Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Janji Blokir Menteri Johnny

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam perayaan Natal 2019 di kediamannya di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019.  TEMPO/Ahmad Tri Hawaari
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam perayaan Natal 2019 di kediamannya di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari
Iklan

MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate harus membuktikan bahwa janji untuk menutup situs film gratis bukanlah pepesan kosong. Perlu tindakan nyata, sehingga orang akan melihat ucapan itu bukan sekadar kalimat pemanis bagi calon investor.

Sejatinya tidak ada yang istimewa dari janji Menteri Johnny soal perlindungan terhadap kekayaan intelektual. Hangat-hangat tahi ayam perang terhadap pembajakan film sudah terjadi dari dulu hingga sekarang. Dulu, bila sedang musim razia, Satuan Polisi Pamong Praja akan menggerebek toko-toko atau pelapak yang menjual video compact disc (VCD) dan digital video disc (DVD) di Glodok, Jakarta Barat; dan di sentra-sentra penjualan film bajakan lainnya. Namun, beberapa saat kemudian, aparat mendiamkan saja ketika kembali bermunculan toko atau pelapak baru penjual film bajakan.

Dengan peningkatan kecepatan Internet, pembajak film beralih dari kepingan VCD/DVD ke streaming. Situs pemutar film pun telah lama menjadi incaran pemblokiran Kementerian Komunikasi dan Informatika. Namun perang terhadap film bajakan sekarang juga angin-anginan. Jika sedang musim perang, pejabat akan dengan lantang meneriakkan ajakan untuk memblokir situs penyedia film bajakan. Lima tahun terakhir, para pembajak itu dengan mudah kucing-kucingan dengan aparat. Mereka terus bersalin nama dan domain, dan tetap beroperasi.

Salah satu penyedia film bajakan itu, IndoXXI, misalnya, tetap bisa diakses. Di laman utama situs yang tiap hari dikunjungi lebih dari 200 ribu orang itu, pengelola mengucapkan salam perpisahan per 1 Januari 2020, tapi semua tak yakin apakah situs ini benar-benar berhenti beroperasi atau tidak. Lapak tetangga IndoXXI juga masih bisa dinikmati. Misalnya Bioskop Keren dan Layar Kaca 21.

Memblokir situs film bajakan memang terlihat keren. Namun cara ini sebenarnya tidak efektif. Sebab, IndoXXI dan kawan-kawannya semata hanyalah laman pemutar film. Film bajakannya itu sendiri-yang jumlahnya puluhan ribu film-tersebar di berbagai media penyimpanan. Memberangus situs tersebut ibarat hanya menggerebek ruang tamu rumah sementara membiarkan kamar-kamar di dalamnya tak tersentuh. Dengan sedikit pengetahuan Internet proxy, blokir itu juga mudah dijebol warganet.

Selama ada pasar, pembajakan akan terus menemukan jalan baru. Masalahnya, jumlah peminat film bajakan sangatlah besar. Survei YouGov menyebutkan 63 persen pengguna Internet di Indonesia pernah menonton film di web streaming, sebagian besar di IndoXXI.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sayangnya, pemerintah juga tidak mendukung keberadaan penyaji film digital. Misalnya, Menteri Johnny lepas tangan saat konsumen memprotes PT Telkom yang memblokir akses konsumen ke situs Netflix. Ini adalah penyedia layanan film streaming asal Amerika Serikat dengan 158 juta pelanggan di dunia, termasuk 481 ribu pelanggan di Indonesia.

Sudah saatnya pemerintah mengedukasi masyarakat untuk menonton film legal dengan mengakomodasi situs-situs penyedia film legal. Disrupsi digital telah mengubah cara menikmati sinema.

Catatan:

Ini merupakan artikel tajuk koran tempo edisi 27 Desember 2019

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

18 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

26 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

45 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

54 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.