Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Masalah Bangsa di Balik Impor Pacul

image-profil

image-gnews
Para pekerja mencangkul pasir hasil tambang di penambangan pasir ilegal di kawasan Kampung Gaga, Teluk Naga, Tangerang, Banten, Sabtu (25/8). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
Para pekerja mencangkul pasir hasil tambang di penambangan pasir ilegal di kawasan Kampung Gaga, Teluk Naga, Tangerang, Banten, Sabtu (25/8). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat
Iklan

Andi Irawan
Dosen Program Doktor Ekonomi Universitas Bengkulu

Isu impor pacul yang disoroti Presiden Jokowi dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2019 di Jakarta, awal November lalu, memberikan sinyal penting tentang urgensi pembenahan ekonomi ke depan. Pertama, para pengambil kebijakan lupa bahwa penyelesaian masalah makro-ekonomi sesungguhnya berbasis penyelesaian riil yang dihadapi rakyat.

Contohnya, mengatasi masalah pengangguran dan defisit neraca perdagangan sesungguhnya harus merujuk pada pemecahan masalah riil di akar rumput. Pengangguran dalam level makro tidak bisa diselesaikan jika investasi dan usaha yang berbasis akar rumput dihambat. Kebijakan yang bersifat pro-job akan sia-sia jika lapangan kerja di akar rumput, seperti industri usaha kecil dan menengah (UKM), stagnan akibat kebijakan yang bernuansa disinsentif dan "destimulisasi". Industri pacul ini adalah contoh industri akar rumput. Dapat kita bayangkan produk-produk UKM yang ada di akar rumput akan gulung tikar akibat kebijakan destimulisasi karena permisif terhadap impor. Padahal UKM adalah kontributor penting sebagai katup pengaman masalah pengangguran dan kemiskinan di tingkat akar rumput.

Begitu juga dalam hal mengatasi masalah gejolak rupiah. Akan sangat sulit bagi pemerintah untuk menstabilkan nilai rupiah jika sangat permisif terhadap impor. Cadangan devisa akan semakin tergerus untuk kepentingan mendanai impor. Akibatnya, rupiah rentan mengalami tekanan. Rupiah mudah mengalami depresiasi akibat kenaikan permintaan devisa untuk mendanai impor. Kita tahu bahwa depresiasi rupiah ini bisa berdampak lanjut menghadirkan inflasi, yang dikenal dengan fenomena import inflation, yakni inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga komoditas impor yang dibeli dalam dolar berimplikasi pada peningkatan harga jualnya di dalam negeri karena kurs rupiah yang terdepresiasi.

Impor pacul ini menunjukkan kita abai bahwa untuk menjaga stabilitas nilai tukar, menjaga inflasi, dan menekan angka pengangguran, tidak akan bisa diselesaikan dengan baik jika kita tidak mengubah paradigma pengambil kebijakan yang memandang mudah, permisif, dan santai terhadap solusi impor dalam kebijakan perdagangan internasional.

Impor bukan sesuatu yang tabu, tapi pilihan impor harus diletakkan dalam paradigma pemacu produktivitas dan daya saing domestik. Artinya, impor menjadi niscaya ketika memang komoditas tersebut tidak bisa diproduksi oleh pelaku ekonomi lokal dan bersifat sementara. Impor dilakukan dengan batas waktu tertentu, yakni batas waktu bagi negara bisa menghadirkan komoditas sejenis dengan harga dan kualitas yang setara dengan komoditas impor. Itu yang kita maksudkan dengan paradigma impor sebagai pemacu produktivitas dan daya saing nasional.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kedua, impor pacul juga merupakan refleksi dari ketiadaan ikhtiar pengambil kebijakan untuk mendorong serta memacu kreativitas dan daya saing produksi. Presiden Jokowi perlu mendorong para pengambil kebijakan mencari terobosan-terobosan penting. Kita harus belajar dari negara lain, seperti Korea dan Cina. Kedua negara itu mengimpor produk strategis, tapi diiringi dengan ikhtiar kuat menghasilkan produk tersebut dengan kualitas yang lebih baik, harga lebih murah, dan penggunaan sumber daya yang lebih efisien, sehingga produknya bisa mengganti produksi impor sejenis. Hal itu yang membuat Cina dan Korea menjadi negara eksportir untuk produk teknologi informasi, komputer, perangkat lunak, otomotif, dan industri hiburan. Bahkan Cina sejak lebih dari satu dekade yang lalu diposisikan oleh para akademikus serta pengambil kebijakan dan media Amerika Serikat sebagai kekuatan dunia baru (Xie dan Benjamin, 2010).

Ketiga, impor pacul ini memberikan sinyal kepada publik domestik dan internasional bahwa kita bukan bangsa yang punya kaliber daya juang tinggi dalam mengatasi masalah. Bangsa besar yang bisa meningkatkan posisi tawarnya di dunia adalah bangsa yang punya kaliber daya juang yang prima. Jepang terpuruk habis-habisan ketika Perang Dunia II, tapi bisa segera pulih bahkan menempatkan dirinya dalam posisi geopolitik internasional.

Jika kita ingin mengakselerasi posisi sosial, ekonomi, budaya, pertahanan, dan keamanan di tataran global, kita harus mampu menunjukkan diri sebagai negara yang berdaya juang tinggi. Parameter sederhananya tampak dari bagaimana untuk produk berteknologi rendah pun kita masih bergantung pada negara lain.

Kita berharap kritik terhadap impor cangkul itu berimplikasi lanjut terhadap perubahan paradigma pengarusutamaan produktivitas dan daya saing nasional dalam kebijakan impor serta terakselerasinya kebijakan yang tidak berorientasi instan dan jangka pendek, yang merugikan kita dalam jangka panjang. Ini termasuk terinternalisasinya sikap berdaya juang tinggi dalam mengatasi setiap masalah. Hal yang juga tidak kalah penting adalah menghilangkan perilaku moral hazard para pengambil kebijakan yang berkaitan dengan kebijakan impor.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

23 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024