Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kongkalikong Impor Gula

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com
Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com
Iklan

Penangkapan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Dolly Pulungan, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus suap distribusi gula mengangkat kembali sengkarut kebijakan impor gula nasional. Dolly diduga menerima suap senilai Sin$ 345 ribu dari Pieko Nyotosetiadi, pemilik PT Fajar Mulia Trasindo. Dolly dan Pieko ditetapkan sebagai tersangka bersama Direktur Pemasaran PTPN III, I Kadek Kertha Laksana.

Pada awal 2019, PTPN III menunjuk Pieko dalam skema kontrak jangka panjang untuk mengimpor gula setiap bulan. Menurut aturan internal PTPN, penetapan harga gula seharusnya melalui kajian, tapi pada kenyataannya hanya disepakati oleh tiga pihak, yaitu PTPN III, Pieko, dan ASB selaku Ketua Umum Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu RI (APTRI).

Kasus suap ini membuka kembali kongkalikong pengusaha dengan badan usaha milik negara dan pemerintah dalam kebijakan impor gula. Kuota impor gula dimainkan oleh elite politik sebagai salah satu sumber pemasukan dana. Iklim pergulaan sengaja dipertahankan seperti sekarang, sehingga Indonesia akan selalu membutuhkan impor.

Ironis, karena pada masa sebelum Perang Dunia II, Pulau Jawa menjadi salah satu penghasil gula terbesar di dunia sekaligus pengekspor gula terbesar kedua setelah Kuba. Puncak produksi dicapai pada 1931 sebesar 3 juta ton per tahun dengan sekitar 2,4 juta ton diekspor.

Namun, setelah era tersebut, produksi menurun. Pabrik-pabrik besar gulung tikar dan hanya sejumlah pabrik kecil dengan mesin teknologi rendah yang masih berjalan. Itu pun sudah tua. Sekitar 68 persen pabrik gula di Jawa telah berumur lebih dari 75 tahun, yang membuat produksinya tidak efisien. Hal ini diperparah oleh terus merosotnya luas lahan tebu. Pada 2014, lahan tebu tinggal 450 ribu hektare, lalu merosot menjadi 425 ribu hektare pada 2016, dan 420 ribu hektare pada 2017.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Akibatnya, produksi gula turun, dari 2,5 juta ton pada 2014 menjadi 2,4 juta ton pada 2015, 2,2 juta ton pada 2016, dan 2,1 juta ton pada 2017. Jumlah ini tak mencukupi kebutuhan konsumsi gula nasional yang terus meningkat. Ini menjadi alasan bagi pemerintah untuk membuka keran impor. Menurut Badan Pusat Statistik, impor gula pada 2015 sebesar 3,38 juta ton, lalu melonjak menjadi 4,76 juta ton pada 2016. Sempat turun menjadi 4,48 juta ton pada 2017, tapi naik lagi menjadi 4,63 juta ton pada 2018.

Dalam Rencana Strategi Pembangunan Pertanian 2004-2015, pemerintah mencanangkan swasembada gula pada 2007 atau produksi minimal 2,60 juta ton. Rencana ini tinggal kenangan. Indonesia tak pernah mencapai swasembada gula. Sebaliknya, negeri ini dibanjiri gula impor.

Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan tak pernah serius menangani industri gula nasional. Tidak ada kebijakan yang konsisten dalam membangun industri pergulaan modern dan efisien untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Yang tampak justru jalan pintas, seperti impor gula, yang angka kebutuhan impornya pun terkesan dipaksakan. Bila kebijakan impor gula seperti selama ini dibiarkan, yang untung hanyalah elite-elite politik yang kebagian jatah kuota impor dan kroni-kroni sekitarnya. Jika itu dibiarkan, untuk apa ada Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

24 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024