Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jalan Lurus Pertamina di Petrokimia

Oleh

image-gnews
Pertamina Bidik Saham Perusahaan Minyak Asing
Pertamina Bidik Saham Perusahaan Minyak Asing
Iklan

PEMERINTAH sudah benar mendorong PT Pertamina menguasai PT Trans Pacific Petroch emical Indotama. Langkah tersebut diharapkan bisa mengurangi defisit neraca perdagangan yang terus meningkat. Pertamina dengan langkah korporasinya kini menjadi pemegang saham mayoritas PT Tuban Petrochemical Industries, induk pemilik pabrik petrokimia yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur, itu.

Kabinet baru Presiden Joko Widodo bergerak cepat dengan menggunakan peraturan pemerintah yang memungkinkan penambahan penyertaan modal negara ke Tuban Petro, yang terbit September lalu. Setelah Kementerian Keuangan mengkonversi piutangnya pada Tuban Petro menjadi penyertaan modal negara pada awal bulan lalu, pemerintah lewat Tuban Petro menerbitkan 190 ribu saham baru yang diambil Pertamina seharga Rp 3 triliun pada akhir November. Aksi korporasi ini membuat Pertamina menguasai 51 persen saham Tuban Petro dan mengendalikan TPPI.

Petrokimia merupakan satu industri hulu penyedia bahan baku untuk hampir semua sektor hilir, mulai plastik, tekstil, cat, kosmetik, hingga farmasi. Pemerintah perlu menjalankan kembali TPPI, yang sempat sempoyongan kurang likuiditas meski kebutuhan petrokimia sangat tinggi. Misalnya industri produk polietilena yang mencapai 1 juta ton per tahun. Kebutuhan bahan baku botol plastik itu tidak dapat dipenuhi meski PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, pabrik petrokimia terbesar, meningkatkan produksi polietilenanya menjadi 700 ribu ton.

Saat ini, produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 40 persen kebutuhan petrokimia nasional. Sisanya impor. Pengoperasian TPPI secara optimal, bersama dua pabrik lain di bawah Tuban Petro, yaitu PT Polytama Propindo dan PT Petro Oxo Nusantara, diharapkan bisa menutup hingga 80 persen kebutuhan domestik. Secara keseluruhan, kilang di Tuban ini mampu menghasilkan hingga 100 ribu barel bensin per hari. Juga produk aromatik 927 ribu ton per tahun dan light naphtha 1,06 juta ton per tahun.

Hitung-hitungannya, bila TPPI beroperasi penuh, impor produk petrokimia utama akan berkurang sekitar 6.200 ton per tahun pada 2030. Ini akan mengurangi defisit neraca transaksi berjalan dan diperkirakan bisa menghemat devisa hingga US$ 6,6 miliar pada tahun itu. Negara juga makin untung dengan proyeksi potensi penerimaan pajak sekitar US$ 1,3 miliar, plus peluang penyerapan tenaga kerja yang mencapai 2.000 orang.

Namun kenyataan bisa bicara lain. Keuangan TPPI bertahun-tahun morat-marit. Keengganan investor asing menjadi pemodal merupakan indikator yang harus menjadi catatan Pertamina. Berikutnya investasi yang besar. Setelah mengeluarkan Rp 3 triliun, Pertamina masih perlu mendirikan kompleks olefin yang nilainya miliaran dolar Amerika Serikat untuk melengkapi produksi aromatiknya. Selain dari pesaing domestik, seperti Chandra Asri dan Lotte Chemical, TPPI harus menghadapi lawan dari kawasan. Di Johor, Malaysia, Saudi Aramco dan Petronas bergandengan membangun pabrik petrokimia raksasa dengan kapasitas tahunan 3,3 juta ton.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Faktor lain adalah Honggo Wendratno, pendiri TPPI yang menjadi buron kasus korupsi penjualan kondensat Pertamina. Meski sahamnya cuma sekitar satu persen, kepemilikan Honggo bisa menjadi duri dalam daging TPPI. Kepolisian sempat menyebut kejahatan yang merugikan negara Rp 35 triliun itu sebagai kasus korupsi terbesar, tapi tidak ada kelanjutannya.

Selama ini, pemerintah kerap terlalu lembek menangani kasus hukum yang membelit konglomerat yang perusahaannya diselamatkan. Mesti digaris tebal bahwa pemerintah harus menyelamatkan perusahaannya, bukan pemiliknya.

Catatan:

Ini merupakan artikel majalah tempo edisi 02-08 Desember 2019

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.