Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kematian Seorang Penulis Misteri

image-profil

Oleh

image-gnews
Film Knives Out. Instagram
Film Knives Out. Instagram
Iklan

Seorang penulis misteri terkemuka ditemukan tewas di tempat tidurnya, bergelimang darah dengan leher terkuak oleh sebilah pisau. Kematian Harlan Thrombey (Christopher Plummer) itu segera saja dinyatakan sebagai akibat tindakan bunuh diri. Benarkah? Detektif swasta Benoit Blanc (Daniel Craig) segera datang. Di sana ada anak-anak manja, menantu tak tahu diri dan cucu-cucu yang amit-amit. Pendeknya, mereka sekilas adalah stereotip anak-anak orang kaya yang menyebalkan dan tidak tahu diri. Tetapi, benarkah Thrombey bunuh diri, dan bukan salah satu anak atau cucuknya yang membunuhnya?

Film “Knives Out”, sebuah film pasca-Star Wars sutradara Rian Johnson ini sebetulnya dimulai dengan tradisi Agatha Christie membuka ceritanya: ada kematian yang mencurigakan dan ada sejumlah orang-orang di sekeliling sang korban yang mencurigakan.

Melalui interogasi Detektif Benoit Blanc—Daniel Craig tampil dengan aksen Selatan yang diseret-seret—kita kemudian mencoba menyambung puzzle potongan-potongan peristiwa yang terjadi di malam perayaan ulang tahun Harlan yang ke 85 itu. Kita berkenalan dengan si puteri sulung Linda Drysdale (Jamie Lee Curtis), pemilik sebuah perusahaan yang dibantu oleh suaminya Richard Drysdale (Don Johnson); putera mereka Hugh Ransom (Chris Evans) playboy manja, tengil yang sama sekali tidak muncul ketika kakeknya dimakamkan, tapi nongol paling dini ketika pembagian warisan dibacakan. Lalu ada Walt Thrombe (Michael Shannon), si adik lelaki yang menjabat sebagai CEO penerbitan bapalnya; ada lagi Joni Thrombey (Toni Collete) adalah menantu yang bekerja sebagai guru gaya hidup. Joni adalah isteri putera Harlan yang udah wafat, Neil. Lantas cucu-cucu Harlan yang masing-masing memilki tingkahnya, yang satu anak kuliahan kampus keren, satunya lagi ekstrim kanan yang rasis. Semua memiliki motif untuk membunuh sang kakek atau Ayah; semua mengincar harta benda dan duit si penulis yang luar biasa kaya raya itu.

Ah ya, kita tentu tak boleh melupakan Marta Cabrera (Ana de Armas), perawat yang menjaga dan mengawasi pengobatan si kakek kaya raya ini. Hanya kepada Ana, Harlan membaca ketulusan hati. Dan kepadanya pula dia merasa nyaman dan bisa saling ngobrol, curhat dan bermain berbagai game.

Pada paruh pertama, kita seolah tengah memasuki dunia Agatha Christie, dan sutradara Ria Johnson sendiri mengakui sebagai penggemar fanatik karya-karya ratu cerita detektif itu. Johnson juga memberi kredit bahwa pembuatan film ini dipengaruhi oleh berbagai novel karya Agatha Christie seperti The Murder on the Orient Express, Death on the Nile hingga film misteri pembunuhan seperti Gosford Park (Robert Altman, 2001).

Namun, ketika tokoh perawat Ana diperkenalkan sebagai seorang sosok yang jujur dan polos hingga jika dia akan muntah hebat jika membohong, pusat cerita jelas ada pada tokoh Ana.Pada titik ini, Johnson memasukkan dirinya sendiri. Ada kisah latar belakang Ana, dan ada perkenalan tentang pribadi tokohnya. Apalagi ketika Ana kemudian menceritakan apa yang terjadi di malam ulang tahun yang berakhir nahas itu, maka kita tahu, formula Agatha Christie hanyalah fondasi utama belaka. Johnson melakukan penyegaran dengan memutar, meliuk, melekuk hingga kita semakin penasaran. Semula kita menyangka: bereslah sudah, kita sudah mengetahui penjahatnya. O tunggu dulu, belum selesai.

Rian Johnson berhasil mempermainkan penonton dengan cara yang lihai dan lucu. Ditambah lagi dengan pemain-pemain veteran yang tampil pas dengan porsi masing-masing, film ini adalah sebuah tribute besar bagi sang Ratu Kisah Misteri Pembunuhan Agatha Christine.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mungkin tambahan lain dari Rian Johnson adalah ‘komentar sosial’ nya dengan bagaimana dia menggambarkan tingkah orang kaya raya menghadapi orang “kelas bawah”. Mereka semua mengatakan “Marta, kau bagian dari keluarga”, tapi dia dilarang ikut pemakaman sang kakek. Ketika kecurigaan terarah kepada sang perawat, dengan segera mereka semua mengeroyoknya.. Ketika mereka semau diberi kejutan sang kakek, yang kelihatan jahil dan jengkel dengan kelakuan anak-anaknya, dengan memberikan surat wasiat yang paling mengejutkan sejagat, lalu apa yang terjadi? Ah nonton saja…jangan-jangan ini semua adalah cerita yang sesungguhnya ditulis oleh Harlan Thrombey sendiri…..

KNIVES OUT

Sutradara: Rian Johnson

Skenario: Rian Johnson

Pemain: Daniel Craiq, Chris Evans, Ana de Armas, Jamie Lee Curtis, Michael Shannon, Don Johnson, Toni Collette, Christopher Plummer

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

16 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

24 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

43 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

52 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.