Puisi dan Musik Sains

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Haidar Bagir
    Ketua Yayasan Pendidikan Lazuardi

    Judul di atas saya ambil dari sebuah buku berjudul The Poetry and Music of Science oleh Tom McLeish terbitan Oxford University Press. Isinya berusaha berargumentasi bahwa sesungguhnya perkembangan sains tak pernah bisa terlepas dari seni, tepatnya dari kekuatan imajinasi yang biasanya mencirikan seni. Kiranya ini sejalan saja dengan pandangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tentang pentingnya pengembangan seni dan budaya dalam pendidikan sumber daya manusia kita.

    Saya khawatir belum banyak orang yang tahu bahwa tak ada satu pun penemuan yang tak melibatkan kerja imajinasi. Ya, khayal. Orang bisa sangat kagum kepada Einstein, tapi jangan-jangan tak ada yang menganggap serius ucapannya: "Saya ini boleh dibilang adalah seniman juga, yakni dalam hal saya banyak mengambil dengan bebas dari imajinasi saya. (Sesungguhnya) imajinasi lebih penting daripada pengetahuan (rasional). Pengetahuan itu terbatas. Imajinasi merangkul dunia."

    Menurut Einstein sendiri, teori relativitas khusus dan umum tak akan pernah ditemukan kalau saja dia tak berimajinasi menunggangi gelombang-gelombang cahaya sambil mengamati perilaku cahaya gelombang lain yang bergerak sejajar dengan gerakannya.

    Einstein tidak sendirian. Imajinasi model begini amat mudah ditemukan dalam proses penemuan ilmiah yang mengubah dunia termasuk penemuan gelombang elektromagnetik oleh Michael Faraday, tabel periodik unsur kimia oleh Mendeliyef, ratusan gagasan matematis oleh Srinivasa Ramanujan, dan struktur atom oleh Niels Bohr. Imajinasi-imajinasi semacam ini biasa disebut sebagai imajinasi kreatif. Begitu pentingnya imajinasi ini dalam pendidikan, sehingga seorang ahli pendidikan di bidang kecerdasan ganda, Thomas Armstrong, menulis sebuah buku untuk mengkritik pendidikan di Amerika Serikat yang mengabaikan peran imajinasi, If Einstein Ran the Schools: Revitalizing U.S. Education.

    Lantas, bagaimana cara mengembangkan daya imajinasi ini? Ada dua sudut pandang: kurikulum dan metode atau strategi pembelajaran. Pendekatan pendidikan modern, khususnya di kelas, biasanya memandang lebih penting dan lebih strategis perspektif yang disebut belakangan. Pengembangan imajinasi tak diajarkan dalam satu set kurikulum tertentu karena memang persoalan imajinasi tak berada pada tataran diskursif-rasional. Ia lebih dekat dengan intuisi ketimbang rasio. Paling-paling diupayakan agar siswa pergi ke berbagai tempat yang belum pernah dilihatnya atau melihat berbagai karya seni sambil mencoba berkarya sendiri.

    Yang lebih mendasar, pengembangan imajinasi lebih tepat dilakukan dalam suatu pembelajaran kontekstual, autentik, dan praktik hands on. Maka diperkenalkanlah dua strategi pembelajaran yang dirasa akan bisa efektif.

    Pertama adalah problem/project based learning. Pada dasarnya, strategi ini merancang proses pembelajaran sebagai simulasi dari masalah di dunia nyata. Siswa dibimbing untuk mengidentifikasi masalah, mencari berbagai kemungkinan pemecahannya melalui analisis logis, sedapat mungkin dengan melibatkan brainstorming dan diskusi, lalu membiarkan terjadi inkubasi gagasan-gagasan secara bebas dan dalam suasana yang nyaman hingga terjadi a-ha moment yang melahirkan pemecahan terbaik. Untuk menuntaskan proses ini, siswa diminta membuat presentasi proyeknya yang sedapat mungkin dengan memanfaatkan keterampilan desain visual atau seni rupa.

    Kedua, sebagai kulminasi dari strategi di atas adalah metode design thinking. Metode ini berupaya meniru cara seniman/kreator bekerja dalam menghasilkan karya. Ada banyak persamaannya dengan strategi pertama kecuali bahwa metode ini menekankan pada pentingnya siswa memiliki penghayatan empati pada masalah dunia nyata. Hal ini bisa dilakukan dengan meminta mereka memilih masalah nyata yang menjadi keprihatinannya atau, lebih baik lagi, secara langsung mereka "ditenggelamkan" dalam masalah itu.

    Misalnya, untuk memecahkan masalah kemacetan di suatu tempat, siswa dicemplungkan langsung dalam situasi ruwet kemacetan lalu lintas sehingga dapat merasakan penderitaan orang-orang yang terjebak dalam kemacetan. Akan lebih baik jika dipilih lokasi lalu lintas di lingkungan tempat tinggal mereka sehingga masalah itu benar-benar menjadi keperihatinannya. Baru dari sini diharapkan imajinasi siswa akan berkembang dan, pada gilirannya, benar-benar dapat melahirkan pemecahan masalah itu dengan kreatif.

    Dalam kedua strategi tersebut, anak harus diberi ruang seluas mungkin dalam mengeksplorasi dan mencoba-coba berbagai kemungkinan dengan bebas dan nyaman. Eksplorasi imajinatif dalam suasana yang penuh kebebasan dan kenyamanan memang menjadi kuncinya di sini. Maka peran guru benar-benar harus dibatasi sebagai fasilitator belajar atau diskusi, bukan sebagai instruktur yang otoriter atau sok tahu. Hanya dengan cara-cara seperti ini kita bisa berharap SDM kita dapat memiliki daya imajinasi dan kreasi/inovasi yang memungkinkan lahirnya orang-orang artistik dan kreatif, yang mampu menghasilkan pemikiran-pemikiran saintifik yang dapat mengubah dunia, sekaligus punya kemampuan bersikap empati pada masalah orang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.