Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lindungi Petani di Tuban

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Ilustrasi petani. REUTERS/Beawiharta
Ilustrasi petani. REUTERS/Beawiharta
Iklan

Penangkapan tiga petani di Tuban yang sedang berdemo menentang perluasan kilang PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) ketika Presiden Joko Widodo datang ke sana, Sabtu pekan lalu, mencoreng arang ke wajah pemerintah sendiri. Kalau aksi represi ala Orde Baru semacam ini diteruskan, jangan salahkan publik jika mereka merasa pemerintahan Jokowi semakin mirip rezim Soeharto.

Penangkapan petani tersebut jelas antidemokrasi. Apalagi ini bukan yang pertama. Menurut catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, sepanjang periode pertama pemerintahan Jokowi (2014-2019), lebih dari 200 petani dan aktivis lingkungan ditangkap karena menyuarakan pendapat. Mereka dicokok karena berani menolak pembangunan yang tak ramah lingkungan dan perampasan lahan pertanian milik petani kecil.

Di Tuban, para petani hanya ingin Jokowi melihat dan mendengarkan suara mereka yang menolak perluasan area TPPI ke lahan pertanian mereka. TPPI, yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah melalui PT Pertamina, saat ini berdiri di atas lahan 328 hektare. Pertamina sedang menimbang untuk menambah pembebasan lahan dari penduduk atau mereklamasi 200 hektare pantai utara Jawa.

Para petani menolak rencana TPPI karena lahan itu satu-satunya penghidupan mereka. Tiga petani hendak membentangkan spanduk penolakan ketika Jokowi, yang ditemani Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, datang. Sebelum itu terjadi, polisi meringkus tiga petani tersebut, merampas telepon seluler mereka, dan menghapus gambar serta videonya.

Tindakan polisi itu melanggar setidaknya tiga undang-undang: Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia; Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya; serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Hak Sipil dan Politik. Berdemo dan menyuarakan pendapat juga dilindungi Undang-Undang Dasar 1945.

Jokowi tak bisa berpangku tangan dan sekadar menyalahkan polisi atas insiden ini. Polisi juga jangan membodohi publik dengan berdalih penangkapan dilakukan sekadar untuk menginterogasi petani. Merampas telepon seluler dan menghapus isinya adalah pelanggaran hak privasi-tulang punggung kebebasan individu yang menjadi fondasi dalam demokrasi. Divisi Profesi dan Pengamanan Markas Besar Polri mesti mengusut penangkapan itu dan menjatuhkan sanksi terhadap pelakunya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kita tahu pembangunan kilang petrokimia adalah penopang niat Jokowi membangun perekonomian Indonesia yang maju dan mandiri. Produksi petrokimia dari kilang di Tuban sangat diperlukan untuk mengurangi defisit neraca berjalan kita. Tapi Jokowi mesti ingat bahwa investasi yang sembrono justru akan memicu bencana lingkungan yang lebih hebat.

Industrialisasi-meski penting untuk Indonesia-harus ditempuh dengan cara-cara yang ramah lingkungan. Merampas hak hidup petani dengan mengkonversi lahan mereka, jika tak dilakukan secara cermat, akan melemahkan sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu andalan ekonomi kita.

Catatan:

Ini merupakan artikel tajuk koran tempo edisi 24 Desember 2019

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024