Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kendaraan Bermotor dan Polusi Jakarta

image-profil

image-gnews
Kendaraan melintas di Jalan Salemba Raya, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019. Perluasan 16 rute baru Ganjil-Genap yaitu: Jalan Pintu Besar Selatan, Gajah Mada, Hayam Wuruk, Majapahit, Sisingamangaraja, Panglima Polim, Fatmawati, Suryopranoto, Balikpapan, Kyai Caringin, Tomang Raya, Pramuka, Salemba Raya, Kramat Raya, Senen Raya, dan Gunung Sahari. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Kendaraan melintas di Jalan Salemba Raya, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019. Perluasan 16 rute baru Ganjil-Genap yaitu: Jalan Pintu Besar Selatan, Gajah Mada, Hayam Wuruk, Majapahit, Sisingamangaraja, Panglima Polim, Fatmawati, Suryopranoto, Balikpapan, Kyai Caringin, Tomang Raya, Pramuka, Salemba Raya, Kramat Raya, Senen Raya, dan Gunung Sahari. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Iklan

Haryo Pradono
Pengamat Otomotif

Kualitas udara Jakarta kini menjadi sorotan karena polusi yang sudah mulai mengkhawatirkan. Pada 11 Agustus lalu, misalnya, kualitasnya, menurut air quality index (AQI), berada pada angka 171-angka terendah sejauh ini. Levelnya sudah merah, yang berarti tidak sehat. Menurut Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, 75 persen penyebab polusi udara di Jakarta adalah transportasi, sisanya adalah industri dan domestik. Tak mengherankan jika rencana pengurangan polusi oleh pemerintah Jakarta difokuskan pada transportasi.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan dalam beragam kesempatan menyampaikan sejumlah rencana untuk mengurangi polusi, dari perluasan aturan ganjil-genap, pembatasan truk berat di jalan tol lingkar luar Jakarta, hingga pembatasan usia mobil di bawah 10 tahun. Inti dari semua rencana itu adalah pengurangan kendaraan bermotor di jalanan Jakarta.

Pengurangan penggunaan kendaraan bermotor tentu saja harus dilakukan karena besarnya kontribusi mereka pada buruknya kualitas udara. Yang perlu dipertanyakan adalah kebijakan mana yang tepat dan dapat mengurangi secara signifikan polusi udara di Ibu Kota? Dalam tulisan ini saya akan berfokus pada dua hal, yaitu pembatasan truk dan usia kendaraan.

Pembatasan truk mungkin diajukan karena truk-truk berat dianggap mengeluarkan asap hitam yang pekat dari knalpot mereka. Asap hitam itu dianggap memberikan sumbangan besar bagi polusi Jakarta. Ada dua hal yang harus kita perhatikan dalam hal ini: persentase jumlah truk dan seberapa polutan gas buang mereka.

Soal jumlah menjadi penting karena membatasi kendaraan yang jumlahnya tidak signifikan akan memberikan dampak yang juga tidak signifikan. Jumlah truk atau kendaraan beban di Jakarta pada 2018, menurut Badan Pusat Statistik, sekitar 700 ribu unit. Jumlah ini kalah jauh bila dibandingkan dengan mobil penumpang yang berjumlah 4 juta unit, atau bahkan sepeda motor yang berjumlah 14,7 juta unit. Dari sini saja sebenarnya sudah terlihat bahwa lebih signifikan jika kita membatasi sepeda motor atau mobil penumpang.

Bagaimana dengan gas buang truk? Truk memakai mesin diesel yang ditemukan oleh Rudolf Diesel pada 1872. Berbeda dengan mesin bensin yang dibakar dengan percikan api dari busi, dalam mesin diesel, bahan bakar terbakar sendiri karena kompresi yang tinggi. Getaran mesin dan kepekatan gas buang memang lebih tinggi daripada mesin bensin. Tapi apakah itu berarti mesin diesel lebih menghasilkan polutan?

Pada umumnya, ada empat gas polutan yang dikeluarkan oleh mesin, yaitu karbon monoksida (CO), nitrogen monoksida dan nitrogen dioksida (NOx), hidrokarbon (HC), dan karbon dioksida (CO2). Dari keempat gas ini, CO adalah yang paling dominan dan berpengaruh terhadap lingkungan. Pada Tabel Baku Mutu Emisi, kandungan CO mesin diesel disyaratkan lebih rendah daripada mesin bensin. CO mesin diesel maksimal 0,5 ppm, sementara mesin bensin 1 ppm. Artinya, mesin bensin sebenarnya, dalam kondisi standar sekalipun, lebih polutan dibanding mesin diesel.

Dengan demikian, pembatasan penggunaan truk, baik dari sisi jumlah maupun kualitas gas buangnya, mungkin tidak memberi perubahan signifikan pada kualitas udara Jakarta. Berkurang, ya. Signifikan, mungkin tidak.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Soal pembatasan usia mobil, jika aturan ini dilaksanakan pada 2020, mobil-mobil keluaran 2010 dan yang lebih tua akan dilarang di Jakarta. Apakah benar mobil-mobil tersebut merupakan sumber polusi yang signifikan?

Sejak awal 2000-an, mobil-mobil berbahan bakar bensin sebenarnya sudah memakai catalytic converter, yang terletak di antara mesin dan knalpot. Fungsinya, menyaring gas karbon agar nilai CO yang keluar nol. Keberadaan alat ini wajib dan termasuk aturan Euro 4 atau Standar Emisi Eropa. Tidak ada mobil bensin yang diizinkan keluar dari pabrik tanpa alat ini. Alat ini juga tidak boleh rusak karena akan membuat kualitas emisi buruk dan mobil berjalan tidak seimbang.

Dengan demikian, bisa dipastikan mobil-mobil bensin yang keluar belakangan ini, termasuk yang keluar pada 2008, memiliki catalytic converter yang membuat hampir tidak ada karbon yang keluar dari knalpot mereka.

Artinya, membatasi usia mobil pada 10 tahun sepertinya tidak terlalu efektif karena mobil di bawah itu pun sebenarnya memiliki sistem emisi tanpa karbon. Mungkin jika pembatasannya hingga 20 tahun, ada beberapa mobil bensin tanpa catalytic converter yang terjaring.

Lalu apa yang harus dibatasi? Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno, berpendapat bahwa pembatasan sepeda motor lebih baik ketimbang perluasan ganjil-genap. Djoko menilai polusi di Jakarta dan sekitarnya sebagian besar disumbang oleh kendaraan roda dua karena jenis kendaraan tersebut yang paling banyak dipakai (75 persen).

Apalagi sepeda motor pada umumnya memakai pembakaran tunggal, sehingga tidak terjadi pembakaran optimal. Sepeda motor juga tidak dilengkapi dengan catalytic converter, sehingga akan mengeluarkan karbon yang lebih banyak.

Tentu saja, penyebab polusi tidaklah tunggal. Segala opsi harus dikaji. Namun pada akhirnya kita harus memilih yang paling efektif dan efisien.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

15 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

16 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

16 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

23 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

42 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

51 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024