Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Waspadai Kebocoran Stok Ikan

image-profil

image-gnews
Ilustrasi ikan bandeng (Pixabay.com)
Ilustrasi ikan bandeng (Pixabay.com)
Iklan

Yonvitner
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB

Potensi stok ikan yang kini mencapai 12,5 juta ton harus dimaknai sebagai sebuah kekayaan yang luar biasa dalam perairan laut kita. Banyak harapan bisa disandarkan pada angka tersebut, dari potensi tenaga kerja sektor penangkapan hingga industri pengolahan, yang menandai tumbuhnya investasi perikanan. Kenaikan stok yang ditengarai berkaitan dengan aksi penenggelaman kapal semakin memperkuat hegemoni kesuksesan usaha perikanan.

Matematika sederhananya seperti itu. Namun sektor perikanan bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Itu sebabnya kalkulasi stok ikan ditempatkan sebagai bagian dari kajian dinamika stok. Artinya, estimasi potensi stok lebih-kurang sejumlah angka yang diumumkan, tapi kadang-kadang bisa lebih, juga bisa kurang.

Apakah kita akan membiarkan stok ikan itu tak diambil dan akan tetap sama? Kita mengenal kematian alami ikan, persaingan, dan kematian penangkapan. Kematian alami terjadi secara alamiah apabila ikan mencapai suatu periode biologis tertentu. Kematian juga terjadi karena pemangsaan dan persaingan. Ikan-ikan kecil atau larva menjadi rentan dan berisiko tinggi mati dimangsa ikan-ikan lebih besar. Dalam kasus lobster, penghentian penangkapan stok lobster tidak otomatis akan meningkatkan populasi stok di alam karena larva adalah fase kritis dan banyak larva lobster dimakan ikan karang.

Potensi perubahan stok berikutnya adalah kegiatan penangkapan. Ikan-ikan dewasa harus segera ditangkap. Ada pandangan akan terjadi penumpukan ikan di perairan jika penangkapan dihentikan. Logika ini harus dikoreksi. Apabila tidak dilakukan penangkapan, ikan di perairan akan mengalami kesetimbangan dinamis sendiri. Jika kelimpahan stok ikan kecil tinggi, beberapa waktu kemudian akan tumbuh stok pemangsa sesuai dengan model Lotka-Volterra. Akibatnya, ikan kecil juga akan kembali berkurang karena terus dimangsa. Jika terjadi pemangsaan dalam jumlah besar, seperti larva lobster, akan berpotensi menyebabkan hilangnya stok ikan.

Potensi kebocoran stok yang kini fenomenal adalah efek dari gejala El Nino. Peningkatan suhu di bumi bagian utara yang menyebabkan terjadinya pencairan es telah mendorong terjadinya pencampuran massa air. Dalam terminologi Indonesia, kita mengenal yang namanya arlindo (Indonesian through flow). Dalam perjalanannya, massa air di perairan Indonesia akan mendorong terjadinya vertical mixing dan dapat menyebabkan terjadinya upwelling.

Massa air yang bergerak ke permukaan membawa material organik yang berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan kesuburan perairan. Penelitian Johnson LG (2019), yang menggunakan satelit untuk menentukan potensi chlorophyll-a sebagai dasar penetapan daerah penangkapan, menunjukkan tanda-tanda potensi terjadinya upwelling di selatan Jawa. Kesetaraan analisis di antara produksi lemuru yang tinggi pada 2007 diawali dengan informasi upwelling dan peningkatan konsentrasi chlorophyll serta gejala Indian Ocean Dipole (IOD) atau El Nino Samudra Hindia, Southern Oscilation Index (SOI).

Dampaknya, biasanya produksi ikan akan meningkat dalam waktu tertentu kemudian kembali normal. Kejadian pada 2007 dan 2010 menjadi catatan bagi kita karena potensi upwelling di beberapa wilayah kita juga terlihat. Jika data tahunan sejak 1998 dianalisis, dengan interval sembilan tahun, yaitu pada 2007, terjadi fase produksi ikan lemuru yang tinggi. Bukan tidak mungkin pada 2019 ini akan terjadi fase tinggi produksi dengan mempertimbangkan siklus sembilan tahunan tersebut (patokan produksi 2010).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jika terjadi peningkatan potensi upwelling, kelimpahan stok ikan kecil dan besar akan cenderung mengalami peningkatan, terutama di selatan Jawa atau Pasifik. Maka, Indonesia harus menyiapkan armada perikanan yang baik, yang mampu menjangkau zona ekonomi eksklusif, jika tidak ingin kehilangan stok ikan.

Ketika kita tidak dapat memanfaatkan stok tersebut, otomatis akan menjadi incaran masyarakat internasional. Kondisi ini yang kemudian kita kenal sebagai rugi berkali-kali.

Momentum 2019 sebagai kebangkitan perikanan harus terus digaungkan, terutama dengan kondisi saat ini. Ada beberapa langkah yang harus segera dilakukan agar kita tidak kehilangan kesempatan, yakni mempercepat investasi perikanan nasional, mengadaptasikan ilmu pengetahuan dalam pengambilan keputusan, membenahi data statistik perikanan, dan mendorong usaha perikanan berbasis sumber daya lokal.

Disrupsi kebijakan harus dihindari demi kepentingan bangsa dan masyarakat perikanan. Investasi yang selama ini terganggu karena mispersepsi tentang kapal eks-asing dan mafia perikanan harus dihentikan untuk kemajuan perikanan. Jika hal tersebut ada, jangan mengorbankan sektor perikanan.

Penting pula untuk menerapkan informasi dan ilmu pengetahuan dalam perencanaan perikanan. Fenomena El Nino dan potensi upwelling adalah kelengkapan ilmu dan teknologi yang harus diakomodasi untuk perencanaan investasi usaha penangkapan. Statistik perikanan ke depan tidak lagi berbasis sampling, tapi harus real time.

Nelayan dan pengusaha lokal diberi peluang sebesar-besarnya untuk memanfaatkan potensi dan sumber daya yang melimpah tersebut. Dengan cara itu, nelayan dan pengusaha kita akan dapat berpartisipasi dalam memacu perikanan yang lebih maju, berkualitas, dan berdaya saing.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

8 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

23 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

24 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

30 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

58 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024