Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ketegangan di Perairan Natuna

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Pemerintah banjir kritik karena memilih diplomasi damai menghadapi polemik masuknya kapal Cina ke Kepulauan Natuna
Pemerintah banjir kritik karena memilih diplomasi damai menghadapi polemik masuknya kapal Cina ke Kepulauan Natuna
Iklan

Pemerintah harus bersikap tegas sekaligus cermat menghadapi manuver negara Cina. Ulah sejumlah kapal pencari ikan Tiongkok, yang dikawal kapal penjaga pantai negara itu, tidak bisa dibiarkan. Mereka telah memasuki dan mencuri ikan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Pemerintah perlu segera mencari solusi atas konflik yang dipicu tumpang-tindih ZEE tersebut.

Dalam mengeluarkan pernyataan pun, Presiden Joko Widodo dan para pejabat seharusnya tidak membingungkan publik. Pemerintah menyatakan akan bersikap tegas ihwal kedaulatan negara, tapi kedaulatan yang mana: hak teritorial ataukah ZEE? Kalau soal teritorial, Cina selama ini mengakui hak negara kita atas Pulau Natuna beserta perairan teritorialnya.

Masalahnya sekarang, seberapa tegas dan gigih Indonesia mempertahankan sebagian ZEE yang kini direbut Tiongkok. Negara kita telah mengatur soal zona ekonomi ini dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan. Indonesia juga menandatangani Konvensi Internasional tentang Hukum Laut atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) pada 1982.

Cina pun menjadi peserta UNCLOS. Tapi negara itu justru memanfaatkan aturan main hasil konvensi tersebut untuk mengklaim sebagian besar wilayah ZEE di Laut Cina Selatan. Tiongkok bahkan telah membangun pangkalan militer di Kepulauan Spratly sejak beberapa tahun lalu. Hal ini mengundang konflik ZEE bukan hanya dengan Indonesia, tapi juga dengan negara lain seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Dengan alasan historis, Tiongkok mengklaim wilayah di Laut Cina Selatan itu lewat sembilan garis imajiner putus-putus atau nine-dash line. Mahkamah Arbitrase di Den Haag sebetulnya telah menolak klaim Cina tersebut pada 2016 saat memutuskan sengketa yang diajukan Filipina. Mahkamah menyatakan tidak ada bukti sejarah bahwa Tiongkok menguasai dan mengendalikan sumber daya secara eksklusif di Laut Cina Selatan.

Kini Cina terang-terangan mengabaikan putusan tersebut. Menjawab protes Indonesia, negara itu justru menggunakan dalih UNCLOS 1982 plus penguasaan historis Tiongkok atas perairan Cina Selatan. Bahkan juru bicara pemerintah Cina menegaskan "apakah Indonesia menerimanya atau tidak, fakta obyektif bahwa Cina memiliki hak dan kepentingan atas perairan itu".

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tekanan Indonesia terhadap Cina di perairan Natuna perlu diteruskan hingga menemukan solusi atas sengketa itu. Kehadiran kapal perang RI amat penting untuk memperlihatkan bahwa kita tidak menerima klaim Cina atas sebagian wilayah ZEE tersebut. Pemerintah juga perlu melakukan lobi-lobi internasional untuk memaksa Tiongkok mematuhi konvensi hukum laut PBB dan putusan Mahkamah Abitrase.

Pemerintah sebaiknya pula menjalin kekuatan di ASEAN untuk menghadapi Cina. Selama ini, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Malaysia terkesan bergerak sendiri-sendiri menghadapi sikap sewenang-wenang Tiongkok.

Catatan:

Ini merupakan artikel tajuk koran tempo edisi 08 Januari 2020

Iklan

Berita Selanjutnya




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mendag Zulkifli Hasan: Pelaku Usaha dan Petani Maju, Negara Pasti Maju

2 hari lalu

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan melakukan pertemuan dengan petani tembakau di Kudus, Jawa Tengah, Rabu 2 Agustus 2023.
Mendag Zulkifli Hasan: Pelaku Usaha dan Petani Maju, Negara Pasti Maju

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berkomitmen merespons setiap keluhan perusahaan dan petani untuk memastikan perdagangan berjalan dengan baik.


