Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Eksperimen Baru Ang Lee

image-profil

Oleh

image-gnews
Will Smith saat premiere film
Will Smith saat premiere film "Gemini Man" di Los Angeles, 6 Oktober 2019. REUTERS/Mario Anzuoni
Iklan

EKSPERIMEN BARU ANG LEE

Sebuah film yang 20 tahun berpindah tangan dan mendarat di tangan Ang Lee. Eksperimen digital yang agak meleset, tetapi adegan laga yang menarik.

GEMINI MAN

Sutradara                             : Ang Lee

Skenario                               : David Benioff, Billy Ray, Darren Lemke

Pemain                                  : Will Smith, Clive Owen, Mary Elizabeth Winstead, Benedict Wong

Mari mengingat kembali Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000), sebuah film karya Ang Lee yang kemudian menjadi semacam standar untuk membuat film martial art wuxia dengan “gaya Ang Lee”. Atau katakanlah kita kembali ke film Sense and Sensibility (1995); Brockback Mountain (2005) , semua karya-karyanya yang membawanya ke panggung Academy Awards.

Jika kita kemudian meloncat dan menyaksikan karyanya yang terbaru Gemini Man yang sedang beredar ini,  mungkin kita akan terkejut. Mungkin juga kita akan bisa melihat sekelumit jejak-jejak sidik jarinya di beberapa bagian, terutama pada bagian laga. Tetapi sejurus kemudian, kita bertanya: kemanakah Ang Lee, si pencerita ulung itu?

Tersebutlah sebuah skenario berjudul Gemini Man di tahun 1997 yang meloncat dari satu sutradara ke sutradara lainnya; dari satu penulis skenario ke penulis skenario lainnya; dari nama Tonny Scott, Curtis Hanson. Pemaianpun berubah-ubah  dari nama-nama besar seperti Harrison Ford dan Clint Eastwood . Ringkasnya, akhirnya setelah 20 tahun penuh derita, skenario ‘dibereskan’ David Benioff (kreator serial Game of Thrones), pemain utama Will Smith dan sutradara adalah Ang Lee.

Tentu saja bukan sesuatu yang baru bagi sutradara Taiwan ini untuk menafsir film-film Hollywood atau Inggris. Justru Ang Lee sering mengaku selalu merasa tertantang untuk membuat film-film dengan genre yang berbeda atau dengan tema  yang berbeda dengan teknologi yang  baru.

Mungkin itu sebabnya dia merasa tertantang menggarap film thriller yang berkisah tentang seorang sniper veteran Henry Brogan (Will Smith)—kaki tangan pemerintah-- yang memutuskan untuk pensiun setelah pembunuhannya yang ke 72. “Karena saya tak bisa melihat wajah diriku di cermin,” katanya ketika ditanya mengapa dia pensiun sementara belum pernah ada pembunuh bayaran yang bisa menandingi kemampuannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tetapi  Henry Brogran mengetahui sesuatu yang membahayakan posisi  Clay Varris (Clive Owen) , seorang pimpinan pasukan elite bernama Gemini Man. Di hari pertama dia pensiun, tiba-tiba saja Brogran menjadi seorang “Jason Bourne” yang dikejar-kejar kemana saja dia pergi. Bedanya tokoh Bourne didera amnesia, sementara Brogran tahu betul mengapa dia diburu. Kejutan bukan ada pada titik tersebut; melainkan ketika dia berhadapan dengan seorang pembunuh bayaran yang lebih muda, lebih sigap, lebih baru dan…….sangat mirip dengan dirinya 30 tahun silam! Siapakah dia?

Pada 30 menit pertama, kita merasa Ang Lee seolah membawa para penonton thriller pada dunia Ang Lee yang selalu saja menyajikan serangkaian gambar yang mampu berbicara. Adegan kejar mengejar, betapapun fantastisnya, menampilkan keahlian Ang Lee untuk memperlihatkan rangkaian gambar yang bercerita. Si pembunuh bayaran muda di atas atap, dan Brogan bisa melihat kelebatan musuhnya dari pantulan bayangan pada genangan air. Ketika mereka berhadapan dengan dua motor dan saling menghantam, mungkin yang terjadi adalah sebuah gaya pertempuran hiperbolik –sebagaimana Ang Lee menggambarkan tokoh-tokohnya yang mampu berlari di atas dinding vertikal dalam “Crouching Tiger, Hidden Dragon”. Adegan yang nyaris mustahil, tapi siapa peduli?

Problemnya bukan pada betapa fantastis dan hiperboliknya adegan-adegan laga itu; tetapi bagaimana Ang Lee mencoba menggunakan tehnik ‘Digitally de-aging” pada wajah dan tubuh lawan Brogan agar dia terasa seperti Will Smith muda. Berhasilkah?

Kita menyaksikan serial “The Fresh Prince of Bel-Air”  dan bagaimana Will Smith sejak muda menjadi pujaan remaja. Karena itu, teknologi digital yang ‘meremajakan’ aktor berusia setengah abad itu menjadi persoalan karena meski wajahnya mirip, dia tak sedang berperan. Kita membutuhkan seorang aktor yang mampu menggenggam seni peran, bukan permainan digital yang membuat wajah itu menjadi aneh tanpa ekspresi.

Persoalan lain adalah : cerita. Ang Lee dan Benniof  ingin menampilkan seorang remaja yang dibesarkan ‘bapak angkat’ yang jahat. Ada keinginan menyelipkan drama keluarga yang sayangnya  tak kunjung berhasil membuat penonton ikut bersimpati atau tergerak. Kali ini eksperimen Ang Lee agak jauh dari harapan.

Tokoh Baron (Benedict Wong) dan Danny Zakarweski (Mary Elizabeth Winstead) dipasang lebih sebagai kebutuhan alat pelumas plot daripada sebagai dua karakter penting yang bisa dijelajahi.

Tetapi tentu Ang Lee , seperti juga sutradara besar lainnya, tak selalu sukses merenggut perhatian dan batin penonton maupun kritikus. Film “Hulk” (2003) juga menjadi salah satu contoh filmnya yang kurang disambut, meski tak sebegitu buruk dibandingkan  dengan main-main digital dalam film “Gemini Man” ini.

Tak mengapa. Kita masih mencintai Ang Lee dan segala eksperimennya. Dan film-film berikutnya akan tetap kita ikuti dengan penuh semangat.

Leila S.Chudori

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024