan.

Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Agraria (2018) mencatat situ yang telah disertifikatkan adalah Situ Pagam, Cogreg, Tlajung Udik, dan Rawa Lumbu. Situ yang telah didaftarkan adalah Situ Burangkeng, Ceper, Binong, dan Pondok Cina UI.

Beberapa situ yang sedang dalam proses administrasi di Provinsi Banten adalah Situ Bojong dan Cangkring di Kota Tangerang, Situ Ciledug dan Parigi di Kota Tangerang Selatan, serta situ Pasir Gadung dan Warung Rebo di Kabupaten Tangerang.

Situ yang sedang dalam proses administrasi di Provinsi Jawa Barat meliputi Situ Curug Semplak di Kota Bogor serta situ Malasari dan Telaga Saat milik KPS Perhutani. Ada pula Situ Rawa Jejer, Babakan, Cigorongsong, Lido, Tunggilis, Cipicung, Cicadas, Sanding, Rawa Sudat, dan Selabenda di Kabupaten Bogor. Di Kota Depok ada Situ Bahar, Sidomukti, Pedongkelan, Cinere, Ciming, dan Cilangkap. Selain itu, ada Situ Rawa Pulo di Kota Bekasi serta Situ Pegadungan, Liang Maung, Ciatra, Leungsir, Cipalahar, dan Taman di Kabupaten Bekasi.

Ke depan, pemerintah harus menuntaskan permasalahan pengelolaan situ, danau, embung, dan waduk, seperti berkurangnya tampungan situ akibat sedimentasi, misalnya Situ Bojong di Kabupaten Tangerang. Luasan situ berkurang akibat okupasi lahan oleh warga setempat, seperti di Situ Ciburial, Kabupaten Bogor. Peralihan fungsi situ menjadi sawah, kebun, atau perumahan, seperti yang terjadi di Situ Dadap, Kabupaten Tangerang. Kualitas airnya tercemar industri atau rumah tangga, seperti kasus Situ Bahar, Kota Depok. Kasus lain adalah prasarana situ yang tidak berfungsi baik, seperti Situ Burangkeng di Kabupaten Bekasi.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024