Komedi Pemberantasan Korupsi

7 hari lalu

Kkepala Basarnas RI periode 2021-2023, Henri Alfiandi saat ini diserahkan KPK kepada Puspom Mabes TNI karena berstatus sebagai anggota TNI, dalam tindak pidana korupsi pemberian suap sebesar Rp.88,3 miliar terkait pengadaan barang dan jasa di Basarnas Tahun 2021 - 2023. Twitter/SAR Indonesia
Komedi Pemberantasan Korupsi

Kesalahpahaman KPK dan TNI sebetulnya tak perlu terjadi jika kedua institusi menjalin komunikasi.


Merah Pasar Organ Tubuh Manusia

14 hari lalu

Sejumlah tersangka dihadirkan saat rilis pengungkapan perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan internasional Indonesia-Kamboja berupa penjualan organ tubuh di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 20 Juli 2023. Dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan 12 orang tersangka lintas profesi dengan barang bukti sebanyak 18 kartu ATM beserta buku tabungan, 16 paspor, uang tunai senilai Rp 950 juta, dan 15 buah handphone, dengan jumlah korban diperkirakan mencapai 122 orang. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Merah Pasar Organ Tubuh Manusia

Perdagangan ilegal organ manusia kian marak. Sulit diberantas karena melibatkan aparat dan jaringan internasional.


Mudjair, Mukibat, dan Nasib Pemuliaan Tanaman

14 hari lalu

Ilustrasi sayuran. Unsplash.com/Inigo De la Maza
Mudjair, Mukibat, dan Nasib Pemuliaan Tanaman

Harus ada upaya untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemuliaan jenis flora dan fauna, sekaligus menjaga harta paling berharga di Indonesia, yaitu benih lokal dan keanekeragaman hayati kita.


Lorong Dua Tujuh

14 hari lalu

Wapres Ma'ruf Amin. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Lorong Dua Tujuh

Lorong Dua Tujuh merupakan fakta, menjadi bagian dari realitas masyarakat urban dalam suatu kawasan padat penduduk di pinggiran DKI.


Menteri Nadiem Jangan Semena-mena

21 hari lalu

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 Januari 2023. Rapat tersebut membahas evaluasi program kerja dan anggaran tahun 2022, serta persiapan pelaksanaan program kerja tahun 2023. TEMPO/M Taufan Rengganis
Menteri Nadiem Jangan Semena-mena

Dua profesor UNS dicopot gelarnya karena mempersoalkan pemilihan rektor.


Setengah Hati Sistem Zonasi

27 hari lalu

Petugas melayani orang tua murid yang berkonsultasi terkait pendaftaran daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 untuk zonasi tingkat sekolah dasar (SD) di Posko Pelayanan PPDB Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 14 Juni 2022. Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menutup pendaftaran daring PPDB jalur zonasi tingkat SD pada 15 Juni 2022 pukul 14.00 WIB. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Setengah Hati Sistem Zonasi

Kebijakan zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) kembali bermasalah. Pemerintah dan orang tua terkesan setengah hati.


28 hari lalu


Kiai dan Habib

31 hari lalu

Muhammad Quraish Shihab saat berangkat sholat Jumat dari rumahnya daerah Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat 10 Agustus 2012.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.
Kiai dan Habib

Ketika nasab atau garis keturunan selalu diagungkan, materi dan kedudukan yang dibanggakan, selalu mencari popularitas yang dikedepankan, justru takabur akan tumbuh subur.


Dua Chef Qatar dan Master Chef Indonesia Dalami Budaya Melalui Rasa

31 hari lalu

Dua Chef Qatar dan Master Chef Indonesia Dalami Budaya Melalui Rasa

Kegiatan Qatar-Indonesia 2023 Year of Culture berlangsung di 3 kota yaitu Jayapura, Medan dan Bali.