Pesan Penting di Balik Komedi Ernest dan Meira

Leila S. Chudori

Jurnalis.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan. Foto: Dok. Starvision Plus

    Adegan film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan. Foto: Dok. Starvision Plus

    Dimulai dari lontaran netizen yang memang gemar komentar apa saja, kepada siapa saja. Mulai dari potongan rambut, warna kulit hingga penampilan Meira Anastasia, isteri komedian dan sutradara Ernest Prakasa. Meski dia mencoba mengabaikan komentar-komentar itu, lama-kelamaan Meira menjadi rendah diri. Karena persoalan tubuh dan penampilan perempuan bukan saja jadi bahan nyinyir netizen, tetapi bahkan keluarga atau kawan sendiri sering melemparkan komentar yang lebih menyakitkan dan hampir pada taraf menghina, meski mereka (berpura-pura) tak sadar sudah menghina.

    Ini semua tertuang dalam buku berjudul “Imperfect- A Journey of Self-Acceptance” karya Meira Anastasia yang diterbitkan tahun lalu oleh Gramedia Pustaka Utama. Jika kemudian duo suami isteri ini memutuskan untuk mengadaptasi ide buku tersebut ke layar lebar, tampaknya itu adalah sebuah keputusan yang tepat waktu. Buku karya Meira berisi gabungan curahan hati dan tips agar para perempuan, yang biasanya mengalami tekanan dari masyarakat soal penampilan, mencintai dirinya sebagaimana adanya. Sementara film adalah medium yang berbeda. Dia harus bercerita. Maka, “Meira memberikan ide cerita, dan saya lantas menuangkan ke dalam skenario,” kata Ernest.

    Hasilnya, inilah sebuah komedi keluarga karya Ernest yang terbaik di luar Cek Toko Sebelah. Adalah Rara (aktris Jessica Mila yang khusus menaikkan berat badan hingga 10 kilogram untuk film ini), puteri sulung yang selalu merasa rendah diri karena tubuh yang besar, yang sesekali membuat dia “ingin menggunting perutnya”; berambut keriting dan bernapsu makan besar. Adiknya Lulu (Yasmin Napper) justru langsing bak model, seorang selebgram yang juga mempunyai pacar yang 24 jam kerjanya meracau depan netizen dan bolak balik memerintahkan Lulu mengganti baju karena “kemarin kan udah pake baju itu, beb…” Sang Ibu yang diperankan Karina Suwandi adalah seorang ibu cantik, mantan model, yang setiap hari rajin mengingatkan Rara agar tidak menyambar nasi segunung atau menggeber coklat.

    Dari menit ke menit, sutradara Ernest menampilkan bahwa ‘body shaming’ terjadi hampir setiap saat, terutama kepada perempuan. Sejak dia bangun tidur, belum mandi, sudah mandi, sudah dandan, ke kantor, saat makan, saat di ruang rapat, hingga kembali pulang tidur lagi. Para pelaku body-shaming? Hampir semua orang pasti melakukannya. D i rumah, sang ibu rajin sekali mengucapkan dan mengingatkan betapa tubuh si sulung ini tidak ideal; lantas teman-teman ibunya yang secara bergantian juga rajin berkomentar; lalu di kantor ada semacam kelompok ‘mean girls’ yang betul-betul mengerikan; lalu si bos yang menganggap Rara layak dipromosi, tetapi sayang penampilannya tidak memungkinkan (harap diingat, bos semacam ini memang ada, saudara-saudara. Sudah seksis, pelaku body-shaming pula). Gara-gara itulah Rara lantas ‘menantang’ si bos bahwa kalau dalam sebulan dia bisa menurunkan berat badan, promosi itu harus diberikan padanya.

    Film ini bukan hanya penting karena tema yang diangkat adalah sesuatu yang memang terjadi—dengan ganas—di dunia, terutama setelah munculnya media sosial. Sebelumnya body-shaming dan bully terjadi secara langsung berhadapan, kini semakin parah karena korban bully tak mengetahui dia berhadapan dengan siapa karena sosial media mengijinkan orang bersembunyi di balik nama akun apa saja.

