Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bersih-bersih

image-profil

Oleh

image-gnews
Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis
Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis
Iklan

Putu Setia
@mpujayaprema

Ada gerakan bersih-bersih di Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Menteri Erick Thohir mendapat apresiasi tinggi ketika memecat para direksi Garuda Indonesia yang terlibat dalam penyelundupan sepeda motor gede di dalam pesawat anyar yang diterbangkan dari pabriknya. Ini memang penyelundupan yang memalukan karena barang yang diselundupkan itu milik direktur utama perusahaan pelat merah tersebut.

Setelah sejumlah direksi dipecat, semakin ketahuan betapa kotornya BUMN penerbangan itu. Aib pimpinan Garuda diumbar ke media. Ada perlakuan tak pantas untuk awak kabin, dari jadwal tugas yang tidak manusiawi hingga pelecehan seksual yang dialami pramugari. Sungguh tak enak didengar. Hanya ada satu kata untuk para direksi yang telah dipecat itu: brengsek.

Cuma, yang mengherankan, kenapa kotornya perusahaan penerbangan itu baru diumbar ketika moge yang diselundupkan terbongkar? Seandainya penyelundupan itu tidak diketahui oleh Bea-Cukai atau terjadi "main mata" karena nilai nominalnya tak seberapa, apakah kebrengsekan direksi Garuda terurai? Dan apakah Menteri Erick Thohir akan dapat panggung pula untuk bersih-bersih?

Tuhan Maha Asyik, kata budayawan Sudjiwo Tedjo. Tuhan punya beribu jalan untuk membeberkan kekotoran yang tak kuasa dilakukan dengan cara yang normal oleh umat-Nya. Jika situasinya normal, kebrengsekan direksi Garuda seharusnya dicium oleh dewan komisaris selaku pengawas perusahaan. Di Garuda juga ada organisasi yang menghimpun awak kabin. Kenapa tak difungsikan sebagai alat penyalur ketidakadilan? Apa gunanya organisasi internal karyawan di sebuah perusahaan jika bukan sebagai wadah untuk memperjuangkan karyawan? Kalau ditarik ke atas lagi, apakah Menteri BUMN selama ini tak mengetahui kejanggalan di Garuda yang begitu nyata, seperti ada indikasi laporan keuangan yang tak lazim?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Oke, apa mau ditarik ke atas lagi? Apakah Presiden Jokowi tak terganggu sama sekali ketika menterinya diboikot tak boleh hadir di Dewan Perwakilan Rakyat? DPR merekomendasikan Menteri BUMN Rini Soemarno diberhentikan, tapi Jokowi tak menggubris. Jika ada dengar pendapat dengan DPR, Menteri BUMN diwakili oleh Sri Mulyani yang menjabat Menteri Keuangan. Belum pernah terjadi dalam sejarah Republik ini ada menteri diwakili menteri lain ke DPR padahal kedua menteri dalam keadaan sehat walafiat.

Jokowi boleh jadi tersinggung karena hak prerogatif mengangkat dan memberhentikan menteri mau direcoki DPR. Jokowi mempertahankan Rini. Tapi perseteruan Rini dengan DPR pasti membuat pengawasan parlemen menjadi tak prima terhadap Kementerian BUMN. Boro-boro mengawasi, wong menterinya sudah tak dianggap. Bagi Rini pun barangkali juga bukan persoalan. Dia tetap percaya diri bekerja membantu presiden, sembari tetap bisa menempatkan siapa yang menjadi direktur utama di BUMN. Termasuk mengangkat direksi Garuda.

Dalam situasi seperti ini, apakah Garuda itu bersih atau kotor, sulit dilihat. Apalagi dinamika yang terjadi di perusahaan pelat merah itu tak mencuat ke luar. Nah, ketika kabinet berganti, ditambah ada moge dalam lambung pesawat, kekotoran itu baru tampak. Menteri Erick Thohir pun kebagian peran bersih-bersih.

Ini pelajaran berharga untuk BUMN lainnya, termasuk untuk karyawannya, baik direksi maupun komisaris. Juga pelajaran untuk kementerian lain. Transparansi harus mendapat tempat yang tinggi. Jangan-jangan kekotoran di kementerian lain juga terjadi dengan kasus berbeda. Kalau pengawasan baik, tak perlu menunggu tukang bersih-bersih, mari kita membersihkan sendiri.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

18 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

26 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

54 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.