Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Salam bagi Semua Umat

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin berjalan menuju tempat peletakan batu pertama proyek pembangunan Menara MUI di Bambu Apus, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018. Menara MUI akan dibangun 20 lantai untuk mengakomodasi kegiatan MUI. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin berjalan menuju tempat peletakan batu pertama proyek pembangunan Menara MUI di Bambu Apus, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018. Menara MUI akan dibangun 20 lantai untuk mengakomodasi kegiatan MUI. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Iklan

Seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang melarang pemakaian salam lintas agama amatlah berlebihan. Imbauan kepada umat dan para pejabat yang beragama Islam ini malah dapat menyuburkan sikap intoleran di kalangan masyarakat.

Tidak ada peraturan resmi mengenai pengucapan salam dalam pidato pejabat. Presiden Sukarno biasa memakai salam "merdeka!" dan "asalamualaikum". Presiden Soeharto tidak mempunyai salam khusus, tapi sering menggunakan kata-kata "sebangsa dan setanah air" dalam pidatonya. Pada era reformasi kemudian muncul "salam sejahtera bagi kita semua", yang sering diucapkan para pejabat.

Di era Presiden Megawati, salam "om swastiastu" kerap dipakai. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lalu menambahkan "shalom", "namo buddhaya", dan "salam kebajikan". Presiden Joko Widodo pun sering mengucapkan semua salam tersebut.

Tujuan ucapan salam itu untuk menghormati berbagai agama yang tumbuh dan berkembang di negeri ini. Hal ini jauh dari urusan keyakinan keagamaan mereka, seperti yang diasumsikan oleh MUI Jawa Timur sehingga pejabat yang mengucapkan salam semacam itu dianggap akan merusak keimanannya.

Larangan mengucapkan salam lintas agama ini telah dikritik oleh para pemikir Islam kontemporer, seperti Nurcholish Madjid dan Masdar F. Mas’udi, sebagai bentuk fikih klasik yang umumnya menampilkan wajah Islam yang garang dan kasar terhadap umat beragama lain. Mereka justru mendorong pengucapan salam lintas agama sebagai bentuk toleransi dan inklusivitas Islam sebagai agama yang menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia, bukan cuma umat Islam.

Seruan MUI Jawa Timur justru bisa memperburuk situasi kerukunan beragama di Indonesia yang kini mulai terusik oleh berkembangnya sikap intoleran. Freedom House pun menilai demokrasi yang pernah mencapai puncaknya pada awal reformasi mulai merosot lagi sejak 2006. Salah satu faktornya adalah kebebasan beragama yang memburuk. Indikasinya, antara lain, banyaknya kasus kekerasan dan intimidasi terhadap penganut Syiah dan Ahmadiyah serta aturan pendirian rumah ibadah yang kurang adil.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Beberapa hari lalu, Setara Institute pun memaparkan bahwa selama 12 tahun terakhir telah terjadi 2.400 kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia. Pelakunya berasal dari hampir semua pihak, dari polisi, tentara, anggota Satuan Polisi Pamong Praja, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, hingga kepala desa. Korban terbesarnya adalah kaum Ahmadiyah, penganut aliran kepercayaan, umat Kristiani, dan Syiah.

Para ulama MUI sepatutnya menyadari bahwa Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang plural. Ada banyak agama, suku, sekte, dan keyakinan yang tumbuh dan berkembang hingga membentuk Indonesia yang kita kenal sekarang. Kebinekaan ini hanya dapat dipertahankan dengan memelihara sikap saling percaya dan toleransi. Memberikan ucapan selamat lintas agama adalah cara mudah dan sederhana untuk merawat kerukunan beragama.

Catatan:

Ini merupakan artikel tajuk koran tempo edisi 15 November 2019

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

50 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024