Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

BRIN, Inovasi, dan Ketimpangan Sosial

image-profil

image-gnews
BRIN, Inovasi, dan Ketimpangan Sosial
BRIN, Inovasi, dan Ketimpangan Sosial
Iklan

Sidrotun Naim
Alumni John F. Kennedy School of Government, Harvard University

Febby R. Widjayanto
Alumni Manchester University

Keberadaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada era ekonomi pengetahuan menjadi tumpuan penting dari pembangunan dan industrialisasi. Pada saat perekonomian global tumbuh melambat, BRIN dituntut agar dapat mendongkrak penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan untuk menciptakan peluang-peluang positif. Kata kuncinya adalah inovasi. Namun menggerakkan hal tersebut tidak akan cukup bila proses ini tidak mampu menciptakan perubahan sosial.

Paradigma BRIN haruslah kontekstual. Selain menyeimbangkan antara kebutuhan industri yang harus diselaraskan dan garis besar riset, era revolusi teknologi harus dilihat sebagai pengingat bahwa tujuan akhir dari penelitian adalah untuk menyelesaikan tantangan-tantangan sosial dan kemanusiaan. Ketimpangan sosial, misalnya, adalah masalah krusial yang membutuhkan pemecahan segera karena dampaknya yang kontraproduktif terhadap pembangunan jangka panjang.

Masalah ini harus dilihat secara komprehensif. Martabat dan kedigdayaan manusia merupakan inti dari kemajuan sains dan teknologi. Maka setiap tahap pengembangan sains harus dilakukan dengan memperhatikan dampaknya pada kehidupan sosial. Setiap penemuan sains memiliki efek pada tatanan sosial yang ada, terlebih lagi penerapannya yang berhadapan dengan lanskap sosial yang timpang.

Disparitas sosial adalah identifikasi masalah yang dilakukan oleh manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki perhatian pada sekelilingnya. Misalnya, apa yang terjadi di Silicon Valley. Raksasa teknologi seperti Google, Facebook, dan Amazon telah mengubah wajah kota menjadi ruang yang justru menyuburkan kesenjangan sosial akibat adanya gentrifikasi, yakni terusirnya masyarakat lokal dari permukimannya karena tergeser oleh aktivitas dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Contoh yang terbilang sukses dari pembangunan kota pintar (smart city) yang berwawasan etis, humanis, dan inklusif adalah Kota Tsukuba, Jepang. Kota ini dikembangkan agar setiap jengkal pembangunan teknologi informasi dan komunikasi di sana tidak semakin memperbesar jurang ketimpangan sosial yang ada. Sejak awal, Tsukuba dirancang dengan empat prinsip: menghormati otonomi, tidak mencelakakan, kebaikan, dan keadilan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Belajar dari kedua kota itu, peran strategis BRIN ialah mampu merancang penelitian dan pengembangan yang lebih baik, inklusif, dan sesuai dengan konteks lokal. Menurut Sheila Jasanoff (2017), inovasi yang tidak berakar dari kebutuhan masyarakat lokal hanya akan menghasilkan disharmoni, resistansi, dan inefisiensi pengelolaan organisasi serta sumber daya manusia.

Inovasi selama ini cenderung dipahami secara satu arah. Sebuah masalah hanya dianggap dan didefinisikan sebagai masalah bila itu diakui oleh pengambil kebijakan. Konsep inovasi demikian tidak akan bisa menyelesaikan masalah di masyarakat. Inovasi sendiri sejatinya merupakan buah dari masyarakat yang berbudaya partisipatoris (bottom up innovation).

Konteks lokal memegang peran penting dalam inovasi. Salah satunya dalam pengembangan obat dan akuakultur di Indonesia. Saat ini bahan baku untuk obat kimia masih 90 persen diimpor, sehingga berkontribusi terhadap defisit neraca perdagangan. Pengembangan obat berbahan baku lokal herbal, misalnya, mau tidak mau akan bersinggungan langsung dengan struktur sosial berupa adat, tradisi, dan norma masyarakat. Ini, misalnya, tampak pada pola makan, persepsi tentang gejala penyakit, derajat alergi, faktor cuaca, respons sistem imun, variasi metabolisme karena perbedaan asupan makanan, hingga mitos tertentu yang diyakini dari generasi ke generasi.

Kota Cambridge di Amerika Serikat dapat dijadikan contoh untuk pengembangan industri obat-obatan dan bioteknologi kesehatan secara umum. Di kota ini, ada dua kampus besar, Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology, yang dikelilingi oleh semua industri besar dan menengah di bidang bioteknologi serta didukung penuh oleh pemerintah daerah Massachusetts lewat Kementerian Perumahan dan Pembangunan Ekonomi. Kawasan ini juga memberikan pelayanan selama dua tahun bagi para start-up untuk menggunakan fasilitasnya. Inilah science park yang sesungguhnya. Bukan hanya semacam museum atau pertunjukan teknologi, tapi juga tempat lembaga riset dan industri berkolaborasi serta masyarakat mendapatkan manfaat.

Inovasi ditopang oleh budaya masyarakat yang menghargai pengembangan sains, memberikan ruang yang luas bagi keingintahuan, serta terbuka dan demokratis mendukung keleluasaan dalam mempraktikkan sains. Perpaduan ketiganya melahirkan sikap inovatif yang terpatri dalam sistem sosial kita.

Untuk mendukung tujuan ini, BRIN dapat menata kembali tata kelola riset secara institusional dengan memangkas birokrasi yang rumit dan bertentangan dengan semangat inovasi. Selain itu, internalisasi budaya berinovasi untuk perubahan sosial bisa dimulai dengan memberikan kesempatan bagi anak-anak muda untuk berkarier di dunia riset. Hanya dengan cara ini BRIN bisa mempelopori perubahan sosial yang berkesinambungan untuk kemanusiaan, kesejahteraan, dan keadilan sosial.

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

4 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

17 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

19 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

19 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

20 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

26 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

54 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024