Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Anatomi Resesi Ekonomi 2020

image-profil

image-gnews
Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Iklan

Tri Winarno
Pengamat kebijakan ekonomi

Ada tiga faktor negatif dari sisi pasokan yang dapat memicu resesi global pada 2020. Pertama, perang dagang dan perang mata uang antara Amerika Serikat dan Cina yang semakin panas sejak awal bulan lalu ketika Presiden Amerika Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan pada ekspor Cina dan menyebut Cina sebagai "currency manipulator".

Kedua, perang dingin antara Cina dan Amerika dalam perebutan supremasi teknologi. Amerika telah menempatkan perusahaan telekomunikasi Cina, Huawei, ke dalam entity list, perusahaan asing yang dianggap mengancam keamanan nasional. Walaupun Huawei masih diizinkan memakai komponen Amerika, pemerintahan Trump telah mengumumkan bahwa 46 perusahaan yang terafiliasi dengan Huawei masuk ke entity list.

Ketiga, pasokan minyak dunia. Harga minyak mulai turun, terutama akibat kekhawatiran resesi yang dipicu oleh perang dagang, perang mata uang, dan perang teknologi sehingga menekan permintaan energi dan melemahkan harga minyak. Namun konfrontasi Amerika dengan Iran akan berdampak sebaliknya. Jika konflik tersebut berujung pada konfrontasi militer, harga minyak global akan melejit dan mengakibatkan resesi, seperti yang terjadi selama konfrontasi di Timur Tengah pada 1973, 1979, dan 1990.

Ketiga faktor tersebut akan berdampak stagflasi, yaitu peningkatan harga barang-barang konsumsi, bahan baku, komponen teknologi, dan energi, yang disertai penurunan output karena gangguan rantai produksi global. Lebih buruk lagi, perseteruan antara Amerika dan Cina telah memicu proses deglobalisasi. Sebab, baik negara maupun perusahaan tidak lagi dapat mengandalkan stabilitas integrasi rantai produksi global untuk jangka panjang.

Di samping itu, perang dagang, perang mata uang, dan kompetisi teknologi akan saling berpengaruh. Perhatikan kasus Huawei, yang saat ini menjadi pelopor global peralatan 5G. Teknologi ini akan segera menjadi standar konektivitas untuk kebanyakan infrastruktur sipil dan militer. Belum lagi untuk barang-barang konsumsi yang terhubung dengan Internet. Jika Huawei dianggap sebagai ancaman keamanan nasional, ribuan barang konsumsi yang diekspor Cina juga menjadi ancaman.

Mudah dibayangkan bahwa situasi sekarang dapat mengarah pada ledakan skala penuh sistem perdagangan global yang terbuka. Apakah pemangku kebijakan moneter dan fiskal telah menyiapkan kebijakan untuk mengatasi dampak kejutan negatif dari sisi pasokan tersebut?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dulu, pada 1970, akibat kejutan stagflasi, pemangku kebijakan moneter merespons dengan kebijakan moneter ketat. Namun, saat ini, bank sentral utama, seperti bank sentral Amerika, The Fed, telah menerapkan kebijakan moneter yang longgar karena inflasi dan ekspektasi inflasi tetap rendah. Karena itu, setiap tekanan inflasi yang terjadi akibat kejutan harga minyak akan dipersepsikan oleh bank sentral semata-mata akibat price-level effect, bukan kenaikan inflasi yang permanen.

Ketika perusahaan di Amerika, Eropa, Cina, dan Asia telah mengerem belanja modal, sebenarnya sektor industri global telah mengalami resesi. Tapi hal ini belum ditransmisikan pada resesi global karena konsumsi swasta masih tetap kuat. Namun, jika harga barang impor mengalami kenaikan akibat kejutan pasokan tersebut, pertumbuhan pendapatan rumah tangga riil akan terkena imbas, sehingga keyakinan konsumen akan semakin turun dan akhirnya ekonomi global akan benar-benar mengalami resesi besar.

Untuk mengantisipasinya, bank sentral dunia dipastikan melakukan kebijakan pelonggaran moneter yang cukup lama. Selain itu, pemangku kebijakan fiskal akan mempersiapkan respons yang sama untuk mencegah resesi mendatang semakin parah.

Namun kejutan pasokan negatif ini tidak dapat diatasi melalui pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal. Walaupun dalam jangka pendek dampak tersebut dapat diminimalkan, kebijakan pelonggaran moneter dan fiskal yang dilakukan secara permanen akan berdampak peningkatan inflasi dan ekspektasi inflasi di atas target inflasi bank sentral. Pada 1970-an, bank sentral dunia mengakomodasi dua kali kejutan harga minyak. Dampaknya adalah kenaikan inflasi dan ekspektasi inflasi yang persisten, defisit fiskal yang semakin bengkak, dan akumulasi utang publik.

Terdapat perbedaan signifikan antara krisis keuangan global 2008 dan kejutan pasokan negatif saat ini. Krisis 2008 terutama terjadi akibat penurunan permintaan agregat yang sangat tajam, sehingga kebijakan yang sesuai adalah stimulus kebijakan fiskal dan moneter. Namun, kali ini, dunia sedang menghadapi kejutan pasokan negatif yang membutuhkan respons kebijakan jangka menengah yang berbeda dengan krisis sebelumnya. Mencoba mengatasi krisis yang berbeda menggunakan kebijakan yang sama tentu kurang mujarab.

 
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

8 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

23 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

24 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

30 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

58 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024