Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Salah Langkah Menangani Veronica

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Veronica Koman, pengacara hak asasi manusia dan pendamping mahasiswa Papua di Surabaya, menjadi tersangka karena dianggap melakukan provokasi dan menyebarkan berita bohong di media sosial. Facebook/Veronica Koman
Veronica Koman, pengacara hak asasi manusia dan pendamping mahasiswa Papua di Surabaya, menjadi tersangka karena dianggap melakukan provokasi dan menyebarkan berita bohong di media sosial. Facebook/Veronica Koman
Iklan

Keputusan polisi menjadikan Veronica Koman sebagai tersangka penghasutan kerusuhan Papua jelas mengada-ada. Selain tuduhan itu mudah dipatahkan, penetapan Veronica sebagai tersangka mengaburkan akar sebenarnya dari kerusuhan yang meletup di Papua dan Papua Barat.

Veronica ditetapkan sebagai tersangka sejak pekan lalu atas tuduhan menyebarkan konten provokatif dan berita palsu di media sosial. Kepolisian Daerah Jawa Timur menjerat aktivis hak asasi manusia itu dengan pasal berlapis melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Langkah polisi yang eksesif menjerat pidana orang-orang yang bersuara lantang sungguh disesalkan.

Suara lantang Veronica mengenai Papua semestinya dilihat sebagai bagian dari kemerdekaan berekspresi menyampaikan pendapat di muka umum, termasuk di media sosial. Polisi cukup melakukan klarifikasi bila informasi yang Veronica sampaikan tidak akurat, termasuk menunjukkan bagian mana dari pernyataannya yang mengandung kabar bohong.

Sebagai pengacara yang sering mendampingi mahasiswa Papua, wajar bila Veronica kerap mencuitkan perkembangan informasi yang tengah terjadi di sana melalui akun media sosialnya. Konten yang disampaikan Veronica pun banyak berisi video kejadian di Papua. Apa yang dia sampaikan sebenarnya bisa diuji dan dibandingkan dengan fakta-fakta yang terjadi di lapangan.

Di sinilah dibutuhkan kebesaran hati polisi dan tentara. Untuk membuktikan sahih-tidaknya informasi yang disebarluaskan Veronica, kedua institusi itu harus jujur kepada publik dalam menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi di Papua. Termasuk terbuka dan berterus terang perihal persekusi dan diskriminasi rasial yang terjadi di asrama Papua di Surabaya, Jawa Timur. Sebab, insiden itulah yang memicu kerusuhan yang meluas di Bumi Cenderawasih.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Daripada sibuk mencari keberadaan Veronica, Polda Jawa Timur semestinya fokus mengusut kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua. Persekusi dan umpatan melecehkan tak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Polda Jawa Timur memang telah menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini. Salah satunya adalah pegawai negeri Pemerintah Kota Surabaya. Tapi penetapan tersangka itu baru dilakukan hampir dua pekan setelah persekusi terjadi. Padahal kerusuhan setidaknya bisa diminimalkan bila polisi sigap mengusut kasus rasisme di Surabaya.

Pemerintah dan aparat keamanan harus sadar bahwa umpatan melecehkan bisa dengan mudah menyulut bara konflik yang sudah lama mengakar. Ketidakpuasan itu terjadi sejak era Orde Baru. Pendekatan keamanan yang memicu berbagai kekerasan dan pelanggaran HAM telah membuat penduduk Papua kecewa.

Yang dibutuhkan mereka adalah rasa keadilan atas berbagai pelanggaran HAM yang selama ini terjadi di sana. Rasa keadilan itu tidak cukup diukur dengan membangun infrastruktur. Lebih jauh dari itu, pemerintah harus segera menyelesaikan sejumlah pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Pelaku kejahatan harus mendapatkan hukuman setimpal.

Pemenuhan hak masyarakat Papua mesti menjadi prioritas pemerintah. Hanya dengan cara itulah kepercayaan masyarakat Papua berangsur-angsur pulih. Penetapan tersangka terhadap Veronica tidak menyelesaikan akar persoalan di sana.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

8 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

23 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

23 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

24 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

30 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

58 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024