Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jalan Lain Deradikalisasi

image-profil

image-gnews
Paham Radikalisme di Kampus (Rio Ari Seno)
Paham Radikalisme di Kampus (Rio Ari Seno)
Iklan

Bagong Suyanto
Guru Besar FISIP Universitas Airlangga

Aksi terorisme di Indonesia tak kunjung mati. Meski berbagai upaya penangkapan telah dilakukan aparat kepolisian di berbagai daerah, sel-sel baru pelaku terorisme tetap saja bermunculan. Satu pelaku terorisme ditangkap, pada saat yang sama, bukan tidak mungkin muncul pelaku terorisme lain yang tak kalah radikal.

Ketika aksi bom bunuh diri terjadi kemudian pemberitaannya reda, tiba-tiba kita dikejutkan oleh aksi bom bunuh diri lain tanpa bisa diduga. Berbeda dengan aksi radikal yang dilakukan secara berkelompok dan terorganisasi, aksi bom bunuh diri yang dilakukan sendiri (lone wolf) memang sulit diprediksi. Sering terjadi, pelaku adalah seorang yang soliter dan bukan terpapar radikalisme karena pengaruh langsung orang lain yang sengaja merekrutnya.

Di Indonesia, dampak dan bahaya bom bunuh diri sebetulnya bukan pada efek ledakan dan jumlah korban yang jatuh. Ancaman di balik bom bunuh diri ada pada efek sosial yang ditimbulkan. Ibarat pupuk, kasus bom bunuh diri sering kemudian menjadi ilham bagi pelaku lain untuk melakukan hal yang sama.

Bahaya dari aksi bom bunuh diri adalah perkembangan radikalisme yang terus tumbuh subur, baik di kalangan individu maupun kelompok. Sejumlah studi menyimpulkan, pengaruh keberanian pelaku bom bunuh diri, fanatisme, dan radikalisme sangat terasa mendorong peningkatan konservatisme dan intoleransi keagamaan (Lindsey dan Pausacker 2016).

Walaupun tidak sampai memicu munculnya rentetan aksi bom bunuh diri yang beruntun, dampak yang ditimbulkan sesungguhnya tak kalah meresahkan. Aksi bom bunuh diri menjadi semacam tontonan keberanian yang keliru, tapi dalam batas-batas tertentu telah mendemonstrasikan bahwa mereka tak sepenuhnya mati.

Sejumlah studi di Indonesia menemukan bahwa pengaruh paham radikalisme tidak hanya menyusup di masjid, para dosen, guru, dan aparatur birokrasi pemerintah, tapi juga menyusup di berbagai sekolah menengah dan kampus (Qodir, 2014; PPIM UIN Jakarta, 2018).

Tindak kekerasan dan radikalisme adalah dua hal yang acap kali berkembang paralel. Meski demikian, sejumlah peneliti telah menyadari bahwa keterkaitan radikalisme dengan terorisme tidak sedemikian langsung seperti yang umumnya diduga. Seperti disebutkan Randy Borum (2011), sebagian orang yang terpapar paham radikal tidak selalu terlibat dalam aksi terorisme dan, sebaliknya, teroris juga tidak selalu bersifat ideologis dan/atau berpaham radikal dalam pengertian tradisional.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menjadi "radikal" dengan cara mengembangkan atau mengadopsi keyakinan ekstrem yang menjustifikasi kekerasan hanyalah satu dari sekian jalan menuju keterlibatan dalam terorisme. Artinya, menjadi teroris sesungguhnya tidak selalu menempuh rute yang linier, tapi faktor yang mempengaruhi sangat kompleks.

Banyak bukti memang menunjukkan bahwa orang dengan paham radikal dan ideologi yang menjustifikasi kekerasan tidak dengan sendirinya melakukan atau terlibat dalam aksi terorisme. Survei bersifat global yang dilakukan oleh lembaga riset Pew Research dan Gallup menunjukkan bahwa 17 persen muslim bersimpati pada pandangan radikal, kendati sebagian besar dari mereka sama sekali tidak punya komitmen untuk melakukan tindakan kekerasan (Borum, 2011, 9).

Memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya jelas bukan hal yang mudah. Pengalaman di berbagai negara telah banyak mengajarkan bahwa memberantas radikalisme dan terorisme yang semata-mata mengandalkan pendekatan keamanan ternyata sering kali justru kontraproduktif. Alih-alih menghilang, ketika eksistensi kelompok radikal ini ditekan dan diregulasi melalui jalan yang kaku, justru memicu tumbuh suburnya pelaku lain yang tak kalah radikal.

Selama ini, upaya untuk mencegah paham radikal makin berkembang dan memutus mata rantai pewarisan paham radikalisme juga telah melalui cara-cara yang lunak. Namun itu semua tampaknya juga belum memperlihatkan hasil seperti yang diharapkan. Pendekatan yang memanfaatkan mantan pengebom untuk ikut terlibat dalam deradikalisasi tidak jarang juga melahirkan resistansi, yang ujung-ujungnya membuka peluang individu atau kelompok tertentu menjadi tetap radikal.

Di luar berbagai pendekatan yang berbasis ideologi, juga budaya tanding untuk melawan radikalisme melalui paham yang mendukung toleransi, ada baiknya jika pemerintah mencoba pendekatan yang sifatnya lebih personal dan berbasis gaya hidup.

Studi yang dilakukan Bagong Suyanto dkk (2018) tentang radikalisme di Indonesia menemukan bahwa proses mengalami deradikalisasi ternyata terkadang sederhana dan tak terduga. Seseorang yang tengah berproses menjadi radikal bisa saja tiba-tiba meninggalkan jalurnya ketika ada alasan yang sifatnya personal, seperti lebih berat pada pacarnya dan merasa terganggu karena budaya populer global yang disukainya dibilang haram.

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024