    Adegan film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan. Foto: Dok. Starvision Plus

    Tentu saja kehidupan Rara tak selalu kelabu. Dia punya pacar yang mencintainya, Dika (Reza Rahadian) yang agak terlalu sempurna dan hampir sulit percaya bahwa ada lelaki yang super baik seperti dia. Yang mencintai Rara apa adanya dan yang siap menjadi penyangga setiap kali Rara dalam keadaan duka. Tetapi kenapa tidak, Ernest mencoba optimistik bahwa masih ada lelaki yang mementingkan isi kepala dan tak peduli bentuk badan kekasihnya.

    Dari sisi cerita, kini Ernest berhasil memadukan fungsi para komedian sebagai bagian dari cerita. Mereka adalah contoh orang-orang yang bahagia dan bisa menertawakan apapun yang dianggap ‘kekurangan’ tubuhnya. Di dalam film, para komedian memerankan anak-anak kos yang pecicilan dan juga doyan komentar. Bedanya mereka mengomentari diri sendiri dan itulah sebabnya –dibanding film-film sebelumnya—Ernest kini berhasil memadukan seluruh cerita dan sub-cerita dengan teliti. Semua diberi persoalan, semua diberi solusi.

    Rara dan Dika mungkin bukan pasangan biasa, tetapi pasangan idaman yang mungkin sulit ditemukan di planet ini. Tetapi baik aktris Jessica Mila maupun Reza Rahadian berhasil menjadi duo yang asyik adalah satu hal yang menyenangkan.

    Adegan film Imperfect: Karier, Cinta, dan Timbangan. Foto: Dok. Starvision Plus

    Adalah Shareefa Daanish yang berperan sebagai sidekick alias sohib Rara yang justru menjadi scene-stealer. Mungkin dia tak punya problem berat badan, karena dia bertubuh tinggi dan langsing. Tapi Fey, demikian nama tokohnya, slebor, doyan makan, berjalan seperti anak muda bergajulan. Pendek kata: dia sangat cuek dan seolah sengaja menentang norma kecantikan yang berlangsung di kantor perusahaan kosmetik itu. Akibatnya tentu saja para ‘mean girls’ dan geng lelaki bloon penentu siapa yang boleh duduk di meja kantin, memasukkan Fey ke dalam golongan Rara, yaitu golongan tak enak secara visual.

    Sebetulnya banyak orang lebih bersikap seperti Fey, tak peduli dengan mulut nyinyir orang dan percaya diri dengan tindakan dan penampilannya. Tapi tak semua orang bisa seperti Fey.Rara adalah tokoh yang harus melalui berbagai gerunjal dalam hidupnya untuk percaya diri bahwa dia cantik dan tak perlu menyiksa diri dengan diet yang bikin pingsan.

    Jika akhir film dibuat rapi—bahkan agak ‘terlalu rapi’ karena segalanya menjadi tampak baik di jalan yang benar—sebetulnya menunjukkan bahwa ada pesan yang serius yang ingin disampaikan Ernest dan Meira. Body shaming, bully yang bisa mencapai tingkat penghinaan –yang di berbagai negara pernah membuat korban bunuh diri—adalah sebuah perkara serius yang harus ditangani dengan serius. Tetapi Ernest dan Meira tetap memilih memulai wacana ini di ranah komedi, karena persoalan serius yang ditangani dengan humor adalah cara yang paling efektif untuk melontarkan sebuah pesan penting.

    IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan

    Sutradara: Ernest Prakasa

    Skenario: Ernest Prakasa, Meira Anastasia

    Pemain: Reza Rahadian, Jessica Mila, Yasmin Napper, Karina Suwandi, Shareefa Daanish, Dion Wiyoko, Dewi Irawan

    Produksi: Starvision


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.